Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 29


__ADS_3

Walaupun Mila bicara seperti itu, namun dirinya juga merasa tak tega untuk membangunkan Marvel. Akhirnya dirinya hanya mendekat kearah Marvel dan duduk di sampingnya.


Marvel sendiri, walaupun saat ini sedang tertidur, namun penciumanya tentu masih bekerja.


Hidung Marvel bisa merasakan semerbak bau harum di dekatnya, tentu itu berasal dari parfum Mila.


Karena parfumnya begitu harum, tanpa terasa hidungnya pun mendekat kearah sumber bau harum tersebut.


"Dasar ya," gumam Mila sedikit tersenyum saat hidung Marvel mendekat kearahnya.


"Kalau kamu tidak bangun, aku pergi saja deh," ucap Mila menggoda, saat mengangkat kedua alisnya ke arah Marvel. Mila mengira, bahwa Marvel saat ini hanya sedang pura-pura tidur untuk mengerjainya saja. Menurut pemikiran Mila, tidak mungkin orang tertidur bisa mendekat kearahnya seperti itu. Walaupun begitu, ternyata dugaan Mila salah, karena saat ini Marvel benar-benar tidak menanggapi ucapanya.


"Uchhh, dasar... apakah kamu benar-benar tertidur?" ucap Mila penuh selidik saat menyipitkan mata kearah Marvel. Ternyata seperti yang dilihatnya saat ini, Marvel memang benar-benar tertidur.


Mila kemudian menatap lekat-lekat suaminya tersebut, sebelum bergumam "Ternyata kamu ganteng juga ya Vel," saat ini juga, Mila langsung memuji suaminya. Pujian ini benar-benar di ungkapkan dari hatinya yang terdalam. Karena terdengar sangat tulus saat Mila mengucapkanya.


"Ahhh, yasudahlah jika kamu tak mau bangun, aku kekamar saja deh," tambah Mila yang hendak berdiri dan ingin segera kekamar.


"Kenapa pergi? disini saja, temani suamimu yang ganteng ini," ucap Marvel yang langsung menangkap tangan Mila. Saat ini Marvel masih sangat sedikit membuka matanya, terlihat bahwa Marvel benar-benar masih mengantuk.


"Apa?" ucap Mila dengan nada terkejut saat kembali menatap Marvel.


"Jadi kamu pura-pura tertidur ya?" tambah Mila dengan nada kesal.


"Tidak sayang, aku sama sekali tidak berpura-pura... aku tadi benar-benar tertidur, hanya saja saat mencium parfum kamu, aku bisa langsung merasakanya," jawab Marvel menjelaskan, karena dirinya tidak ingin sampai Mila marah padanya.


Mendengar jawaban Marvel, Mila hanya bisa tersenyum kecut kearahnya.


"Kamu ini kenapa sih sensitif banget, aku sudah bicara apa adanya, aku ini benar-benar ketiduran," tambah Marvel kembali meyakinkan, karena tidak ingin istrinnya kecewa padanya.


"Iyaiya," jawab Mila yang masih tersenyum kecut. Sebenarnya Mila sendiri juga tidak ingin sampai mengecewakan Marvel.


"Kamu darimana saja sih? kok bisa lama banget pulangnya?" tanya Marvel yang penasaran. Namun dengan mata yang masih sedikit tertutup seperti tadi.


"Kamu ini Vel, makanya, buka ini mata kamu lebar-lebar!" ucap Mila seraya jari tanganya membantu Marvel membuka mata. Mila juga tak menyangka bahwa Marvel akan menunggunya sampai tertidur disini.


Marvel membuka matanya lebar-lebar dan di bantu oleh jari Mila. Ketika matanya benar-benar terbuka, Marvel seperti tidak bisa lagi untuk menutup mata. Dirinya saat ini benar-benar terkejut, karena Mila begitu cantik dan segar.


"Bidadari," gumam Marvel seraya menelan ludahnya.


Mendengar gumaman Marvel, Mila sedikit terkekeh sebelum mencubit pipi suaminya.


"Auw," keluh Marvel seraya mengelus pipinya yang sakit.


"Salah siapa menggombal di depanku, itu tidak akan mempan untuku," ucap Mila seraya menyipitkan mata. Sebenarnya tidak ada masalah saat Marvel memujinya tadi, hanya saja Mila merasa gemas dengan suami kecilnya ini. Mangkanya tadi dia langsung mencubit pipi Marvel.

