Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 28


__ADS_3

"Bu Mila sepertinya sedang tidak waras ya?" bisik salah satu guru tadi pada guru lainya.


"Sepertinya begitu," jawab guru lainya sebelum terkekeh.


"Emmmm, sepertinya ada yang aneh, bukankah Bu Mila tidak pernah seperti ini sebelumnya?" tanya guru tadi dengan menatap selidik kearah Mila.


"Iya juga sih, sepertinya ada yang beliau sembunyikan dari kita," ucap guru lainya.


Guru yang sedang bisik-bisik ini tentu guru yang tadi pagi menyapa Mila, Bu Cesy dan Bu Yayuk.


"Jangan-jangan Bu Mila sedang jatuh Cinta," putus Cesy tanpa sadar, "Jangan-jangan Bu Mila dan Pak Anton sudah jadian," tambah Cesy sebelum dengan cepat menutup mulutnya karena takut akan terdengar Mila.


"Apa? mana mungkin beliau punya pacar, dan kita tahu sendiri, tidak mungkin lah Pak Anton! jelas-jelas Pak Anton selalu di tolak mentah-mentah, jangan ngaco deh Bu," jawab Yayuk yang memang tidak yakin.


"Ya bisa saja kan sekarang hati Bu Mila sudah luluh gitu," ucap Cesy memutuskan.


"Itu sama sekali tidak mungkin, apakah tadi Bu Cesy tidak melihatnya? saat Pak Anton berpamitan dengan Bu Mila? jawaban Bu Mila begitu cuek, bahkan begitu sadis, jadi sangat mustahil jika hati Bu Mila telah diluluhkan Pak Anton," ucap Yayuk memutuskan.


"Apa? mana mungkin Bu Mila bisa sadis dengan Pak Anton?" tanya Cesy yang seolah tak percaya.


"Astaga, apa Bu Cesy tadi tidak melihatnya?" jawab Yayuk dengan sedikit kesal.


"Tentu aku tidak melihatnya, aku tadi sedang main game soalnya," ucap Cesy sebelum menunjukan giginya.


"Astaga," ucap Yayuk sebelum menepuk jidatnya dengan telapak tangan.


"Hehehe," kekeh Cesy tanpa dosa.


"Dasar," gumam Yayuk dengan tersenyum kecut.


Keduanya benar-benar tidak sadar jika saat ini Mila sedang mendekat kearahnya. Terlihat Mila berjalan dengan santainya, sepertinya Mila juga sudah selesai bersiap-siapnya.


"Bu Yayuk, Bu Cesy," sapa Mila pada kedua guru ini.


"Bu Mila," seru kedua guru ini serempak karena benar-benar terkejut dengan kedatangan Mila saat ini. Bahkan Yayuk dan Cesy sampai hampir terjatuh dari kursinya.


"Kenapa anda berdua begitu terkejut, apakah ada yang salah dengan saya?" tanya Mila yang sama sekali tak mengerti dengan perilaku kedua rekanya.


"Hehehe, tidak-tidak..... tidak ada apa-apa kok Bu," jawab Yayuk dengan sepontan, saat dirinya juga merasa sedikit malu telah membicarakan Mila di belakang.


"Iya, tidak ada apa-apa kok Bu," tambah Cesy menanggapi.


"Yah syukurlah," ucap Mila sebelum mengeluarkan nafas lega, "Oh iya, saya permisi untuk pulang terlebih dahulu ya Bu, soalnya ada kepentingan keluarga," tambah Mila berpamitan.


"Ohhh, iya Bu, sampai besok lagi," jawab Cesy dengan senyuman.


"Iya Bu," Yayuk juga ikut menanggapi dengan anggukan.


Mila pun demikian, selesai berpamitan pada kedua guru ini, dirinya berpamitan kepada guru yang lain. Ini semua dilakukanya demi menjaga sopan santun kepada guru-guru lainya. Mila selalu melakukan hal ini sejak pertama kali mengajar di sekolah ini. Hal itu dilanjutkanya sampai sekarang, karena Mila merasa hal ini memamg sangat di perlukan untuk menjadi contoh murid-muridnya kelak.


