
Zai langsung melangkah pergi menarik istri nya yang hanya diam dalam hayalan nya.
Mereka sudah melajukan mobilnya ke arah rumah Aliya , Zai masih diam dengan wajah yang masih terlihat kesal.
" Sayang , semuanya sudah beres kan kenapa kamu diam saja ?? tanya Aliya pelan tapi tidak di sauti oleh Zai.
" dan apa kamu sungguh sungguh dengan ucapan mu tadi jika kamu ingin kalau aku stop jadi guru ?? tanya lagi Aliya
" kenapa memang nya , apa kamu tidak mau ?? tanya Zai balik dengan suara Datar.
" sudah jelas bukan kalau aku menolak , sedari dulu aku sudah mengimpikan kalau aku akan jadi guru untuk membagi ilmu kepada orang lain , dan walaupun kamu menyuruh ku berhenti aku akan tetap jadi guru " ucap Aliya yang seketika membuat Zai menginjak Rem nya secara mendadak.
" owh , memang itu kemauan mu , bukan ??? kamu masih ingin bertemu dengan sahabat lama mu itu kan , dan kamu ingin jika kamu terus diperhatikan sama dia , aku tidak akan memaksamu lagi untuk impian mu itu , tapi yang jelas kamu jangan lagi bicara dengan ku , kamu tidak menganggap ku sebagai seorang suami , kamu hanya menganggap ku sebagai anak kecil , terserah mu sekarang mau ngapain , mau pacaran sama teman lama mu aku juga akan tidak masalah dan tidak akan menganggu kalian , dan kamu mau melanjutkan karir mu bukan , oke , kamu lanjutkan lah tapi lupakan aku , aku akan pergi jauh kalau kamu memang seperti itu " ucap Zai dengan wajah yang sangat Datar tanpa menoleh sedikit pun ke arah Aliya.
__ADS_1
Aliya hanya bisa diam merasa tak percaya dengan ucapan suami nya , Aliya hanya bisa menatap suami nya yang masih terlihat marah.
" kenapa kamu seperti ini sekarang Zai , kamu tidak Masalah sama sekali dulu jika aku jadi Guru " ucap Aliya.
" aku tidak masalah karena aku masih bisa pantau kamu disekolah dulu dan sekarang aku mengintai mu bagaimana hah , aku sudah kuliah " ucap Zai dengan suara tegas.
" tapi aku masih ingin jadi guru mas " ucap Laiya sudah menitikkan air matanya.
" kenapa kamu bicara seperti itu mas , apa kamu sudah tidak menyayangi ku lagi ?? tanya Aliya berdurai air mata.
" aku menyuruh mu berhenti karena aku menyayangimu Aliya , aku tidak mau jika ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga kecil kita apalagi kamu sedang mengandung , jika kamu jadi guru trus kamu pasti kelelahan " ucap Zai.
Aliya kembali diam seraya menghapus air matanya , dia sudah tidak tau apa yang harus dilakukan saat ini.
__ADS_1
" jangan pergi meninggalkan ku hiks...hiks.." ucap Aliya lirih
" aku juga tidak akan pernah meninggalkan mu , aku hanya ingin kamu menuruti perintah ku untuk kebaikan mu sendiri dan keluarga kita , aku tidak mau jika Fadli macam macam kepada mu " gumam Zai.
" jadi pikirkan lah baik baik , guru atau keluarga mu , itu saja , tapi jika kamu masih ngeyel ingin memilih guru , baiklah aku sudah tak bisa berkata-kata lagi , itu sudah menandakan jika kamu itu tidak menyayangi keluarga mu " ucap Zai.
" aku akan stop jadi guru ,jadi kumohon jangan berkata seperti itu lagi , aku tidak ingin jika kamu meninggalkan ku , aku minta maaf hiks..hiks.." ucap Aliya membuat Zai menoleh ke arah nya dan menarik tubuh Aliya Pelan dengan satu tangan nya karena satu tangan nya sedang mengendalikan setir.
" diam Sekarang , aku paling tidak suka kamu menangis seperti ini " ucap Zai .
" tapi kami jangan pergi meninggalkan ku " ucap Aliya
" iya , aku janji tidak akan pergi kemana mana , kita akan terus bersama " ucap Zai pelan.
__ADS_1