__ADS_1


"Siapa sih yang menggombal? aku ini serius,.." jawab Marvel meyakinkan.


"Hehehe, makasih pujianya," ucap Mila sebelum sedikit terkekeh dengan menutup mulutnya. Mila sendiri sebenarnya sangat senang karena berhasil memuaskan Marvel. Marvel juga terlihat sangat puas, karena langsung memuji Mila saat pertama membuka matanya.


"Kamu dari mana sih sayang? lama banget pulangnya?" tanya Marvel saat jari tanganya membelai dan mengelus rahang dan pipi cantik istrinya. Saat ini juga, tidak ada penolakan sama sekali dari Mila saat Marvel menyentuhnya. Jelas sangat berbanding terbalik saat Anton yang hampir menyentuh tubuhnya. Alasanya sudah jelas, walaupun Mila belum sepenuhnya yakin dengan perasaanya untuk Marvel. Namun tetap saja Marvel adalah suaminya, jadi apapun yang dilakukan Marvel pada tubuhnya, Mila sudah tidak menolaknya lagi. Berbeda dengan Anton yang jelas bukan siap-siapa Mila.


"Ya kamu tahu sendiri kan? sekarang istrimu ini sudah secantik bidadari," ucap Mila dengan nada meminta Marvel menebaknya.


"Wanita cantik, biasanya pergi kesalon? apakah benar?" jawab Marvel menebaknya, dan bertanya kembali.


"Ya tentu saja, kan aku juga perlu perawatan untuk menyenangkan suami," jawab Mila dengan senyuman. Saat ini, tangan Mila memegang tangan Marvel yang dari tadi membelai pipi cantiknya.


"Kita kekamar saja ya Vel, gak enak jika sampai dilihat orang!" tambah Mila mengingatkan.


"Oh iya, benar juga ya, kita tinggal disini tidak hanya berdua saja," jawab Marvel saat mengingat, bahwa di Villa ini bukan hanya ada dirinya dan Mila seorang. Namun ada beberapa pengawal juga pelayan yang melayani keduanya. Akan sangat memalukan jika kemesraanya dengan Mila dilihat mereka semua.


Mila sendiri hanya tersenyum dan menganggukan kepala kearah Marvel.


"Baiklah ayo!" ajak Marvel yang langsung memegang tangan Mila dan bersiap berdiri untuk membawa istrinya kekamar. Namun saat Marvel hampir berdiri, dirinya menatap sebuah kotak yang dibawa Mila.


"Apa itu sayang?" tanya Marvel yang memang penasaran.


"Oh iya aku sampai lupa," ucap Mila sebelum menepuk jidatnya dengan telapak tangan, "Hehe ini hadiah kecil untuk suamiku," tambah Mila seraya menyerahkan kotak itu pada Marvel.


"Buka saja!" pinta Mila menyarankan.


"Baiklah," jawab Marvel sebelum membuka perlahan kotak tersebut.


"Jam tangan sayang," ucap Marvel setelah melihat jam tangan di dalam kotak.


"Iya, apakah kamu menyukainya?" tanya Mila dengan penuh harap.


"Tentu saja aku sangat menyukainya, lagi pula saat ini, aku juga tidak punya jam tangan," jawab Marvel dengan senang. Bahkan dari nada bicaranya juga terdengar, Marvel begitu bahagia telah menerima hadiah dari Mila.


"Terimakasih sayangku," tambah Marvel yang seketika langsung mencium pipi cantik Mila.


"Iya Vel," jawab Mila dengan menundukan kepala, karena wajahnya memerah.


"Aku akan langsung memakainya," putus Marvel sebelum mengambil jam tadi dan memakainya di tangan kiri. Walaupun jam ini tidak terlalu mahal, namun jelas Marvel sangat menyukainya, alasanya sudah jelas, karena jam tangan tangan ini pemberian dari istri tercintanya.


Melihat Marvel yang begitu menghargai hadiah pemberianya, Mila tidak bisa tidak merasa terharu saat menatap Marvel. Dirinya tanpa sadar tersenyum dan matanya mulai berkaca.


"Vel," lirih Mila memanggil Marvel.


"Hemm, iya sayang," jawab Marvel yang langsung menatap Mila.

__ADS_1


"Kamu ternyata sangat baik ya Vel!" ucap Mila memuji Marvel.


