Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 26


__ADS_3

Marvel berjalan di belakang Mila saat menuju kearah kantor. Keduanya saling diam dan tidak bicara apapun. Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya pasangan pengantin baru ini tiba di kantor guru.


Marvel masih tetap mengikuti Mila, dan hanya diam. Marvel juga tetap berdiri walaupun saat ini Mila sendiri sudah duduk di tempatnya.


"Kenapa kamu masih berdiri?" tanya Mila seraya mengerutkan dahi. Mila benar-benar kesal dengan kelakuan Marvel yang tidak peka ini.


"Aku masih menunggu perintah selanjutnya dari Nyonya besar," jawab Marvel dengan senyum kecut. Marvel berani bicara seperti itu, karena telah melihat kantor yang saat ini sedang sepi. Hanya ada dirinya dan Mila seorang. Mungkin saat ini semua guru juga sedang makan di kantin atau apa, Marvel sendiri juga tidak tahu.


"Aku bukan Nyonya besar! sekarang duduk!" titah Mila tegas. Dengan menyipitkan mata kearah Marvel.


Marvel hanya bisa menghela nafas sedikit dan mengeluarkanya lewat mulut setelah mendengar ucapan istrinya yang galak ini.


"Ya baiklah-baiklah, saya dudu Buk Guru," jawab Marvel dengan pasrah saat tersenyum pahit, dirinya kemudian perlahan mendekat ke kursi, sebelum duduk di depan Mila.


Setelah Marvel duduk, kembali terjadi keheningan beberapa saat di antara keduanya. Marvel juga tidak berani memulai pembicaraan karena sudah peka dan mengerti bahwa saat ini Mila sedang kesal padanya. Marvel bisa sedikit peka, karena dirinya sudah berkali-kali ganti pacar, jadi sedikit banyak sudah mengerti tentang wanita. Juga saat ini Mila terlihat sibuk sendiri membolak-balikan sebuah halaman buku. Jadi Marvel tidak mau mengganggunya.


'Apakah sebenarnya kamu mempercayai ucapan Anton sayang?' batin Marvel bertanya-tanya.


"Marvel!" panggil Mila dengan suara pelan saat memecahkan keheningan. Saat bicara tadi, Mila juga masih membolak-balikan buku dan menatanya dengan seksama.


"Ya sayang?" jawab Marvel sepontan dan tanpa sadar sedang dimana dirinya saat ini.


"Marvel!!!!!!!" seru Mila yang terkejut dengan jawaban Marvel. Saat ini juga, Mila langsung berdiri untuk bersiap mencubit Marvel. Mila benar-benar kesal dan gemas dengan suami kecilnya ini. Bahkan buku yang tadi di bolak-balik juga langsung di tutup dengan cepat.


"Ahhhh, ya maaf Bu, maaf tadi hanya keceplosan," jawab Marvel dengan mengangkat kedua tanganya seolah dirinya menyerah sebelum berperang.


"Awas saja, jika nanti sampai keceplosan lagi! aku akan menghukumu dengan parah!" ucap Mila memberikan peringatan saat mengerutkan dagi.


"Heheha iyaiya, aku janji deh tidak keceplosan lagi," jawab Marvel seraya mengangkat kedua jarinya untuk membuat janji.


Mila akhirnya bisa bernafas sedikit lega setelah mendengar janji Marvel. Saat ini juga, Mila kembali duduk di tempatnya dengan masih tersenyum kecut.


"Baiklah Vel," ucap Mila dengan sedikit tenang, yah walaupun hatinya tidak ada yang bisa tahu seperti apa hati Mila saat ini.


"Bagaimana bisa aku menikahi anak kecil gila seperti ini," gerutu Mila dengan nada sangat pelan dan menundukan kepala, dan berpura-pura mengambil ponselnya yang dia pangku di atas paha. Mila berharap Marvel tidak mendengar ucapanya tadi.


