Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Raihan


__ADS_3

Zai sudah dipindahkan ke ruang inap VIP , dan kedua orang tua mereka sudah pulang saat sudah memastikan tempat ruang inap Zai


Aliya hanya bisa meneteskan air matanya tanpa mengeluarkan suara melihat sang suami yang masih memejamkan matanya , berbeda dengan Raihan yang hanya bisa duduk menunduk menangis dalam hati , dia saat melihat wajah Zai yang tak berdaya ingin rasanya dia membalas dendam kepada orang yang mengusiknya tapi mau di apa dia juga tidak mau jika ibu nya akan kecewa dengan nya bukan ibu nya saja tapi semua keluarga nya


" kak tidur lah " ucap Raihan pelan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Aliya , sebenarnya Raihan juga sedikit marah kepada kakaknya tapi dia sama sekali tidak bisa memarahinya


" aku akan menjaga nya " ucap lagi Raihan


" aku akan tetap seperti ini sampai Zai bangun " ucap Aliya


" kak sudah lah , apa belum cukup kakak buat Zai sakit hati , maka dari itu kak Raihan sangat memohon kepada kakak agar istirahat aku tidak mau jika terjadi hal yang tidak di inginkan kepada calon anak kalian , jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena kakak kelelahan pasti Zai akan tambah kecewa kepada kakak " ucap Raihan membuat Aliya langsung naik ke tempat dimana Zai tidur


Aliya membaringkan tubuhnya di samping suaminya dengan pelan pelan , Aliya perlahan mengarahkan tubuhnya ke samping suaminya agar dia bisa memeluk nya


" selamat tidur suamiku " ucap Aliya lirih


tak butuh waktu lama Aliya sudah tertidur memeluk suaminya , Raihan melangkah ke arah mereka dan melihat keromantisan mereka yang membuat air mata nya kembali mengalir


" kenapa seperti ini , ya tuhan mereka baru saja ingin bahagia , kenapa harus terjadi seperti ini " ucap Raihan


Semakin lama Raihan melihat sepasang suami istri tersebut semakin dalam pula rasa pedih di hatinya

__ADS_1


" maaf kan aku ibu , ayah , papa , mama , Raihan tidak bisa , Raihan harus melakukan nya , Raihan tidak bisa menahan semua amarah ku , maafkan Raihan Bu " ucap Raihan tak bisa menahan amarahnya


Raihan sudah ingin mengambil jaket tapi dia lupa jika dia tidak membawa mobil ,mobil ayah nya sudah dipakai pulang membuat nya sangat kesal


" sialan , sialan , sialan , ahhgggg " teriak Raihan bergumam


...


Pagi harinya Raihan sudah lebih dulu bangun , Raihan lebih dulu melihat Zai berharap sudah membuka mata namun tidak sesuai harapan nya


Aliya masih tidur dengan nyenyak memeluk suaminya , Raihan tidak mau membangun kan kakaknya dia tau jika kakak nya kelelahan


" loh , Raihan , kamu mau kemana ?? tanya mama Zai


" mau keluar cari makan buat saya dan Aliya " ucap Raihan


" ini mama banyak bawa makanan nih , ayo masuk lagi " ucap mama Zai


" simpan kan kak Aliya saja , kak Aliya masih tidur mungkin kakak kelelahan jadi Raihan kasihan kalau mau bangunkan kakak " ucap Raihan


" kamu mau kemana ?? tanya mama Zai dengan mata seperti ingin mencari tau sesuatu

__ADS_1


" mau daftar kuliah ma , tapi mobil saya tidak ada sudah hancur karena kemarin , jadi apa boleh Raihan minjam mobil mama ?? tanya Raihan cengingisan


" ini " ucap mama Zai tanpa banyak pikir langsung memberikan nya


" nanti ke rumah , ambil mobil buat gantiin mobil mu atau mau mama belikan yang baru ?? tanya mama Zai


mau sekali mama , tapi sayang mungkin habis melakukan pembalasan ku , Raihan tidak akan naik mobil lagi " gumam Raihan


" nanti lah ma , Raihan pikirkan dulu , tapi gak usah sih " ucap Raihan


" yaudah mama masuk dulu ya " ucap mama Zai dan di angguki oleh Raihan


setelah mama Zai sudah gak kelihatan dengan langkah cepat Raihan berlari ke arah mobil


karena Bingung mobil mama Zai , Raihan hanya memencet mencet tombol sampai ada salah satu mobil yang bunyi


" itu pasti " ucap Raihan


" untung karcisnya disini " ucap Raihan lagi saat sudah masuk mobil


" siap kau sialan " teriak Raihan didalam mobil

__ADS_1


__ADS_2