Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 25


__ADS_3

"Kalian semua lihat sendiri kan, tadi Marvel dan Celsea bermesraan didalam kelas?" seru Anton pada semua siswa di kelas, tentu setelah dirinya berada di dalam kelas.


"Tidak Pak, kita tidak melihatnya," jawab Anisa tanpa ragu. Anisa dengan berani menjawab dahulu karena ingin membantu Celsea dan Marvel, seandainya nanti tidak ada yang berani mendahului. Sebenarnya, Anisa terkejut saat tadi ada pesan masuk dari Mila di grup whatshap di ponselnya. Namun demikian dia cepat tanggap dan mengerti apa yang harus dilakukanya.


"Ya Pak, kita tidak melihatnya," sahut siswa lainya menanggapi.


"Kita tidak melihatnya Pak," sahut yang lainya lagi.


"Kita semua tidak melihatnya Pak," jawab semua siswa serempak, suaranya bahkan sampai bergema dikelas mereka.


Siswa lainya juga sama, mereka menanggapi dengan sangat baik kata-kata Mila di pesan grup tadi. Sebenarnya, walaupun tidak mendapatkan perintah dari siapapun, mereka tetap akan membantu Marvel dan Celsea. Itu semua di lakukan murid-murid karena kebiasaan mereka saling bantu teman. Itu terjadi juga untuk Marvel dan Celsea yang selalu membantu sesama temanya.


"Ka...kalian," gerutu Anton dengan kesal saat mengeratkan giginya juga menatap tajam semua siswa di kelas ini.


"Bu... Bu Mila sungguh tadi Celsea dan Marvel bermesraan didalam kelas," tambah Anton meyakinkan Mila saat mengalihkan pandangan kearahnya.


Mila sendiri hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepala sebentar.


"Pak Anton, anda adalah seorang guru kan? seharusnya tidak baik memberikan perintah pada siswa untuk berbohong," jawab Mila yang seperti tak mempercayai ucapan Anton.


"Sungguh Bu Mila, tadi saya melihatnya sendiri, mungkin semua siswa ini sudah bersekongkol untuk membela Marvel dan Celsea," ucap Anton dengan yakin dan tidak mau kalah.


"Sudahlah Pak Anton, tidak usah di perpanjang lagi, hanya masalah seperti ini," jawab Mila dengan tersenyum seolah sudah tidak peduli.


Anton membulatkan matanya sebelum berucap ,"tapi sungguh Bu Mila, tadi Marvel dan Celsea bermesraan di dalam kelas," Anton kembali berusaha meyakinkan Mila.


"Ya, anda bisa tanya langsung papa Marvel dan Celsea, kurasa mereka akan menjawabnya dengan jujur!" tambah Anton sebelum mengalihkan pandangan kearah Marvel dan Mila, "Cepat jawab dengan jujur!" titah Anton dengan menyipitkan mata, seolah dia benar-benar marah dan kesal jika sampai Marvel ataupun Celsea juga menyangkal petanyaanya.


"Baiklah, jika itu permintaan anda Pak, saya yang akan menjawabnya dengan jujur," Celsea berhenti berucap sebelum melanjutkan, "kami tadi hanya mengobrol dan tidak ada hal lain yang kami lakukan, itulah yang sebenarnya terjadi," jelas Celsea dengan senyuman. Memang dirinya tidak merasa bermesraan dengan Marvel. Karena Celsea hanya duduk di sebelah Marvel dan hanya meminta Marvel untuk bisa jalan denganya. Karena setahu Celsea, bermesraan itu pasti melakukan adegan 18+ bukan? paling tidak ya berciuman dengan mesra.


"Celsea!" pekik Anton yang benar-benar bertambah kesal. Tidak dia sangka bahwa Celsea bahkan berani mempermalukanya di depan Mila dengan menjawab yang tidak seharusnya dijawab.


"Marvel, jawab dengan jujur, mungkin Pak Anton kurang percaya dengan ucapan Celsea!" sahut Mila bertanya.


"Bu Mila, apalagi yang perlu saya jawab, karena memang tadi kita hanya mengobrol, seperti yang di ceritakan Celsea," jawab Marvel dengan santai.


Marvel juga merasa bersyukur karena Mila tidak menyalahkanya, namun malah membelanya di depan guru yang sok ini.


"Marvel!" seru Anton dengan menatap tajam kearah Marvel, dirinya juga mengepalkan tangan seolah siap memukuli Marvel. Namun tidak berani dilakukanya, karena saat ini ada Mila di sampingnya. Jika bukan karena ada Mila, mungkin juga Anton sudah memukuli Marvel.


Marvel sendiri tidak takut saat melihat Anton mengepalkan tangan dan menatap tajam kearahnya. Jika Anton yang memulai, tentu dirinya akan punya alasan untuk membela diri. Sebenarnya banyak siswa termasuk Marvel, yang sudah merasa kesal dengan tingkah Anton yang biasa seenaknya sendiri. Itu juga alasan kenapa semua siswa sangat mendukung penuh permintaan Mila untuk membela Marvel.