"Walaupun anak kecil, yang terpenting bisa memuaskan seorang guru juga kan?" sahut Marvel menanggapi ucapan Mila.

__ADS_1


"Apa??," tanya Mila dengan membulatkan mata dan mengangkat kepalanya saat menatap Marvel. Mila tidak menyangka bahwa Marvel nisa mendengar ucapanya yang sangat pelan tadi.


"Ahhh, tidak...tidak ada apa-apa kok Bu," jawab Marvel dengan menunjukan giginya.


"Ya baiklah, kmu memang benar Vel," ucap Mila membenarkan ucapan Marvel tadi, seraya tersenyum kecut saat kembali menghela nafas, "Namun bukan itu yang akan kita bahas saat ini, aku ingin bertanya sesuatu padamu! dan kamu harus menjawabnya dengan jujur!" tambah Mila dengan selidik saat menjelaskan permintaanya.


"Baiklah, apapun akan aku katakan dengan jujur kepada istriku," jawab Marvel dengan yakin.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan dengan Celsea tadi? bisa-bisanya sampai tadi Pak Anton begitu marah dan menghukum kalian?" tanya Mila dengan menggigit bibir bawahnya. Mila juga menatap lekat-lekat kearah Marvel saat mengharapkan jawaban jujur dari suaminya ini. Sebenarnya Mila sendiri merasakan jantungnya berdetak cepat saat tadi Anton menceritakan kejadianya. Namun dirinya berusaha tetap tenang semi untuk melindungi Marvel. Mila benar-benar tidak mengerti mengapa dirinya bisa berubah seperti ini. Mungkin karena Marvel adalah suaminya, atau bisa juga mungkin karena sudah mulai tumbuh benih-benih cinta di hatinya untuk Marvel. Mungkin itulah yang membuat jantungnya berdetak cepat.


"Bukankah tadi sudah dijelaskan! Aku dan Celsea hanya bicara saja, Celsea mengajaku untuk pergi jalan denganya," jawab Marvel sebelum menjeda ucapanya karena teringat dengan hal itu, "Oh iya sekalian aku mau minta ijin untuk jalan dengan Celsea, apakah kamu mengijinkanya atau tidak?" tambah Marvel bertanya pada Mila. Namun demikian, Marvel berharap Mila tidak mengijinkanya. Alasanya sudah jelas, karena Marvel ingin kembali menggempur lubang buaya milik Mila. Tentu saja semua ini adalah hal yang wajar karena Marvel masih pengantin baru. Juga Marvel baru saja merasakan hal senikmat itu hanya dengan Mila seorang. Semua itu hanya membuat Marvel selalu ketahihan untuk segera mengulanginya.


Jika berjalan dengan Celsea, dirinya tidak mungkin bisa melakukan hal itu. Karena jelas Celsea bukanlah istrinya, berbeda jika dia dirumah dengan Mila yang istri sahnya.


"TIDAK!!!!" jawab Mila yang langsung menatap tajam kearah Marvel.


"Kamu sudah gila ya Vel?" tambah Mila bertanya dengan mengerutkan dahi.


"Ya, aku gila karena kamu," jawab Marvel dengan nada menggoda saat menunjukan giginya.


"Tidak usah menggombal di depanku! yang jelas aku tidak mengijinkanmu pergi dengan Celsea," putus Mila dengan tegas.


"Tidak.. ... aku tidak cemburu, aku juga tidak sayang padamu, kecuali antara guru dan murid," jawab Mila mengelak tuduhan Marvel dengan tegas.


Mendengar jawaban Mila, Marvel hanya menyipitkan mata kearahnya.


"Aku tidak cemburu Vel," tambah Mila berusaha meyakinkanya.


"Baiklah, aku akan pergi dengan Celsea, jika kamu tidak cemburu," putus Marvel seraya tersenyum dan melirik Mila.


