
"Apakah Papi tidak salah? apakah ini benar-benar Villa yang Papi hadiahkan untuk kita?" tanya Mavek dengan suara gemetar.
"Hahaha, ya tentu saja itu semua untuk kamu dan Mila, apakah pelayanya juga terlihat baik? jika tidak nanti Papi akan menggantinya dengan yang lebih baik," jawab Yustian dengan tawanya.
"Apa?? apakah Papi serius? ini semua untuk kita?" tanya Marvel sekali lagi, karena masih belum bisa mempercayai semuanya. Marvel masih mengira bahwa saat ini dirinya sedang bermimpi. Bahkan Mila juga demikian, karena saat ini Mila sendiri juga bisa mendengar pembicaraan Marvek dan Yustian.
"Ya tentu saja Vel! yasudah selamat menikmati malam pertama pengantin baru, Papi sudah pengen nimang cucu dari kamu," jawab Yustian dengan sedikit menggoda Marvel.
"Ahhhhh, ya terimakasih Pi, terimakasih karena Papi memang paling istimewa dan sangat baik pada Marvel," seru Marvel dengan perasaan gembira dan hati penuh dengan suka cita. Mila sendiri juga demikian. Dirinya benar-benar tak menyangka akan menjadi sekaya ini setelah menikah dengan Marvel. Jika dari pertama Mila mengetahui hal ini, mungkin dirinya akan dengan senang hati menerima perjodohan ini. Sekarang bahkan Mila berfikir juga tidak masalah jika teman-temanya banyak yang mengetahui tentang ini. Karena jelas mungkin tidak ada lelaki lain yang bisa merubah hidup Mila menjadi sekaya ini kecuali Marvel tentunya.
"Ya Vel, yasudah sampai nanti," jawab Yustian dengan nada bangga sebelum mamatikan panggilan sepihak di ponselnya. Yustian melakukan ini karena tidak ingin mengganggu malam pertama anak kesayanganya tersebut.
****
"Apakah Papi yakin tidak terlalu berlebihan memberikan hadiah kemewahan seperti itu pada anak kita?" tanya Sinta setelah Yustian mematikan panggilan.
"Tentu saja Papi yakin Mi, lagian itu semua juga atas perintah Ayah, tau sendiri lah Mi, seperti apa rasa sayang Ayah ke Marvel," jelas Yustian meyakinkan.
"Hemmn, memang iya juga... tapi sudah lama sekali Ayah tidak kembali kesini, apakah dia tidak rindu bertemu kita juga Marvel? padahal kan Ayah sangat sayang pada Marvel," keluh Sinta yang memang sebenarnya juga rindu dengan Ayahnya.
"Ayah pasti sedang mengembangkan bisnisnya diluar negeri, kita sebagai anak hanya bisa mendoakan saja agar Ayah semakin sukses disana," jawab Yustian menenangkan istrinya.
"Iya Pi, hanya saja rasa rindu ini belum bisa terobati jika Mami belum bertemu dengan Ayah," ucap Sinta dengan memanyunkan bibirnya.
"Iya Papi tahu, tapi mau bagaimanapun juga Mami tau sendiri, jika Ayah bekerja keras untuk kita dan keluarga kita," jawab Yustian menanggapi.
"Oh iya Mi, Papi kangen sama Mami, bagaimana kalau malam ini kita kangen-kangenan?" goda Yustian seraya mengedipkan satu matanya.
"Hehe iya Pi, benar juga Mami juga kangen sama Papi, karena biasanya Papi jarang dirumah dan akhirnya Mami juga jarang di belay," jawab Sinta tanpa malu.
"Ya iya Mi, makanya sekarang Papi benar-benar sudah rindu sama Mami, kita jangan sampai kalah dengan pengantin baru, yakan Mi?" goda Yustian sebelum langsung memeluk Sinta.
"Iya Pi, lagian sekarang dirumah ini kita hanya berdua, jadi tidak akan ada yang mengganggu," kekeh Sinta dengan membalas pelukan suaminya.
