
Semua rombongan akhirnya masuk dengan membawa seserahan juga beberapa hadiah untuk Marvel juga Mila.
Mendengar suara jalan kaki yang rame di sekitar mereka, Mila dan Marvel akhirnya mengalihkan pandangan kearah sumber suara. Betapa terkejutnya calon suami istri ini, bahwa sekarang Yustian, Sinta dan Melani juga ada disana.
Marvel dan Mila sama sekali tidak mengetahui hal ini dan keduanya benar-benar kaget dan sedikit syok melihat rombongan yang begitu banyak. Bahkan ada penghulu juga beberapa saksi dari keluarga belah pihak juga ada disana.
Terlihat Yustian membawa sebuah kertas yang sepertinya sertifikat rumah. Juga para saksi dan keluarga besar dari kedua belah pihak yang membawa seserahan.
Marvel dan Mila kemudian dengan susah payah menelan salivanya. Siapa yang tidak terkejut dengan posisi keduanya.
"Ayah, apa maksutnya ini?" tanya Mila dengan susah payah saat menatap Ayahnya, karena Mila sudah bisa menebak bahwa ini adalah rencana Ayahnya.
"Nanti saja bicaranya Mila!" sahut Melani memotong pembicaraan.
"Ibu," ucap Mila dengan sedikit memanyunkan bibirnya karena sedikit kesal dengan ulah orang tuanya. Hanya saja Mila tetap tidak berani menentang keinginan Ayahnya.
"Tenang saja, semuanya baik-baik saja," sahut Bisma menenangkan.
"Silahkan! silahkan duduk!" tambah Bisma meminta semua tamu untuk duduk.
Bisma dan Melani dudu bersebelahan dengan Mila, sedangkan Yustian dan Sinta duduk bersebelahan dengan Marvel.
"Papi, apa maksutnya ini?" bisik Marvel yang sedikit malu, karena memang tak tahu apa-apa.
"Bukankah Om Bisma sudah bicara denganmu dan Mila?" ucap Yustian bertanya balik.
"Ya tentu saja, tapi apakah benar Marvel akan menikah malam ini juga?" tanya Marvel dengan tak percaya.
"Ya tentu saja, malam ini juga kamu akan menikah dengan Mila," sahut Sinta dengan perasaan haru juga senang.
"Apa, Mami?" ucap Marvel yang tak percaya bahwa Sinta juga sepertinya sangat bersemangat malam ini.
"Papimu sudah bercerita semua Marvel, jadi Mami akan lakukan apapun untuk kebahagiaan kamu," jawab Sinta dengan senang.
"Apa?" ucap Marvel sebelum mengalihkan pandangan kearah Papinya, "Papi bercerita apa?" tanya Marvel.
__ADS_1
"Sudah tidak usah banyak tanya dan banyak protes! sekarang kamu diam saja dan ikuti kami," titah Yustian yang mendapat anggukan dari Marvel. Jelas Marvel tidak bisa menolak ataupun membatalkan, karena semua sudah terjadi. Jadi yang bisa dilakukanya hanyalah pasrah saja. Lagian dirinya akan menikah dengan guru idamanya, pasti hatinya merasa senang kan.
Mila sendiri hanya menundukan kepala, wajahnya benar-benar merah karena malu. Dirinya tidak menyangka jika malam ini adalah malam dimana akan melepas masa lajangnya. Yang tidak dia habis pikir, kenapa menikahi muridnya sendiri. Seperti tak ada pria lain yang seumuran denganya saja.
"Bisma, kita langsung ke intinya saja... maksut kedatangan kami semua kesini adalah untuk melamar Mila anakmu, jika kamu menerimanya maka kami akan menyerahkan semua seserahan ini sekaligus menikahkan keduanya malam ini juga, bagaimana menurutmu?" tanya Yustian pura-pura basa-basi, padahal keduanya sudah berembuk sendiri di belakang layar.
"Hemmmm, bagaimana ya...."
"Langsung di terima saja Yah, lagian bukankah kalian memang sudah merencanakanya!" sahut Mila yang memang mulai kesal dengan Ayahnya.
"Hahahaha baiklah-baiklah, Mila apakah kamu sudah tidak tahan untuk mengalami malam pertama dengan Marvel!" jawab Bisma dengan tawa seraya menggoda Mila.
Mendengar jawaban gila Ayahnya, membuat wajah Mila kembali merona dan hanya bisa menundukan kepala karena Malu. Mila tidak akan bicara lagi atau dirinya akan semakin malu.
"Hahah sepertinya putrimu sudah setuju Bis, jadi bagaimana jawabanmu?" tambah Yustian bertanya. Keduanya benar-benar pandai berakting.
"Baiklah, karena sepertinya kedua anak kita sudah siap dan sudah setuju, aku sebagai orang tua hanya bisa mendukung keduanya, tentu aku akan merestui pernikahan ini," jawab Bisma sebelum tertawa sedikit.
"Baiklah, terimakasih Bisma," jawab Yustian sebelum mengalihkan pendangan ke beberapa orang yang membawa seserahan untuk diberikan kepihak Bisma, "ini hanya sedikit yang bisa kami berikan sebagai seserahan," tambah Yustian.
"Ini sih tidak sedikit, terlalu banyak malah, kita kan bingung nanti bagaimana cara membawanya pulang," ucap Melani memuji.
Setelah acar lamaran dan seserahan selesai, Mila dan Marvel diminta untuk bertukar memasang cincin pernikahan diantara keduanya.
Meskipun Mila sedikit enggan, namun dia tetap saja melakukan yang diminta semua orang. Ya semua ini dilakukanya terpaksa karena tak mungkin menolak keinginan Ayahnya yang gila. Juga tidak mungkin membuat malu di antara keluarga ini.