Selesai berpamitan, Mila berjalan perlahan keluar kantor dan langsung menuju ke tempat parkir untuk memgambil mobil Lamborghini milik Marvel.


Mila berjalan dengan tenang dan santai, namun begitu dirinya sudah berfikir sendiri. Mila berencana memberikan Marvel hadiah, dan juga Mila ingin menambah kecantikanya dengan pergi sebentar kesalon. Tentu semua dilakukanya untuk menyenangkan Marvel. Sebenarnya guru seperti Mila ini belum pernah melakukan hal seperti ini, karena memang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Sepertinya memang Mila sudah semakin sayang dengan Marvel dan tentu saja Mila ingin menyenangkanya.

__ADS_1


"Halo Bu Mila," sapa Anton yang ternyata dirinya masih menunggu Mila di tempat parkir.


"Pak Anton," seru Mila dengan memegangi dadanya karena benar-benar terkejut dan tidak menyangka jika Anton akan menunggunya seperti ini. Mila benar-benar sangat terkejut, bahkan dirinya hampir terjatuh saat ini.


"Bu Mila, apakah tak apa?" tanya Anton yang langsung berusaha mendekat ke arah Mila bahkan menjulurkan tanganya untuk menangkap Mila, terlihat sok khawatir dan sok perhatian.


Namun sebelum tangan Anton menyentuh tubuhnya, Mila dengan cepat menampiknya dan menatap tajam kearah Anton.


"Jangan macam-macam Anton!" teriak Mila dengan nafas yang menggebu, "bisakah kamu tidak terus menggangguku!" tambah Mila berseru dengan amarah yang tak tertahankan.


"Bu, Mila saya...."


"Apa kamu? sekarang pergi dari hadapanku dan berhenti menggangguku!" teriak Mila saat memotong ucapan Anton. Saat ini Mila benar-benar terlihat sangat marah. Mungkin Mila marah karena Anton memotong lamunan indahnya saat menyenangkan Marvel tadi.


Mendengar semua ucapan dari Mila, tubuh Anton menjadi sangat lemah. Dirinya hanya berniat bercanda, dengan mengagetkan Mila, untuk menggodanya, namun malah membuat Mila sebegitu marah padanya. Anton benar-benar akan menyesali semua tindakanya kali ini. Karena sepertinya memang sudah tidak ada lagi rasa sopan Mila padanya. Tadi terdengar sendiri Mila bahkan memanggil Anton dengan sebutan nama saja, tanpa menambah sebutan "Pak" seperti biasanya.


"Bu Mila, saya minta maaf," ucap Anton penuh penyesalan.


"Berhenti menggangguku dan cepat pergi dari hadapanku!" jawab Mila dengan tatapan setajam pisau.


"Ba....baiklah Bu," ucap Anton dengan nada terbata juga perasaan yang sangat sedih saat dengan berat hati berbalik dan meninggalkan Mila.


Anton hanya bisa menundukan kepala saat berjalan menjauh dari Mila. Dirinya benar-benar sangat menyesali tindakanya. Anton juga tidak mengerti sama sekali, kenapa Mila bisa sesensitif ini padanya. Padahal sebelumnya Mila tidak pernah seperti ini padanya.


Mila sendiri benar-benar tidak menyangka bahwa Anton akan bertindak seperti tadi dan hampir menyentuh tubuhnya. Sungguh guru yang biadap menurut Mila, karena jelas keduanya bukanlah pasangan apa-apa, bagaimana Anton berani untuk menyentuh tubuhnya.


Mila menghela nafas panjang sebelum mengeluarkanya dari mulut, untuk menenangkan diri sebentar.


Setelah sedikit tenang, Mila mengeluarkan kunci mobil Lamborghini Reventon sebelum memencet tombol untuk membuka kunci dan langsung membuka pintu pengemudi keatas. Dirinya dengan cepat masuk kemobil sebelum kembali menutup pintunya. Mila tidak langsung mengendarai mobilnya, karena masih sedikit syok dengan perilaku Anton. Mila membayangkan seandainya tadi Anton benar-benar menyentuh tubuhnya dan Marvel sampai mengetahuinya. Bisa-bisa Marvel akan memakinya habis-habisan, dan bisa saja Marvel meninggalkanya. Walaupun jelas Mila belum mau mengakui bahwa di hatinya sudah tumbuh rasa cinta untuk Marvel. Namun rasa takutnya untuk kehilangan Marvel ternyata cukup besar.


