
Setelah Raihan membelikan yang di mau oleh kakak nya dia segera kembali ke rumah Zai untuk membawa nya , walaupun dia Sangat kesal tapi mau tidak mau dia harus mengikuti nya
tok
tok
tok
Zai membuka pintu dengan hanya menggunakan boxer dengan rambut yang masih sedikit basah
" kau kenapa disini lagi , ganggu orang saja " ucap Zai
" apa yang kamu mau lakukan hanya menggunakan boxer seperti itu, ?? tanya Raihan yang sudah keringat dingin
" bikin anak , kau mau apa sih ?? tanya lagi Zai , sedangkan Raihan sudah beku di tempat nya
" gimana rasanya Zai ?? tanya Raihan yang semakin penasaran
" mau tau ?? tanya Zai dan di angguki oleh Raihan
" rasakan sendiri " ucap Zai langsung mengambil kresek yang ada di tangan Raihan dan segera menutup pintu
__ADS_1
didalam kamar Zai memberikan kepada Aliya yang di bawa oleh Raihan tadi dengan senyuman manisnya Aliya mengambilnya dan mulai memakannya
" apa kamu mau dibantu sayang ?? tanya Zaidan
" tidak , aku bisa sendiri kalau mau nanya seperti itu liat aku bekerja baru lontarkan pertanyaan seperti itu " ucap Aliya
....
saat sudah selesai dengan makannya Aliya mulai menatap suaminya yang hanya menggunakan boxer , Aliya sudah tidak malu melihat nya dia sudah terbiasa akan hal itu
" Zai , apa kamu akan pergi betulan ke Amerika ?? tanya Aliya
" kenapa kamu tanya seperti itu lagi ?? tanya Zaidan
" betulkah ?? tanya Zaidan dan di angguki oleh Aliya
" kenapa kamu menangis seharusnya kamu bahagia dan bangga mempunyai suami yang pintar seperti diriku " ucap Zaidan membuat Aliya segera melepaskan pelukannya
" apa kamu akan menerima biaya siswa itu Zai ?? tanya Aliya
" siapa yang mau menyia-nyiakan kesempatan seperti ini sayang , " ucap Zaidan membuat Aliya seketika cemberut
__ADS_1
" aku ikut " ucap Aliya datar
" hah , apa yang kamu katakan barusan, aku tidak terlalu mendengarkannya " ucap Zaidan
" aku akan ikut bersamamu ke sana , aku tidak mau kamu sendirian ke sana " ucap Aliya tegas
" hahaha aku bisa jaga diri sendiri sayang , lagian kamu kerja bukan , aku juga dulu cukup lama tinggal disana sewaktu masih bocah " ucap Zaidan
" apa kamu berniat mencari perempuan lain disana ?? tanya Aliya dengan datar dan air mata nya yang sudah kembali menetes
" apa yang kamu pikirkan, itu tidak mungkin bagiku lagian aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik disini " ucap Zaidan
" tapi banyak yang lebih cantik disana bukan " ucap Aliya semakin terisak dengan tangisannya
" diam dong , kalau kamu tidak mengizinkan ku kan berarti aku tidak boleh pergi , dan aku pernah bilang bukan jika aku akan kuliah di kampus ayah saja " ucap Zai mengelus rambut istri nya walaupun dia sangat ingin sekali kuliah disana tapi dia juga memikirkan status nya yang sudah tidak sebebas dulu
" aku tidak mau jauh dari mu hiks...hiks." ucap Aliya
" iya aku tau , aku juga tidak mau jauh dari mu " ucap Zaidan
" tapi kalau mama sama papa setuju jika kamu kuliah di Amerika , aku harus bagaimana mas , aku tidak mungkin egois tidak mengizinkan mu " ucap Aliya
__ADS_1
" tidak , aku akan menurut kemauan istriku , aku janji " ucap Zaidan yang semakin membuat Aliya mengeratkan pelukannya