Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 9


__ADS_3

"Kamu diam dan ikut saja Cel, tak usah cerewet!" desak Anisa yang tidak peduli dengan ucapan Celsea.


Tak berselang waktu lama, akhirnya kedua gadis tadi sampai di seku.pulan gadis-gadis yang masih dalam keadaan kecewe.


"Hey, memangnya ada apa kak? kok kalian pakai berlarian dan teriak-teriak segala? memangnya kenapa dengan pria tadi?" sapa Anisa sekaligus bertanya pada salah satu gadis di lokasi tersebut.


"Emmmm, kamu siapa ya? apakah kita saling kenal?" jawab gadis ini dengan angkuh saat menjawab pertanyaan Anisa.


"Apa? sombong sekali kamu ini?" bentak Celsea memotong pembicaraan.


"Sudah Cel, kita tanya yang lain saja, memang dasar dianya tidak bisa di ajak bicara mungkin, atau mingkin yang aku pikirkan tadi memang benar," kekeh Anisa yang di sertai dengan tawanya.


"Hahahaha ya mungkin benar yang kamu katakan Nis," jawab Celsea dengan tawa juga.


"Apa yang kalian tertawakan? dasar gila," cibir gadis tadi.


"Tak apa dong, kepo amat sih anda," dengus Celsea seraya tersenyum kecut.


"Ayo Cel, kita tanya yang lain saja, eh itu sepertiya ada yang berseragam pelayan Resto sini, kita tanya saja mereka," ucap Anisa seraya mengacung ke arah beberapa pelayan.


"Ah benar juga, ayo!" jawab Celsea dengan anggukan.


"Ya sana pergi, dasar gila!" cibir gadis tadi sebelum berbalik dan pergi dari lokasi.


"Hey kak," sapa Celsea pada salah satu pelayan yang memang cantik.


"Iya, kak," jawab pelayan dengan ramah.


"Ada apa sih tadi kok rame amat?" tanya Anisa menyahut.


"Emmm, tadi.... hehe," ucap pelayan dengan sedikit malu.


"Ayo teruskan, jangan bikin kami penasaran!" pinta Anisa yang penasaran.


"Emmm, tadi ada orang super kaya dan dia juga sangat keren kak," jawab pelayan lainya dengan jujur.


"Apa?? hanya karena orang kaya kalian berlari mengejarnya?" tanya Celsea dengan nada tak percaya.


"Ya itu benar sekali kak, namun orang tadi benar-benar kaya, dia mengendarai mobil sport super mewah Lamborgini, dan saya lihat di google, mobil ini adalah mobil paling terkemuka dan termewah yang pernah di produksi Lamborghini, siapa yang tidak ingin mengenal orang seperti itu kak? jarang kan kita punya kesempatan sedekat ini," ucap pelayan tadi dengan penuh semangat saat bercerita, "Namun sayangnya, pria tadi kabur karena banyak gadis yang mengejarnya, mungkin dia bingung memilih diantara kami, atau juga bisa dia takut," tambah pelayan tadi dengan nada kesal dan sedikit kecewa.

__ADS_1


Pelayan ini tidak tahu jika Marvel pergi lewat pintu belakang, yang mereka tahu bahwa pria tampan tadi berlari kebelakang saja.


"Apa??? apakah kamu serius? dia memiliki Lamborghini? saya lihat pria tadi masih sangat muda, bagaimana dia bisa memiliki Lamborghini?" tanya Anisa dengan penuh semangat saat mendengar tentang Lamborghini, mobil super keren dan mahal tersebut.


"Ya tentu saja, memang dia masih muda kak, bahkan mungkin masih seorang pelajar," jawab pelayan dengan penuh harap, "Itu mobilnya kak, sungguh keren dan menawan," tambah pelayan seraya mengacung ketempat Marvel memarkir mobilnya.


Anisa dan Celsea langsung mengalihkan pandangan kearah yang di tunjuk oleh pelayan tadi. Keduanya kemudian terpana melihat mobil yang sangat mewah tersebut.


"Sungguh indah," gumam Anisa tanpa sadar telah memuji mobil Marvel.


Celsea pun demikian, dirinya juga menelan salivanya.


"Bagaimana ada orang sekaya ini di kota kita, dan itu seumuran dengan kita," gumam Celsea tanpa sadar juga.


"Astaga, aku rela jika harus tudur dengan pria ini asal dia mengajaku pergi dengan mobilnya," seru Anisa dengan penuh semangat.


"Apa??? dasar gila kamu Nis," ucap Celsea yang tak percaya dengan ucapan Anisa karena selalu ngaco.


"Aku serius Cel, kesempatan tidak akan datang 2 kali," jawab Anisa dengan penuh semangat sebelum berlari menuju mobil sport tersebut.


Bahkan Anisa meninggalkan Celsea juga pelayan tadi yang di sapanya.


"Dasar gila!" teriak Celsea sebelum berbalik menatap pelayan tadi, "maaf ya kak, memang temanku sedikit gila," tambah Celsea.


"Hehe yasudah saya kejar teman saya dulu ya kak," ucap Celsea berpamitan.


"Iya kak," jawab pelayan dengan ramah.