"Apakah guru itu sudah gila?" gumam Mila disela lamunanya.


Drrttt...drrttt...


Tiba-tiba ponsel Mila berdering saat dia melamun. Dengan cepat Mila mengambil ponsel dari tasnya dan langsung membuka ponselnya. Mila melakukan semua itu, karena khawatir jika Marvel yang mengiriminya pesan, dan malah membuatnya menunggu.


Namun betapa terkejutnya Mila saat menatap ponselnya dengan mata terbelalak. Karena yang mengiriminya pesan adalah Anton.


Tanpa membacanya, Mila langsung kembali meletakan ponselnya di tas dan seperti tidak ingin untuk ber urusan lagi dengan pria seperti Anton.


Setelah jeda singkat, dan hatinya sedikit tenang, Mila menghidupkan mobil dan langsung mengendarai mobilnya perlahan keluar dari sekolah.


Saat hampir keluar dari gerbang, Mila kembali melihat Anton yang saat ini sedang mengendarai motornya.


Terlihat Anton menatap Mila dengan perasaan menyesal, sedangkan Mila sendiri langsung mengalihkan pandangan untuk fokus mengemudi. Dirinya benar-benar kesal dengan Anton, dan tidak akan pernah memaafkanya.


Padahal sebenarnya niat Anton baik, dirinya hanya ingin membantu Mila, seandainya nanti Mila sampai terjatuh. Ya walaupun ada sedikit nada sok di nada bicara Anton, tapi dirinya benar-benar ingin membantu Mila.


Namun sayang sekali dengan nasib yang tidak berpihak pada Anton. Karena jelas sekali pandangan Mila sangat berbeda, dirinya merasa Anton benar-benar kelewatan karena hampir menyentuh tubuhnya.


"Maafkan aku Bu Mila," gumam Anton yang menyesali tindakanya.


Mila sendiri tidak mendengar gumaman Anton, karena mobil ini memang kedap suara dari luar. Mila sendiri langsung melajukan mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan Anton.

__ADS_1


Di tempat lain, di sebual Villa kaki gunung, ada seorang pemuda yang lumayan tampang sedang duduk dengan santainya di sofa dan di temani oleh beberapa pengawal juga pelayan Villa tersebut.


"Tuan Muda? apa yang anda ingin kami lakukan untuk anda?" tanya salah satu dari pengawal.


Mendengar pertanyaan pengawalnya, Marvel sendiri merasa bingung. Marvel tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan memiliki pengawal seperti ini. Di rumah orang tuanya juga, sama sekali tidak ada pengawal. Yang ada hanya satu satpam dan dua asisten rumah tangga. Jadi sekarang dirinya benar-benar bingung harus bertindak atau meminta apa. Karena Marvel biasa melakukanya seorang diri, bahkan sangat jarang meminta bantuan orang lain. Walaupun begitu sebelumnya, namun sekarang sudah berbeda. Marvel sendiri juga sadar bahwa saat ini dirinya mempunyai pengawal, hanya saja dirinya masih bingunh sendiri.


Ya tentu saja pemuda yang di bicarakan adalah Marvel.


Marvel berfikir beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan dari pengawal tadi.


"Aku sendiri bingung apa yang harus kulakukan saat ini," jawab Marvel jujur.


"Apapun yang anda inginkan, kami akan berusaha menyediakanya Tuan," sahut seorang pelayan.


Marvel kembali merenung dan berfikir sebentar.


"Yahhh, baiklah... aku hanya ingin disini menunggu istriku, itu saja kurasa," jawab Marvel memutuskan.


"Begitu....., bagaimana jika selama anda menunggu Nona Muda, anda kami pijit atau bisa juga makan apa saja yang anda inginkan," saran seorang pelayan.


