
Setelah cukup jauh, dan tidak ada seorang siswa atau siswi yang melihatnya, Marvel langsung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Apakah kamu yakin Vel? akan turun disini?" tanya Mila dengan nada kurang yakin saat menatap suami kecilnya.
"Hehehe ya tentu saja sayang, aku akan jalan kaki menuju sekolah," jawab Marvel dengan yakin saat tersenyum.
"Ya baiklah, kamu hati-hati ya Vel," ucap Mila dengan sedikit khawatir.
"Ya sayang," cupppp. Marvel kembali mencium Mila, namun saat ini tidak ada perlawanan dari Mila. Karena menang Mila tidak terkejut dengan ciuman Marvel.
"Aku keluar dulu," tambah Marvel berucap.
Akhirnya Marvel keluar dari mobil, dan Mila sendiri beralih ke kursi pengemudi seraya menatap Marvel yang sudah berada di luar mobil. Mila dengan perlahan memutar balik mobil kearah sekolah setelah Marvel melambaikan tangan kearahnya.
Marvel sendiri dengan perlahan berjalan kaki kearah sekolah setelah Mila memutar mobilnya.
Beberapa kali Mila melihat kearah sepion karena merasa tak enak hati dengan Marvel. Juga Mila merasa khawatir jika sampai nanti terjadi sesuatu pada Marvel.
Namun Marvel sendiri hanya berjalan dengan santainya tanpa merasa khawatir sedikitpun. Beberapa saat setelah Marvel berjalan, tiba-tiba ada seorang pengendara motor berhenti tepat di sebelahnya.
Marvelpun juga ikut berhenti dan menatap pengendara motor.
"Hey Vel!" seorang pria berseragam sekolah yang sama dengan Marvel, langsung menyapa Marvel.
"Hey Wahyu!" jawab Marvel dengan senyuman.
"Kenapa jalan kaki? dimana mobilmu?" tanya Wahyu penasaran.
"Mobilku dijual sama Papi," jawab Marvel asal.
"Hahahaha, masa sih Papimu tega menjual mobil anak kesayanganya," ucap Wahyu dengan terkekeh.
"Bukan masalah tega, tapi mungkin Papi ingin mengajarkan aku hidup dalam kesederhanaan," jelas Marvel tanpa ragu.
"Hahaha benar juga Vel, apakah kamu tetap mau berjalan kaki kearah sekolah?" tanya Wahyu menggoda.
"Tidak lah, kan ada kmu sekarang, jadi aku akan kesekolah membonceng kamu," jawab Marvel percaya diri.
"Haha, yaya Ayolah Vel, aku suka jawabanmu yang selalu percaya diri!" ajak Wahyu.
"Ya tentu saja, lagian aku tahu kamu tidak akan tega melihatku berjalan sendirian," jawab Marvel dengan terkekeh, sebelum langsung duduk di jok motor milik Wahyu.
Setelah Marvel membonceng motornya, Wahyu langsung menarik gas motor dan melajukanya kearah sekolah.
Mila yang melihatnya dari sepion menjadi sedikit lega, karena saat ini Marvel sudah tidak berjalan kaki.
Akhirnya Mila menginjak pedal gas dengan lebih kuat, dan melajukan mobil dengan lebih cepat.
Marvel sedikit terpana melihat mobilnya melaju cepat, 'ternyata bisa juga mengendarai mobil seperti itu,' batin Marvel dengan senang.
Sampai di depan gerbang sekolah, beberapa siswa yang tadi sempat menghadang mobil sudah tidak ada di lokasi, hanya ada beberapa yang baru datang.
"Mobil apa itu? sangat keren!" seru siswa yang baru datang.
__ADS_1
"Sepertinya itu Lamborghini!" jawab siswa lainya.
"Siapa di sekolah kita yang memiliki lamborghini?"
"Aku kurang tahu juga, kita lihat saja nanti!"