Sebenarnya Celsea juga berfikiran seperti gadis-gadis lainya, yang akan rela melakukan apapun demi untuk bisa jalan dengan pemilik mobil super mewah ini. Namun dirinya tidak mungkin mengungkapkan isi hatinya di depan Anisa yang ember. Bisa-bisa Anisa malah melaporkanya pada Marvel, jika sampai itu terjadi maka hubunganya dengan Marvel bisa hancur.


Saat ini Celsea juga berlari mengejar Anisa, namun sebenarnya Celsea juga ingin melihat seluruh bodi dan interior mobil tersebut, jika bisa juga ingin berfoto dengan mobil tersebut.


"Sungguh mobil yang sangat indah, cantik dan menawan," seru Anisa dengan penuh semangat, dirinya tidak begitu peduli jika saat ini juga ada beberapa gadis yang sedang berfoto dengan mobil tersebut. Mobil mewah ini sangat menawan saat bodinya terkena pancaran cahaya lampu di malam hari.


"Hey siapa kamu! dilarang dekat-dekat dengan mobil ini! kalau lecet memangnya bisa ganti rugi!" bentak seorang gadis bermabut pirang saat Anisa hampir menyentuh mobil Marvel.


"Hey, biasa saja bicaramu seolah mobil ini milikmu!" sahut Celsea membela Anisa.


"Memang bukan miliku, tapi ini milik saudaraku, jadi aku akan menjaganya," jawab gadis tadi dengan percaya diri.

__ADS_1


Mendengar ucapan gadis pirang tadi, Anisa dan Celsea langsung tertawa terbahak-bahak seraya memegangi perutnya.


"Kamu....kamu terlalu percaya diri sekali," ucap Anisa di sela tawanya.


"Mungkin dia mulai ngelantur setelah melihat orang kaya," ledek Celsea juga di sela tawanya.


"Hey, aku serius ini mobil saudaraku!" seru gadis pirang tadi dengan mata melotot seolah dirinya benar-benar marah.


"Ah, aku tidak peduli, juga aku tidak percaya padamu," jawab Anisa setelah menghentikan tawanya.


"Apa? berani sekali kamu, apakah kamu tidak tahu siapa aku? aku adalah penguasa di SMA YUDA KARYA!" bentak gadis pirang tadi dengan lantang.


"Apa? memangnya apakah aku harus takut padamu?" jawab Anisa dengan suara lantang juga, saat ini Anisa juga sudah maju satu langkah dan siap bertarung, seolah tidak ada yang di takutinya.


"Kamu....." gadis pirang tadi siap menampar Anisa, namun segera di hentikan oleh securiti di tempat tersebut.


"Ahhhhh sakit," pekik gadis tadi saat merasakan cengkeraman dari securiti.


"Jangan membuat keributan disini nona, silahkan keluar dari sini dengan baik-baik," ucap securiti dengan tegas sebelum melepaskan cengkeraman pada gadis pirang.


Gadis tadi tidak berani menatap securiti dan hanya memandang Anisa dan Celsea sebelum berucap, "sekarang kalian selamat karena beruntung ada yang menghentikanku, tapi jangan harap kalian akan selamat jika kita bertemu lagi lain kali," ucap gadis pirang dengan mengacungkan jari tengahnya dan begitu saja berlalu pergi dari tempat kejadian dengan beberapa teman-temanya.


"Terimakasih Pak," ucap Anisa pada securiti.


"Tidak apa nona," jawab securiti, sebelum berlalu meninggalkan Anisa juga Celsea. Tidak ada yang mengetahui jika securiti ini dari tadi menatap Celsea dengan perasaan penuh teka-teki.


"Sepertinya aku pernah melihat securiti tadi, tapi dimana ya," gumam Celsea seraya berfikir.


"Sudah Cel tidak usah di fikirkan, sebaiknya sekarang kamu fotoin aku dengan mobil ini," sahut Anisa seraya menyerahkan ponselnya pada Celsea.


Celsea hanya pasrah saja dan menerima ponsel Anisa, sebelum langsung memfoto temanya beberapa kali.


"Sungguh cantik kamu mobil!" puji Anisa saat mengelus bodi mobil yang mengkilap dengan pantulan cahaya lampu dimalam hari.


Celsea sendiri sebenarnya juga pengen berfoto, hanya saja dirinya merasa malu juga gengsi. Bagaimana jika nanti saat dirinya berfoto, pemilik mobil datang dan mengusirnya, itu pasti sangat memalukan. Lagian Celsea juga tidak suka menjilat seorang pria, jika Celsea suka menjilat, pasti dirinya akan merayu pria ini dan mengajaknya tidur bersama. Seperti yang dilakukan gadis-gadis lainya, seperti Anisa mungkin.


"Ayo Cel, apakah kamu tidak ingin berfoto disini?" tanya Anisa menawarkan.


"Ah, tidak Nis, ayo kita pulang saja ini sudah malam," jawab Celsea beralasan.

__ADS_1


"Ah bentar lagi ya, rasanya aku pengen disini sebentar lagi, atau semalaman mungkin, menunggu pemiliknya keluar," canda Anisa seraya menjulurkan lidahnya.


"Dasar gila," cibir Celsea seraya tersenyum kecut.


__ADS_2