"Mami mau main berapa ronde nanti?" tawar Yustian dengan percaya diri.
__ADS_1
"Halah Papi pake sok nawar segala? memangnya masih kuat berapa ronde? kan sekarang juga sudah berumur, pasti sekali saja sudah loyo kan?" ledek Sinta seraya terkekeh.
"Loh Mami jangan meremehkan Papi ya, Papi ini masih kuatan looo, pokoknya Papi tidak kalah sama Marvel," jawab Yustian dengan yakin.
Padahal jelas terakhir kali kangen-kangenan dengan Sinta, dirinya hanya kuat satu ronde saja karena memang saat itu sedang kelelahan juga. Namun kali ini Yustian akan meminum obat kuat, tentu untuk memuaskan dan menyenangkan istrinya.
"Hehehe iya Papi sayang, nanti kita buktikan saja siapa yang lebih kuat saat di atas ranjang," ucap Sinta sebelum mencium dengan mesra pipi suaminya.
Yustian pun juga membalas ciuman di pipi Sinta, keduanya kemudian masuk kekamar untuk melanjutkan percintaan keduanya.
****
Kembali ke Marvel dan Mila, saat ini keduanya sudah berada di dalam kamar setelah perjalanan singkat beberapa saat yang lalu.
"Kamar yang sangat besar dan indah," gumam Mila tanpa sadar saat menatap kamar pengantinya.
"Emmm, Bu, Mila, atau bagaimana aku binggung ya," ucap Marvel mencoba memanggil istrinya, namun masih ada rasa canggung saat dirinya bicara.
"Emmm, iya Vel?" jawab Mila seraya menatap suaminya.
"Jadi mulai sekarang aku panggil kamu dengan sebutan apa?" tanya Marvel langsung karena merasa bingung.
Tidak seperti sebelumnya saat Mila menolak untuk dinikahinya, Marvel dengan sangat percaya diri bicara seolah bisa menaklukan hati Mila. Sekarang setelah Mila sudah takluk, malah Marvel sendiri yang menjadi gugub. Bahkan saat ini Marvel belum berani duduk di sebelah Mila, karena masih takut jika sampai tergoda dengan harumnya parfum yang Mila kenakan. Apalagi sekarang keduanya sudah ada dalam satu kamar. Marvel dan Mila benar-benar pasangan yang aneh.
"Bagaimana jika aku panggil kamu dengan sebutan sayang? apakah boleh?" tanya Marvel meminta persetujuan saat memamerkan giginya.
"Ya tentu saja boleh lah Vel, kamu kan sekarang memang sudah menjadi suamiku," jawab Mila dengan senyuman. Ini sungguh membuat Marvel semakin gugub, namun demikian Marvel nuga sedikit membenarkan ucapan Mila, bahwa sekarang keduanya sudah menjadi pasangan suami istri. Ini juga sedikit membuat Marvel penasaran dengan yang namanya malam pertama. Apalagi jelas malam ini adalah malam pertamanya dengan Mila.
"Hehehe," hanya itu yang keluar dari mulut Marvel.
"Lah kok tertawa sendiri," ucap Mila sebelum melanjutkan, "jadi sekarang mau bagaimana Vel?" tanya Mila dengan pipi yang mulai memerah karena sedikit malu. Walaupun malu, namun Mila tetap bertanya pada suami kecilnya ini maunya bagaimana. Lagian seorang istri yang menawarkan diei untuk suami itu adalah istri sholehah. Itu semua menurut buku yang selalu dibaca Mila.
"Sayang...apakah kamuuu... benar-benar rela jika aku sampai... hehe, aku malu lah,..." jawab Marvel dengan terbata-bata karena memang malu. Jika sama wanita seusianya mungkin Marvel tidak akan Malu, namun dengan wanita yang lebih dewasa juga dengan gurunya sendiri, ini jelas membuatnya sedikit malu. Walaupun Mila adalah istrinya, tapi tetap saja Mila juga gurunya.