Sekarang ini Anton benar-benar terlihat bodoh di depan Mila.


Mila sendiri merasa lucu dan konyol karena bisa membodohi Anton.


Namun demikian, Mila bisa melihat bahwa saat ini, Anton benar-benar sedang marah setelah mendengar seruanya kearah Marvel juga tatapanya kearah Marvel. Karena merasa khawatir akan terjadi hal buruk, Mila memutuskan untuk menenangkan Anton.

__ADS_1


"Sudahlah Pak Anton, tidak usah memperpanjang masalah ini! lagian juga ini bukan kelas anda, tapi kelas saya, jadi biar menjadi urusan saya dan murid-murid saya," ucap Mila menjelaskan dengan nada pelan, saat mencoba untuk menenangkan Anton.


Mendengar nada pelan dari Mila, Anton bernafas dengan cepat beberapa kali. Tentu untuk berusaha menenangkan hatinya yang memang sedang sangat kesal.


Setelah mengambil nafas beberapa kali, akhirnya Anton bisa sedikit rileks. Namun demikian, dirinya bersumpah akan membalas perlakuan siswa di kelas ini, karena telah berani padanya.


"Baiklah Bu Mila," jawab Anton yang langsung mengalihkan pandangan kearah Mila.


"Tapi saya tidak akan menyerah untuk membuktikan ucapan saya," tambah Anton sebelum melirik semua murid di kelas Mila.


"Tidak masalah Pak, tapi untuk saat ini, tolong biarkan saya mengajar di kelas dengan tenang!" pinta Mila saat mengusir Anton dengan halus.


"Baik Bu, maaf tadi mengganggu waktu anda," ucap Anton sebelum kembali mengalihkan pandangan ke arah Mila dan melanjutkan, "Baiklah saya permisi,"


Setelah Anton berpamitan, dirinya langsung keluar dari kelas Mila dengan perasaan yang sangat malu. Anton tidak habis fikir jika saat ini ada yang berani mempermalukanya di depan Mila. Bahkan banyak siswa berani menentangnya dengan memberikan keterangan palsu kepada Mila.


Anton benar-benar sangat kesal dan marah untuk saat berjalan diluar kelas.


Kembali ke kelas Marvel, setelah Anton pergi, Mila meminta Marvel dan Celsea untuk kembali duduk di tempat masing-masing. Keduanyapun Patuh dan segera kembali ke tempatnya masing-masing.


"Kamu benar-benar gila tadi! untung Anton yang bodoh itu tidak menyimpan vidionya," bisik Anisa pada Celsea.


"Hehe benar juga katamu Nis, kenapa seorang guru bisa sebodoh itu ya! masa vidio rekaman bisa tidak disimpan di ponselnya ya? atau memang dirinya tidak merekamnya tadi, dan hanya membuka aplikasi kamera saja?" jawab Celsea meledek Anton.


"Aku juga kurang mengerti, tapi lain kali kamu jangan sebodoh itu! bisa-bisanya sih kamu tidak tahu jika ada guru masuk kelas? lagian tadi kita semua juga sudah duduk ke tempat masing-masing dan kembali sunyi, apakah kamu tidak menyadari hal itu?" pinta Anisa seraya menjelaskan.


"Hehe bukan masalah menyadari atau tidak, hanya saja kamu sendiri tahu kan seberapa sayang aku pada Marvel, tentu saja saat kita bersama, aku akan melupakan segala hal didunia ini," jawab Celsea dengan menatap kearah atas saat membayangkan dirinya jalan bareng Marvel.


"Hahaha," hanya sedikit tawa yang keluar dari mulut Celsea sebelum dengan cepat menutupnya dengan telapak tangan, saat dirinya kembali mengingkat tempat.


"Celsea, Anisa! kita pelajaran dulu ya, bicaranya nanti saja!" pinta Mila pada keduanya, setelah Mila melihat bahwa keduanya saling berbisik.


"Hehe ya Bu maaf," jawab Anisa dengan menunjukan giginya.


"Iya Bu," jawab Celsea dengan ternsenyum dan mengangguk.


Kelaspun akhirnya kembali di lanjutkan seperti biasanya, dan tanpa ada masalah sedikitpun. Tak berselang waktu lama, bell tanda pelajaran berakhir juga sudah di bunyikan.


"Baklah, pelajaran saya akhiri untuk hari ini, namun sebelum itu saya peringatkan kepada kalian semua untuk tidak bertindak sembarangan saat di sekolah! kalau mau pacaran paling tidak tahu tempat lah!" saran Mila pada semua Siswa.


"Ya Bu!" jawab murid-murid serempak.