"Heyyy, pasti pemiliknya pemuda tampan disekolah kita!"
"Pemuda siapa? tidak ada disekolah kita yang memiliki harta cukup untuk membeli mobil semewah itu,"
"Ya siapa tahu aja siswa baru,"
Kembali terjadi kegemparang di depan gerbang sekolah, hanya saja Mila tidak begitu menanggapinya seperti Marvel.
Mila tetap melajukan mobilnya, beberapa siswa dan siswi yang sempat menghadang juga memberikan jalan padanya.
Namun banyak siswa dan siswi yang mengejar mobil Lamborghini kearah tempat parkir saat ini.
Bahkan Celsea dan Anisa juga melakukan hal yang sama setelah melihat mobil tersebut masuk kedalam sekolah.
Saat ini Mila sudah sampai di tempat parkir, dan banyal sekali siswa yang menunggunya di luar mobil. Seolah semua siswa ini penasaran dengan pemilik mobil.
Setelah mematikan mesin mobil, Mila dengan cuek dan santai membuka pintu pengemudi keatas dan keluar dari mobil.
"Bu Mila?" seru sebagian siswa dan siswi secara bersamaan.
Karena ini terjadi di tempat parkir, dan banyak orang yang berseru, beberapa guru yang sudah tiba di kantor pun kembali keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ternyata Bu Mila?" gumam seorang Siswi dengan nada sedikit.
"Yahhhh, ternyata Bu Mila,"
Banyak siswa dan siswi yang sedikit kecewa dengan kejadian ini.
"Kenapa kalian seperti kecewa melihatku keluar dari mobil?" tanya Mila menanggapi kekecewaan muridnya.
"Tidak, kita tidak kecewa kok Bu, kita semua senang," jawab seorang Siswa cowok sebelum menatap teman-temanya, "ya kan teman-teman?" lanjut siswa tadi meminta dukungan teman-temanya.
"Iya Bu, kita semua senang," jawab teman-teman siswa tadi mendukung temanya.
"Hahaha dasar, yasudah sekarang bubar dan bersiap ya! hari ini jangan lupa bahwa kita ada upacara!" titah Mila pada semua muridnya.
"Ya bu," jawab semua Murid dengan patuh sebelum membubarkan diri.
Saat ini hanya tersisa dua siswi di tempat tersebut, tentu saja siswi tersebut adalah Anisa dan Celsea.
Keduanya jelas penasaran kenapa bisa Bu Mila mengendarai mobil ini.
Mila sendiri tidak begitu tahu jika saat ini ada dua siswi yang menunggunya. Mila hanya menutup kembali pintu pengemudi, sebelum mengunci mobil dengan menekan tombol pada kunci.
Saat Mila berbalik, dirinya baru terkejut, karena saat ini Anisa dan Celsea ada di depanya.
"Ka-kalian? apa yang kalian lakukan disini?" tanya Mila dengan nada sedikit terbata. Karena benar-benar terkejut.
__ADS_1
"Bu Mila? sebenarnya mobil siapa ini?" tanya Anisa yang memang penasaran.
"Ya tentu saja ini mobilku, memangnya kenapa?" jawab Mila dengan berusaha santai sebelum bertanya kembali.
"Apakah Bu Mila menjawab dengan jujur?" tanya Celsea menyahut.
"Tentu saja aku jujur, memangnya kenapa?" jawab Mila dengan nada di yakin-yakinkan. Padahal dirinya sudah sedikit gugup, takut jika nanti keceplosan di depan Celsea.
"Lalu kenapa tadi berputar balik saat hampir sampai disekolah?" tanya Anisa dengan selidik.
Mendengar pertanyaan Anisa, mambuat Mila sedikit bingung namun dengan cepat menemukan alasan yang tepat supaya Anisa dan Celsea tidak curiga padanya.
"Oh tadi hanya mau membeli sesuatu, tapi malah warungnya tutup," jawab Mila bohong saat menjelaskan.