"Ya jelas harus baik, kan itu juga yang selalu kamu ajarkan padaku saat disekolah," jawab Marvel menjelaskan.


"Hehehe ya benar juga, hanya saja.... kamu terlalu baik lah Vel," ucap Mila kembali memuji Marvel. Mendengar pujian dari istrinya, tidak membuat Marvel besar kepala atau sombong. Dirinya mulai berfikir secara logis sebelum membeluarkanya lewat mulut.


"Hemmmm? bukan aku yang terlalu baik, tapi kamu yang sangat baik padaku, kamu rela menikahi anak kecil seperti aku demi kepatuhanmu pada orang tua, juga kamu yang telah memberikanku hadiah ini, aku sendiri malah tidak memberimu hadiah, jadi kamu sendirilah yanh lebih baik dari aku," jawab Marvel seraya menjelaskan. Marvel sendiri mengingat bahwa dirinya sendiri malah tidak memberikan hadiah apapun untuk Mila. Ini sangat keterlaluan bukan?, padahal Mila sudah perhatian padanya, rela menikah denganya, juga sekarang pergi kesalon untuk mempercantik diri. Semua di lakukan Mila hanya untuk menyenangkan Marvel, di tambah sekarang Mila memberikanya jam tangan. Marvel benar-benar merasa sangat tidak tahu diri jika dirinya tidak memberikan apapun untuk Mila.


"Sayang? aku mau tanya boleh?" lanjut Marvel meminta persetujuan.


"Ya tentu saja boleh dong!" jawab Mila dengan menatap suaminya.


"Apakah kamu menyukai mobil Lamborghini itu?" tanya Marvel.


"Hehe Marvel, jangan di tanya lagi.... siapapun orang pasti akan menyukai mobil seperti itu," jawab Mila berterus terang.


"Baiklah, bagaimana jika begini saja.... mobil itu aku hadiahkan untuk kamu, ya hitung-hitung sebagai tanda terimakasihku, karena kamu telah bersedia menjadi istriku," jelas Marvel memutuskan.


"Apa Vel?" tanya Mila dengan nada terkejut. Siapa yang tidak terkejut jika mendapatkan hadiah supercar mewah seperti itu. Bahkan Marvel sebelumnya juga sangat terkejut saat menerima dari Papinya.


"Ya mobil itu untuk kamu saja," jawab Marvel dengan senyuman.


"Tapi Vellll, bukankah itu hadiah untukmu dari Om Yustian?" tanya Mila mengingatkan.


"Ya memang, tapi sepertinya mobil itu tidak cocok untuku, setiap aku memakainya selalu saja terjadi keributan, jadi aku kurang menyukainya," jawab Marvel menjelaskan. "Oh iya lupa, sayang.... kita ini sekarang sudah menjadi pasangan suami istri, kenapa kamu masih manggil Papi dengan sebutan Om?" tambah Marvel mengingatkan Mila.


"Hehe, ya maaf Vel namanya juga belum terbiasa..," jawab Mila dengan malu.


"Makanya di biasakan mulai sekarang!" pinta Marvel.


"Iyaiya, ahhh kamu ini banyak maunya ya," jawab Mila sebelum terkekeh.


"Loh hanya minta begitu kok bisa banyak maunya sih?" tanya Marvel yang bingung.


"Ya pokoknya banyak maunya lah," jawab Mila tanpa penjelasan.


Mendengar jawaban Mila, Marvel menjadi sedikit gemas juga.


"Huh..., tapi tak apa kan? kalau maunya sama istri sendiri," goda Marvel yang langsung menarik Mila dan menciuminya.


"Ahhh, Marvel!!! nanti ada yang lihat!" bisik Mila mengingatkan.


"Hehe maaf lupa, habisnya istriku cantik banget sih, yasudah ayo kita kekamar!" jawab Marvel seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menunjukan giginya yang rata.


Marvel juga langsung memegang tangan Mila dan membawanya kekamar. Saat ini keduanya benar-benar sudah seperti pasangan suami istri yang sebenarnya. Karena semua penolakan Mila seperti sebelum mereka menikah, sepertinya telah sirna semua. Keduanya berjalan kearah kamar juga bergandengan tangan dengan mesra. Keduanya saat ini seperti sudah tidak bisa untuk dipisahkan.

__ADS_1


__ADS_2