"Tidak!!! Vel apakah kamu sudah gila? kamu itu sudah beristri sekarang! dan jelas istrimu juga tidak mengijinkan hal itu," ucap Mila dengan tegas saat memajukan kepalanya, dan ini membuat Marvel memundurkan kepalanya.


"Jika tidak di ijinkan, mohon berikan alasanya?" tanya Marvel sebelum kembali memajukan kepalanya saat menatap Mila lekat-lekat.


"Ya, bukankah sudah jelas kamu itu sudah beristri, masak masih mau jalan dengan wanita lain, kurasa itu cukup untuk menjadi alasanya," jawab Mila mencoba menjelaskan.


"Itu hanya satu alasan, aku butuh setidaknya 5 alasan," pinta Marvel seraya menyilangkan tangan di dada.

__ADS_1


"Ahhhh, Vel jangan main-main denganku ya Vel!" jawab Mila dengan ketus saat kembali tersenyum kecut.


"Aku tidak main-main, aku hanya bertanya?" ucap Marvel dengan senyuman.


"Terserah kamu saja lah Vel, intinya aku tidak akan mengijinkanmu jalan dengan wanita manapun selain aku, jika sampai kamu berani melanggarnya, aku akan kembali pulang kerumah keluargaku," jelas Mila dengan tegas.


"Apakah kamu yakin?" tanya Marvel yang terkejut dengan jawaban Mila.


"Ya tentu saja aku yakin," jawab Mila dengan tegas.


"Ya baiklah-baiklah aku akan menurut dan tidak jadi jalan dengan Celsea," ucap Marvel dengan perasaan senang. Tentu Marvel merasa senang karena Mila dengan terang-terangan tidak mengijinkanya pergi dengan wanita lain. Ini jelas terlihat bahwa Mila mulai merasakan cemburu di hatinya. Cemburu dalam artian sudah mulai muncul benih-benih cinta di hati Mila untuk Marvel. Marvel bisa menebak semuanya setelah mendengar semua alasan atas penolakan Mila untuk memberinya ijin jalan dengan Celsea tadi.


"Kenapa juga tidak bicara seperti itu dari tadi," gerutu Mila saat tersenyum kecut.


"Ya biar asik saja bisa godain guru sekaligus istriku," jawab Marvel dengan menaik turunkan alisnya.


"Kamu ini ya Vel...." gerutu Mila dengan kesal juga tanpa sadar langsung mencubit tangan Marvel.


"Aduh-aduh, sakit Bu...." keluh Marvel seraya mengelus tangan yang di cubit Mila.


"Salah sendiri, berani godain gurumu," jawab Mila seraya menjulurkan lidahnya.


"Ya tidak apa lah, kan guruku adalah istriku juga," ucap Marvel dengan percaya diri saat menunjukan giginya.


"Sudah tahu punya istri, masih saja mau jalan dengan wanita lain," sindir Mila yang tak mau kalah.


"Ya kan cuma tanya, belum jalan,... atau..... "


"Jangan macam-macam ya Vel!" sahut Mila memotong ucapan Marvel.


"Hahaha, iya deh iyaaaaa sayang....," jawab Marvel dengan mencubit hidung Mila sebelum memainkanya kekanan dan kekiri.


"Marvel! ini disekolah!" keluh Mila seraya memundurkan kepalanya dan membuat hidungnya lepas dari cubitan Marvel.


"Hehehe iya lupa Maaf," ucap Marvel dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Keduanya kemudian bicara basa-basi sebentar, sebelum Mila mengusir Marvel. Karena takut akan sampai di curigai guru lain, jika dirinya dan Marvel masih berduaan di kantornya.

__ADS_1


Tak berselang waktu lama setelah Marvel keluar dari kantor, bell tanda masuk kelas pun berbunyi dan Marvel langsung berjalan pelan kearah kekelasnya.


Walaupun waktu istirahat tadi, Marvel habiskan dikantor guru, namun dirinya sangat senang bisa berduaan dan menggoda istrinya di kantor guru.


__ADS_2