"Emmm, begitu ya bu," ucap Anisa yang masih penasaran dan sedikit ragu dengan kejujuran Mila.
"Ya tentu saja Nis," jawab Mila meyakinkan.
"Kalau begitu kenapa semalam saat kita makan malam, kita berdua melihat mobil lama Bu Mila ada di lokasi dan mobil ini juga ada di lokasi, bahkan mobil ini juga bersebelahan dengan mobil lama anda," tanya Celsea yang mengingat kejadian semalam.
"Ya Bu, dan semalam juga banyak orang-orang di luar Resto yang mengatakan bahwa pemilik mobil ini adalah seorang pria muda yang sangat tampan, tidak mungkin kan Bu, ada orang lain memiliki mobil yang sama persis dengan milik Bu Mila? lagian juga tidak mungkin ada dua plat nomor yang sama," tambah Anisa menjelaskan.
'Mati aku, bagaimana mereka bisa mengetahui sedetail itu? bagaimana cara aku menjawabnya?" batin Mila dengan sedikit bingung dan perasaan gugub.
Mila mulai merenung dan berfikir agar menemukan jawaban yang tepat dan tidak membuat kedua gadis ini curiga padanya.
Saat Mila merenungkan jawaban beberapa saat, Marvel sudah sampai di sekolah. Marvel langsung turun dari motor temanya dan dengan cepat mendekat kearah Mila, Celsea dan Anisa. Marvel melakukan ini karena melihat Mila seperti salah tingkah dan bingung sendiri saat bicara dengan kedua gadis ini.
Marvel berinisiatif sendiri untuk membantu Mila dengan cara mengalihkan pembicaraan ketiganya.
"Hey Bu Mila?" sapa Marvel sebelum menjabat tangan Mila dan mencium punggung tanganya. Tentu saja ini tidak membuat Celsea ataupun Anisa curiga, karena memang Marvel sudah terbiasa melakukan hal seperti itu pada semua gurunya.
"Halo Anisa, Halo sayang," lanjut Marvel menyapa Anisa juga Celsea.
"Hey Vel," jawab Anisa dengan senyuman.
"Halo sayang, kok baru datang?" jawab Celsea sebelum bertanya kembali.
"Hehehe aku jalan kaki dari rumah, jadi agak telat sampai di sekolah," jawab Marvel tanpa ragu saat menunjukan giginya.
"Apa? kamu jalan kaki? memangnya dimana mobilmu?" tanya Celsea dengan sedikit terkejut.
"Aku juga kurang tahu, tapi saat aku akan berangkat kesekolah, tidak ada mobil di garasi," jawab Marvel dengan bohong, dirinya juga mengedipkan satu mata kearah Mila yang saat ini melongo atas ucapan Marvel.
"Hemmm, mungkin sedang di pakai Om Yustian Vel, kalau begitu kenapa tidak menghubungi aku? aku kan bisa menjemput kamu!" tanya Mila seraya menjelaskan.
"Ya aku tidak sempat berfikir seperti itu, lagian sekarang hari senin, dan kita harus segera upacara," jawab Marvel tanpa ragu, setelah melihat Celsea dan Anisa tidak curiga padanya.
"Benar juga yang Marvel katakan, sekarang hari senin dan kita harus segera melakukan upacara! ayo buruan kita bersiap-siap!" sahut Mila menanggapi ucapan Marvel seraya mengusir murid-muridnya tersebut. Pasangan pengantin baru ini dengan kompak mengedipkan satu mata kearah masing-masing.
Celsea dan Anisa benar-benar tidak curiga sedikitpun dengan Marvel juga Mila saat ini.
"Benar juga ayo kita bersiap!" sahut Anisa menanggapi.
__ADS_1
Akhirnya semua orang pergi keruangan masing-masing untuk bersiap. Mila sendiri merasa lega, karena berhasil diselamatkan oleh Marvel dari pertanyaan-pertanyaan Celsea juga Anisa.