
pak sukri dengan segera mengambil ponselnya dan menghubungi putra nya
trutt
trutt
" halo , ada apa yah ?? tanya Raihan yang muncul dari belakang yang seketika membuat ayah nya kaget bukan main sedangkan ibu nya yang melihat anak nya langsung berlari memeluk nya
" kamu tidak apa apa nak ?? tanya ibu nya dengan air matanya seraya mengecek badan anak nya
" ada apa sih , Raihan baik baik saja " jawab Raihan santai
" kok kamu disini Rai ?? tanya ayah nya yang mendapat lemparan buah apel dari snag istri yang di ambil di meja
" ayah kok malah nanya gitu , harus nya ayah bersyukur yang disana bukan anak kita , dan kalau kasih info yang benar dong , jangan sok tau " ucap Bu malah yang semakin membuat Raihan Bingung
" ada apa sih ?? tanya Raihan yang sudah sangat Bingung melihat tingkah mereka ditambah lagi dengan ibu nya yang tiba tiba memeluk nya dengan air mata nya
" ayah gak salah kok ,itu beneran plat nomor kendaraan yang ayah hadiahkan ke Raihan " ucap ayah nya
" ayah jangan sok tau , buktinya Raihan masih disini " ucap ibu nya dengan nada kesal
" coba ayah jelasin ada apa , Raihan Bingung melihat kalian Lo , tiba tiba ibu datang meluk Raihan sambil menangis , ya Raihan memnag tau kalau ibu terlalu sayang sama diriku tapi maaf Bu , Raihan bukan anak kecil lagi yang harus di sayang sayang " ucap Raihan
" itu ada yang kecelakaan lalu ayah mu bilang jika itu kamu " ucap ibu nya
__ADS_1
" hah " satu kata yang keluar dari mulut Raihan masih Bingung
" tadi ada berita kecelakaan , dan ayah sangat hafal plat mobil mu sama persis , nomornya gak mungkin sama kan dengan kendaraan lain nya " ucap ayah nya menjelaskan
" ohh dimana , mungkin ayah salah lihat " ucap Raihan yang lupa jika mobilnya dibawa oleh Raihan
" mobil ku ada di garasi " lanjut Raihan duduk di sofa dengan santai tiba tiba dia mengingat sesuatu yang membuat wajah nya sangat panik , dia berdiri dari tempat duduk nya dan mengambil hp nya dengan tangan yang bergetar
" tangan mu kenapa bergetar Rai , ada yang nelfon tanganmu ?? tanya ayah nya tapi tidak mendapat jawaban dari Raihan yang sudah pucat ,mata Raihan sudah berkaca kaca
Raihan menelfon nomor Zai dengan tangan yang tak henti hentinya bergetar , dia berdoa dalam hati agar sesuatu yang dilihat ayah nya hanya kesalahan mata
truttt
trutt
trutt
" hah sialan lu Zai bikin gue khawatir aja , lu hari ini merajuk kemana sampai bawa mobil gue lagi , tu mobil hadiah ayah ku jangan kamu rusak kalau sampai rusak gue lepas tu Otong biar gak banyak tingkah " ucap Raihan tersenyum tipis
" kamu sudah di rumah gak , gimana cara kakak gue bujuk bocah yang merajuk ?? tanya Lagi Raihan dengan tawa renyah nya
" maaf apa ini dengan keluarga korban ?? tanya seseorang dari dalam yang seketika membuat raut wajah Raihan berubah drastis , tangan nya yang tadi nya sudah berhenti bergetar kembali bergetar
" ada yang nelfon tangan mu lagi Rai " ucap ayah nya cekikikan melihat tangan putranya yang suka gemetar
__ADS_1
" ini siapa ya ?? tanya Raihan yang sudah kembali pucat
" kami dari kepolisian , dan ini hp korban kami temukan didalam mobil beruntung tidak hancur hanya retak sedikit saja , kami tadi sudah berniat menghubungi keluarga beliau tapi anda menelfon duluan , beliau pemilik hp ini mengalami kecelakaan dan sudah di larikan ke rumasakit , untuk sementara hp beliau kami amankan terlebih dahulu " ucap pak polisi yang membuat wajah Raihan semakin pucat
Raihan mematikan hp nya dan mengusap wajah nya kasar , air mata nya sudah mengalir begitu saja yang membuat ibu dan ayah nya di buat penasaran
" kamu kenapa Rai ?? tanya ibu nya
" Zaidan Bu " ucap Raihan dengan lirih dia tidak sanggup melanjutkan kata kata nya
" Zaidan menantu ibu ?? tanya lagi ibu nya dan di angguki oleh Raihan
" menantu ibu kenapa Rai ?? tanya ibu nya yang sudah ikut panik sedangkan ayah nya Raihan sudah duduk di lantai menduga duga sesuatu
" Zai Bu " ucap lagi Raihan yang tidak bisa melanjutkan ucapannya , air mata nya tidak bisa ia tahan tahan yang membuat ibu nya ikut menangis menggoyang goyangkan tubuh Raihan untuk mendengar kepastian
" MENANTU IBU KENAPA RAI ?? tanya ibu nya sedikit berteriak
" kecelakaan " satu kata yang keluar dari mulut Raihan hingga dia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya dengan tangisan nya yang semakin pecah
ibu nya juga sudah tak kuasa mengeluarkan sepatah kata ,hanya air matanya yang keluar
" telfon kakak mu " ucap lirih ayah nya
Alhamdulillah bisa up 3 EPS malam ini , author fokus ke novel ini dulu , yang novel lain author hanya up 1-2 EPS
__ADS_1