"Ahhhh, tidak-tidak... aku tidak mau dipijit., kecuali istriku sendiri yang memijit," tolak Marvel.


"Kalau begitu..., bagaimana jika anda makan-makanan ringan misalnya, atau minum apa begitu?" tambah pelayan bertanya. Marvel kembali tersenyum kecut karena sepertinya dia didesak oleh pelayan dan pengawalnya sendiri. Namun demikian Marvel tidak marah, karena memang mereka situgaskan seperti itu.


"Kalian ini,... baiklah-baiklah, aku hanya ingin makan istriku saat ini," kekeh Marvel yang membuat semua orang juga ikut terkekeh.


"Begini saja, kalian tolong biarkan aku sendiri disini, nanti jika aku butuh kalian, aku yang akan memanggil kalian," tambah Marvel memutuskan.


"Emmm, baiklah kalau begitu, kami permisi dulu Tuan Muda," jawab seorang pengawal, sebelum meminta yang lainya untuk undur diri. Tentu saja ucapan Marvel adalah perintah yang harus mereka turuti, apapun permintaanya. Itulah alasan semua pengawal tidak berani menolak permintaanya. Semua orang membungkukan badan kearah Marvel sebelum berbalik dan pergi dari hadapan Marvel.


"Kamu kemana saja sih! lama amat pulangnya," gumam Marvel yang sepertinya memang sudah sangat merindukan istrinya.


Marvel menunggu sedikit lama, karena memang dirinya tidak sadar jika Mila sedang oergi ke salon.


Tanpa sadar, Marvel juga sampai menguap dan perlahan menutup matanya sampai tertidur di atas sofa. Para pelayan yang mengetahui hal ini hanya bisa diam dan tidak bersuara, karena mereka takut jika sampai membangunkan Tuan Muda nya.


Tak berselang lama setelah Marvel tertidur, Mila dengan Lamborghininya tiba di Villa. Dengan segera Mila memarkirkan mobil dan keluar dari mobil.


Terlihat Mila begitu cantik dan menawan, memang seperti habis dari salon. Para pengawal yang melihatnya juga sempat menelan salivanya, karena atasanya benar-benar cantik. Namun demikian mereka langsung menundukan kepala karena merasa tidak pantas menatap seperti itu pada Tuanya. Saat ini Mila sendiri membawa beberapa kotak, yanh sepertinya memang hadiah untuk sang suami.


Para pengawal yang melihat ini, dengan segera berlari kearah Mila. Sampai di depan Mila, pengawal langsung menawarkan diri untuk membantunya. Tentu saja Mila juga sedikit gugup karena para pengawal dengan sangat hormat memanggilnya dengan sebutan Nona Muda. Bahkan kali ini para pengawal juga membungkuk kearahnya. Benar-benar terlihat seperti seorang ratu.


"Kalian ini terlalu sopan padaku," ucap Mila pada pengawal.


"Tidak Nona, sebenarnya kami masih kurang layak untuk disebut sopan, karena anda bagaikan seorang ratu untuk kami," jawab pengawal memuji Mila.


Mendengar pujian itu, Mila bukan angkuh atau sombong namun malah tertawa sampai memegangi perutnya.


"Hahahaha kalian ini, tidak usah terlalu meninggikan aku! aku takut terjatuh," ucap Mila diswla tawanya, "yasudah jika kalian ingin membantu, tolong bawakan semua barangku di mobil, kecuali kotak ini...karena aku akan memberikanya pada Marvel," tambah Mila seraya menjelaskan.


"Baik Nona Muda," jawab beberapa pengawal tadi, sebelum membungkukan badan kembali kearah Mila. Mila kembali tertawa dan menggelengkan kepala. Selesai tertawa, Mila langsung berjalan untuk masuk kedalam Villa.


Para pengawal sendiri segera mengambil beberapa barang dari mobil Mila dan segera membawanya masuk.

__ADS_1


"Dasar anak manja, pulang sekolah langsung tidur," gumam Mila dengan tersenyum kecut saat melihat Marvel yang tertidur di atas sofa. Dirinya tidak tahu saja, bahwa Marvel sampai tertidur saat menunggunya pulang terlalu lama.


__ADS_2