Mila berharap cincin akan kebesaran atau kekecilan agar pernikahan ditunda. Namun yang membuatnya kecewa, kedua cincin sangat pas di jari manisnya dan Marvel. Mila benar-benar pasrah saat membayangkan bahwa mulai malam ini dirinya akan tidur berdua dengan Marvel. Mila juga membayangkan kegadisanya akan direnggut Marvel setelah dirinya sah menikah dengan Marvel. Jantung Mila semakin berdetak cepat saat membayangkan malam pertama dengan Marvel. Seperti apa rasanya malam pertama dengan muridnya sendiri nanti.
"Pi, tapi aku kan belum hafal jawaban ijab qabul!" bisik Marvel, disaat semua orang menata persiapan untuk ijab qabul.
"Kamu tenang saja, karena Papi sudah menyiapkan segalanya, kamu nanti tinggal membacanya saja, dan semua beres," jawab Yustian yakin.
"Baiklah, Marvel ikut Papi saja," jawab Marvel pasrah.
Setelah semua selesai dilakukan dan di persiapkan, sudah saatnya acara ijab qabul dilakukan. Mila dan Marvel duduk bersebelahan, ya pokoknya seperti benar-benar dalam acara pernikahan lah. Padahal memang keduanya menikah, namun hanya semua dilakukan mendadak.
__ADS_1
Kedua pelayan tadi hanya diam dan tidak berani bicara sedikitpun karena sudah sangat kecewa. Pria idamanya benar-benar akan menikah didepan mereka, pasti mereka sangat kesal dan marah. Namun hanya bisa menatap dan menjadi saksi atas pernikahan ini.
"Aku kesal!" ucap salah satu pelayan sebelum menghentakan kakinya kelantai dan langsung berbalik badan untuk pergi dari tempat tersebut.
"Aku juga," satunya juga demikian, dan akhirnya kedua wanita patah hati ini segera pergi.
Kembali ke Marvel.
( Bisma ) "Saya nikahkan, dan saya kawinkan, anak saya Mila Fricilia binti Bisma Anggara dengan Marvel Yustian bin Yustian, dengan maskawin berupa emas seberat 1 kilo gram, dan berlian 20 gram juga uang tunai sebesar 1 milyar rupiah, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
( Marvel ) "Saya terima, nikah dan kawinya Mila Fricilia binti Bisma Anggara untuk diri saya sendiri, dengan maskawin tersebut dibayar tunai!"
( Penghulu ) "Bagaimana saksi? apakah sah?"
"SAHHHHHHHHH," seru semua saksi secara bersamaan dan suaranya bergena didalam Resto tersebut. Saat ini tidak ada tamu yang akan datang kedalam Resto tersebut, karena memang Yustian sudah membayar untuk menyewa semua malam ini. Jadi pintu gerbang masuk kedalam halaman Resto juga sudah ditutup oleh securiti.
"Alhamdulillah," ucap Penghulu sebelum memberikan do'a untuk kedua mempelai.
Saat Penghulu berdoa, Mila tidak bisa untuk tidak meneteskan air matanya. Bukan air mata haru, namur air mata kekecewaan karena Ayahnya memaksanya menikah dengan muridnya. Dan yang lebih membuatnya kesal adalah karena Mila tidak bisa melawan ataupun meminta Ayahnya untuk membatalkan pernikahan ini. Dirinya hanya bisa pasrah dan jengkel dengan semua ini.
Walaupun demikian, Mila tetap menandatangani buku nikahnya dengan Marvel. Juga menjabat tangan Marvel, bahkan dirinya juga menerima saat Marvel mencium keningnya. Sungguh Mila sendiri merasa bingung dengan dirinya yang tidak bisa menolak setiap permintaan orang di dalam Resto tersebut.
Mila dan Marvel mengabadikan beberapa foto dengan kedua belah keluarga besarnya.
"Marvel, karena kamu sudah menikah, mulai hari ini kamu tidak tinggal lagi bersama Papi dan Mami," ucap Yustian pada Marvel setelah acara berfoto selesai.
"Mila, juga mulai sekarang kamu tidak tinggal bersama dengan Ayah Bunda, kamu akan ikut dengan Marvel, kemanapun dia pergi kamu harus ikut dan tidak boleh membantah keinginan suami!" ucap Bisma bahkan sebelum Marvel menjawab ucapan Yustian.
"Tapi Pi, dimana Marvel akan tinggal? dan bagaimana cara Marvel bisa hidup?" tanya Marvel seolah tak percaya dengan yang di katakan Yustian.
"Marvel benar Ayah? jika kita tidak tinggal bersama debgan salah satu dari kalian, lalu kita akan tinggal dimana? apakah kita disuruh kos?" tanya Mila pada Bisma juga.
"Kenapa kalian malah mengusir kami setelah kami menikah, sungguh tega," gumam Mila seraya tersenyum kecut.
Bisma dan Yustian tertawa sedikit mendengar gumaman Mila.
__ADS_1
"Hahaha kalian ini, bukankah sudah kubilang bahwa kehidupan kalian sudah kujamin! jadi untuk hadiah pernikahan kalian Papi sudah membeli sebuah Vila di kaki gunung," jelas Yustian sebelum mengambil sertifikat rumah dari tangan seseorang dan menunjukanya pada Mila dan Marvel, "Ini sekarang menjadi milik kalian, dan kalian tidak perlu repot untuk membawa pakaian kalian dari rumah, karena semua pakaian kalian sudah dibawa dan di tata rapi di Vila tersebut," ucap Yustian menjelaskan panjang lebar.
"Apa?" seru Marvel dan Mila bersamaan, keduanya benar-benar tidak menyangka bahwa semua ini sudah direncanakan oleh orang tua mereka.