Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Cuma Raihan yg bersalah


__ADS_3

Aliya langsung menggendong Ayyan yang terlihat biasa biasa saja.


" mommy kenapa angkat Ayyan , Ayyan masih mau main " ucap Ayyan.


" sudah main kuda kuda nya Ahran , nanti kalian jatuh " ucap Aliya.


" tidak mau " saut Ahran tanpa menoleh ke arah nya.


" ni anak satu bandel amat sih " ucap Raihan yang sudah capek di posisi tersebut.


" maju kuda , kita akan ke Daddy " teriak Ahran tapi Raihan tidak bergerak sedikit pun membuat nya kesal dan manarik rambut Raihan.


" ahhgggg , Ahran ,lepas , uncle akan membawamu ke arah Daddy mu " teriak Raihan meringis kesakitan.


" cepat makanya uncle , disuruh sama Ahran harus cepat tidak boleh telat karena kata Mommy kalau telat itu tidak baik " ucap Ahran mulai mengeluarkan kata kata bijak nya.


" iya iya , mari kita berangkat " ucap Raihan membuat tawa Ahran pecah saat di atas tubuh Raihan yang berjalan seperti seekor kuda.


BRUKK


Ahran yang kurang keseimbangan terjatuh dari atas tubuh Raihan membuat Aliya dan Zai sangat kaget dan berlari ke arah mereka.


" Ahran " teriak Aliya

__ADS_1


Raihan juga sangat dibuat kalang kabut , Raihan dengan cepat berdiri dan menggendong Ahran Yang hanya menangis kecil.


" astaga Raihan , kenapa bisa seperti ini " ucap Aliya menurun kan Ayyan dari gendongan nya dan mengambil Ahran.


" hahaha uncle dimarahi mommy kan , siapa suruh buat kakak nangis " ucap Ayyan tertawa melihat uncle nya yang dimarahi.


" kakak tidak nangis. " ucap tegas Ahran walaupun dia saat ini mengeluarkan air matanya.


" Mommy hapus air mata Ahran , kan kalau laki laki itu tidak boleh nangis kan Mommy " ucap Ahran dan di angguki oleh Aliya dengan senyuman manisnya dan kelegaan nya.


" marahi uncle Daddy " pinta Ahran membuat Aliya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra nya.


" haha lihat uncle , kasihan dimarahi trus sama mommy " ucap Ayyan terus tertawa mengejek ke arah Raihan.


" Daddy " ucap tegas Ahran yang masih belum melihat Daddy nya memarahi Raihan.


" Uncle Raihan , kenapa kamu membuat anak ku yang ganteng jatuh hah , rasakan pukulan Daddy nya " ucap Zai pura pura memarahi Raihan


" pukul nya mana Daddy " ucap Ayyan dan di angguki oleh Ahran.


Plak


pukulan di lengan Raihan cukup keras membuat Raihan membulatkan matanya.

__ADS_1


" woi sialan apa kamu ingin mengambil kesempatan memukul ku sekeras itu " bisik Raihan mengelus lengan nya tapi hanya mendapat kedipan mata dari Zai.


" syukuri tu uncle , makanya jangan buat Ahran nangis " ucap Aliya.


" iya , tidak lagi " saut Raihan ikut pura pura ingin nangis.


" uncle jangan nangis , nanti di bawa orang gila loh " ucap Ayyan.


" iya , sudah besar tapi masih nangis , lihat Kakak jatuh tapi tidak nangis " ucap Ahran.


" tadi yang keluar dari mata mu itu apa , air sabun kah " gumam kesal Raihan.


" iya , sudah besar tapi masih nangis , kalah sama anak ganteng nya Daddy " ucap Zai.


" memang uncle Raihan Cemen Daddy " saut Ahran dengan suara yang sangat meremehkan.


" sudah lah , Ayo kita makan , Mommy sudah masak spesial buat kalian semua " ucap Aliya.


" uncle ikut saja , Ahran izinin kok " ucap lagi Ahran yang membuat Raihan ingin sekali melempar Ahran ke kulkas.


" iya tapi makannya jangan banyak banyak ya uncle " ucap Ayyan lagi yang semakin membuat Raihan sangat kesal.


" apa ini keturunan mu Zai , aku sudah ingatkan dulu agar mereka nanti sama seperti ku tapia AP sekarang mereka sangat rese " gumam Raihan

__ADS_1


__ADS_2