"Baiklah, sampai ketemu lagi besok!" ucap Mila sebelum mengalihkan padangan kearah Marvel, "Untuk kamu Marvel! kamu ikut denganku kekantor!" tambah Mila memberi perintah.


"Baik Bu," jawab Marvel pasrah.


"Kalian semua boleh pergi untuk beristirahat, dan tinggalkan Marvel dikelas sebelum dia ikut denganku ke kantor!" pinta Mila pada semua muridnya.

__ADS_1


"Baik Bu," jawab semua siswa serempak sebelum dengan pelahan mulai berjalan meninggalkan kelas.


Marvel sendiri hanya bisa diam menunggu, saat Mila terlihat membolak-balik buku di depan mejanya.


Didalam kelas, yang tersisa hanya Celsea, Anisa dan Marvel. Anisa di kelas karena merasa khawatir dengan Celsea. Sedangkan Celsea sendiri merasa khawatir dengan Marvel, takut jika sampai Marvel terkena hukuman dari Mila.


"Baiklah, sudah selesai," gumam Mila pelan sebelum bangkit dari tempat duduknya.


Betapa terkejutnya Mila saat mendapati bahwa Celsea dan Anisa masih ada di kelas.


"Kenapa kalian tidak ikut keluar?" tanya Mila pada keduanya.


"Saya hanya menunggu Celsea Bu," jawab Anisa dengan sedikit ragu pada nada suaranya.


"Kalau kamu Celsea, kenapa tidak keluar dan malah membuat temanmu menunggu?" tanya Mila pada Celsea.


"Bu, saya.... emmmm gimana ya....," jawab Celsea dengan bingung saat dirinya memulai memainkan jari tangan.


"Silahkan bicara saja berterus terang!" pinta Mila saat tersenyum kearah Celsea.


Celse hanya menghela nafas panjang untuk menenangkan diri dan berusaha bicara dengan baik pada Mila. Walaupun ya, saat ini jantung Celsea berdetak cepat, karena dirinya merasa takut jika nanti salah bicara.


"Bu, maaf sebelumnya, tapi yang tadi membuat masalah adalah saya, jika anda ingin menghukum seharusnya menghukum saya, bukan Marvel!" pinta Celsea dengan nada pelan.


"Memangnya siapa yang akan menghukum Marvel?" tanya Mila seraya menatap Celsea.


"Bukankah anda meminta Marvel untuk ikut kekantor?" sahut Anisa menanggapi.


"Ya memang benar saya menyuruhnya kekantor, tapi apakah saya bilang akan menghukumnya?" jawab Mila dengan santai, sebelum bertanya.


"Ya... tidak, hehe," jawab Anisa dengan sok lugu karena merasa kurang fokus dengan ucapan Mila. Lagian juga biasanya sisa akan dihukum dan dibawa kekantor setelah membuat masalah. Tentu saja Anisa dan Celsea berfikir kemungkinan terburuk, setelah tadi mendengar ucapan Mila yang meminta Marvel untuk kekantor.


"Hemmm, jadi untuk apa Bu Mila membawa Marvel ke kantor jika tidak menghukumnya?" tanya Celsea menyahut saat merasa sedikit penasaran.


"Hahaha kamu ini terlalu khawatir dengan pacarmu ya! aku tidak akan menghukumnya, jadi kamu tenang saja Cel," jawab Mila menjeda ucapanya sebentar, "baiklah sudah cukup basa-basinya, kalian berdua bisa pergi untuk istirahat atau makan di kantin! saya akan membawa Marvel ke kantor, tenang saja karena saya tidak akan menghukumnya untuk masalah tadi!" tambah Mila menjelaskan.


'Ya paling tidak, saya tidak akan menghukum Marvel di sekolah,' batin Mila saat membayangkan dirinya menghukum Marvel.


"Baik Bu," jawab Celsea dan Anisa serempak.


Celsea sendiri merasa sedikit lega dan tenang setelah mendengar ucapan Mila. Sekarang keduanya yakin bahwa Mila tidak akan menghukum Marvel.


Jadi akhirnya Celsea dan Anisa pergi dari kelas dan langsung ke kantin untuk makan.


"Ayo Vel, ikut saya ke kantor!" titah Mila dengan nada ketus.


"Emmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Marvel. Saat ini Marvel juga menatap Mila dengan membulatkan mata, karena betapa terkejut dengan nada bicara istrinya. Marvel benar-benar tidak mengerti dengan istrinya ini, kadang baik, kadang cuek, kadang galak, kadang menyenangkan.

__ADS_1


"Tidak usah menatapku seperti itu! sekarang ikut aku ke kantor untuk membicarakan masalah ini!" titah Mila kembali dengan nada ketus.


"Baiklah. iya," jawab Marvel dengan pasrah saat tersenyum kecut dan akhirnya berdiri. Walaupun bingung dengan sifat Mila yang berubah-ubah, namun dirinya hanya bisa patuh agar tidak kena marah istrinya.


__ADS_2