
Raihan keluar dengan raut wajah dipenuhi amarah membuat ayah nya yang melihat nya segera menarik nya
" ayah lepaskan " ucap Raihan tegas
" kamu mau apa hah , apa kamu mau berbuat hal gila lagi " ucap tegas ayah nya
" Raihan tolong nak , jangan seperti Raihan yang dulu , selalu membuat ibu menangis setiap hari " ucap ibu nya
Raihan hanya diam dengan tatapan mata tajam ke arah depan , dia tak menoleh sedikit pun ke arah keluarga nya
" Ibu tidak perlu lagi menangis , dan ini terakhir kali nya Raihan merepotkan ayah dan ibu " ucap Raihan dengan suara yang dingin namun sangat menyeramkan
plakk
suara tamparan sang ayah menggema disana
" apa yang baru saja kamu ucapakan , apa kamu sudah tidak waras mengatakan hal itu hah , apa yang akan kamu lakukan , cepat katakan pada ayah " ucap ayah nya tegas
__ADS_1
" ayah tidak perlu tau , tapi aku tidak akan sanggup melihat Zai seperti itu , aku harus bertindak " ucap Raihan
" kamu mau jadi jagoan lagi Rai , apa kamu sudah tidak menyayangi ibu mu dan kakak mu lagi hah " ucap Sang ayah
Aliya yang melihat pertengkaran itu langsung berdiri dan memeluk adik nya
" Rai , kakak mohon jangan lakukan hal hal diluar nalar , aku yang salah , kakak yang salah Rai , kakak tidak memberitahu kan kepada nya jika kakak sudah menikah , dan kakak juga hanya sebatas teman saja , teman lama Rai " ucap Aliya yang membuat semua keluarga nya bingung arah pembicaraan Aliya
" apa kakak menganggap dia sebagai teman , dan apa kakak tidak tau bagaimana emosi Zai saat itu , jika kakak merasa salah kenapa tidak dari dulu kakak menjelaskan kepada nya ,dan juga kenapa kakak tidak bisa menghindari nya , kakak lihat sendiri kan bagaimana tatapan mata nya ke arah kakak , dia menyukai kakak " ucap Raihan tegas
" maaf menganggu , kebetulan saya tadi mendengar kebisingan disini dan melihat kalian jadi saya langsung kesini , saya hanya ingin menyarankan untuk tidak terlalu ribut karena banyak pasien yang lagi istirahat " ucap dokter Risal
" kalau boleh tau ada masalah apa ya , siapa tau saya bisa membantu ?? tanya dokter Risal tersebut
" ohh iya , apa kamu memang teman lama kakak ku ?? tanya Raihan dan di angguki oleh dokter Risal
" berarti kamu kenal sama sahabat nya kakak ku juga yang nama nya Fadli ?? tanya Raihan dan kembali di angguki oleh dokter tersebut
__ADS_1
" ohh Fadli , apa dia ada di kota ini sekarang , perasaan dulu saat dia ditolak sama kakak mu ini ,dia keluar kota " ucap Dokter Risal
" kakak saja yang bodoh berarti , sudah tau jika dia menyukai mu tapi tidak kamu hindari malahan menganggap nya sebagai teman. " ucap Raihan tersenyum miring
" sebenarnya apa yang kamu bahas Rai ?? tanya papa Zai
" kalau saja tidak ada guru itu mungkin Zai sekarang ini baik baik saja tapi karena dengan ada nya dia Zai tiap hari merasa sedih , terakhir kemarin kakak menyanyi bersama dia saat kelulusan dan Zai melihat nya hingga dia pergi dengan sangat emosi , kami mengejar nya tapi dia terlalu emosi hingga mobil yang dia bawa sangat laju , kami ketinggalan jejak " ucap Raihan sudah tak sanggup menahan semua kekesalan nya
" maaf kan Aliya pa , Aliya sudah menolak tapi tidak bisa , semua siswa dan guru menyuruh Aliya untuk naik " ucap Aliya menunduk
pak Tandi hanya menghembuskan nafas nya dan melangkah ke arah Aliya
pak Tandi mengelus rambut Aliya dengan lembut
" ini bukan sepenuhnya salah mu nak , kamu tidak usah memikirkan nya , ini sudah terjadi jadi tidak usah di ungkit kembali , Zai masih belum bisa berfikiran terlalu dewasa hingga dia gampang sekali cemburuan " ucap pak Tandi
" tapi pa ..." ucapan Aliya terpotong oleh mama Zai
__ADS_1
" benar yang dikatakan papa mu , kamu jangan merasa seperti itu ya nak " ucap mama Zai membuat Aliya memeluknya dengan air mata yang mengalir lagi
tak kusangka kamu datang lagi Fad ," gumam dokter Fadli