"Kenapa Malu Vel? yasudah kalau kamu masih malu untuk melakukan hal itu, aku mau tidur saja, kita lakukan lain kali saja," ucap Mila sebelum menguap, sepertinya memang sudah mengantuk. Walaupun demikian, seandainya Marvel menginginkan kegadisanya, Mila akan memberikanya kapanpun Marvel siap.
__ADS_1
"Ya,... hehe ya kita tidur saja,." jawab Marvel seraya menggaruk kepalanya, karena memang tidak tahu harus menjawab apa.
"Baiklah Vel, aku tidur dulu ya Vel," ucap Mila berpamitan sebelum membaringkan tubuhnya di atas ranjang pengantin dan menutup tubuhnya dengan selimut, perlahan juga Mila menutup matanya.
Marvel sendiri hanya beberapa kali menatap istrinya yang saat ini sudah memejamkan mata.
"Kamu memang sangat cantik, tertidurpun juga sangat cantik, mungkin malam ini aku belum bisa melakukan hal itu denganmu, tapi besok-besok aku akan mempersiapkan diri untuk melakukan hal itu denganmu," gumam Marvel di sela tatapanya pada kecantikan Mila.
Marvel benar-benar tidak mengetahui jika Mila mendengar semua gumamanya. Hanya saja Mila tetap menutup mata, karena tidak ingin membuat suami kecilnya salah tingkah.
Marvel pun dengan perlahan ikut membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Marvel juga beberapa kali melirik kecantikan Mila yang sekarang terbaring di sebelahnya. Jantung Marvel berdetak semakin cepat, dan cepat saat menatap Mila, ditambah saat mencium bau harum dari tubuh Mila. Bahkan tanpa sadar kejantananya juga ikut terbangun.
"Sayang? apakah aku boleh menciumu?" gumam Marvel yang kembali di dengar Mila. Namun Mila hanya diam dan tak menjawabnya.
Karena tak ada jawaban, Marvel mengira bahwa Mila sudah tertidur, dan akhirnya Marvel meberanikan diri untuk mencium lembut bibir istrinya.
Mila tersenyum sedikit saat menerima ciuman dari Marvel. Hanya saja Marvel tidak mengetahui hal ini.
Marvel juga memberanikan diri untuk memeluk istrinya, walaupun gugub dan jantungnya berdetak cepat. Namun Marvel sebenarnya juga sangat menginginkan hal itu, hanya saja dia belum berani melakukanya, karena memang ini adalah pertama kalinya dia akan melakukan hal seperti itu.
Mila sendiri bisa merasakan sesuatu yang keras dibawah sana saat Marvel memeluknya. Bahkan tanpa terasa, pipi Mila memerah saat pipinya semakin hangat karena rasa malu juga penasaran dalam hatinya.
Tidak tahan menunggu terlalu lama, Mila akhirnya membuka kembali matanya perlahan.
"Sayang, jika kamu mau malam ini, aku tidak keberatan memberikanya padamu," lirih Mila yang membuat Marvel langsung panik dan hampir melompat.
"Ahhh, apa?" tanya Marvel seolah tak percaya dengan yang di dengarnya.
"Vell, tidak usah panik seperti itu, kita ini suami istri, jadi mulai sekarang jika kamu menginginkan hal itu, aku akan memberikanya padamu," jawab Mila dengan sedikit kesal karena suami kecilnya ini yang tidak peka.
"Heheh apakah kamu serius? tapi ,... ini yang pertama buatku, aku masih kurang ahli melakukan hal semacam itu," jawab Marvel menjelaskan.
"Tidak apa Vel, aku juga pertama kali melakukan ini, jadi kita sama-sama belum ahli, namun begitu kita tetap harus melakukanya," ucap Mila dengan lembut.
__ADS_1
Saat ini keduanya masih berbaring saling berhadapan, bahkan Marvel masih memeluk Mila.
"Ya Baiklah," jawab Marvel yang kemudian langsung kembali mencium bibir mila dengan lwmbu. Mila juga dengan senang hati membalas ciuman lembut dari Marvel.