Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 22


__ADS_3

Saat tiba di pintu masuk kantor, Mila dihadang beberapa guru yang sepertinya juga penasaran dengan bagaimana Mila bisa memiliki mobil semewah itu.


"Bu Mila!" sapa seorang guru laki-lagi pada Mila. Guru ini adalah guru yang sering whatshap Mila dan memgajaknya bertemu, namun selalu di tolak Mila.


"Ya Pak Anton," jawab Mila dengan anggukan saat langsung menghentikan jalan di depan kantor guru.


"Bu Mila memakai mobil semewah itu sendirian?" tanya rekan Mila yang lain.


"Ya Bu Cesy, mau sama siapa lagi," jawab Mila sebelum terkekeh.


"Waow, Bu Mila terlihat sangat keren," puji rekanya yang lain lagi.


"Ah Bu Yayuk bisa saja mujinya," jawab Mila sebelum kembali terkekeh.


"Benar yang di katakan Bu Yayuk, Bu mila benar-benar sangat keren dan gaul," sahut Anton menimpali.


"Ya memang Bu Mila sangat keren, maklum lah kan juga masih muda," sahut Cesy tak mau kalah.


"Ah, saya jadi malu kalau di puji-puji terus," jawab Mila sebelum kembali terkekeh.


"Itu mobil baru ya Bu?" tanya Cesy berterus terang.


"Iya Bu, baru dapat kemarin," jawab Mila tanpa ragu.


"Benar-benar Bu Mila ya, orangnya cantik, masih muda, sekarang mengendarai mobil yang cantik pula," sahut Anton dengan nada kembali memuji Mila.


Cesy dan Yayuk hanya tertawa sedikit mendengar nada pujian dari Anton, ya keduanya tentu sangat mengerti dengan nada seorang lelaki pada perempuan seperti ucapan Anton barusan.


"Hehehe, ah Pak Anton ini bisa saja," jawab Mila dengan senyuman.


"Memang benar yang di katakan Pak Anton Bu," sahut Cesy menanggapi, dirinya juga mengedipkan satu mata kearah Mila.


Mila dengan tanggap cepat mengerti maksut dari Cesy dan akhirnya juga mengerti maksut ucapan Anton. Mila akhirnya menghela nafas sebelum mengeluarkanya perlahan untuk menenangkan diri supaya bisa berfikir dan berucap dengan santai.


"Eh bukankah sekarang kita harus bersiap untuk upacara? kenapa kita masih disini, ayo sekarang bersiap!" ucap Mila mengalihkan pembicaraan. Dirinya bicara seperti itu karena sudah jelas ingin menghindari Anton. Apalagi jelas Mila sangat mengetahui niat Anton selalu memujinya. Walaupun Mila selalu menolaknya, namun lelaki ini sepertinya pantang menyerah juga.


Namun demikian, sekarang Mila harus benar-benar menjaga jarak dari lelaki seperti Anton. Karena dirinya sekarang sudah bersuami tentunya.


"Ah benar juga yang di katakan Bu Mila, ayo bersiap!" jawab Cesy menimpali. Sepertinya Cesy juga mengerti bahwa Mila sengaja mengalihkan pembicaraan untuk menghindari Anton.


"Benar ayo," sahut Yayuk yang juga mengerti maksut Mila dan Cesy.


"Mari Bu Mila," sahut Anton yang ikut menimpali, Anton juga kembali tersenyum saat menatap Mila. Karena memang Anton sendiri sama sekali tidak sadar, jika Mila berucap seperti ini hanya untuk menghindarinya.


Mila sendiru juga tidak begitu menanggapi Anton, dirinya hanya segera masuk ke kantor guru dan bersiap untuk melakukan upacara.


Walaupun anton beberapa kali mencuri pandang kearah Mila. Namun sayang sekali Mila tidak memandangnya sama sekali. Hal itu membuat Anton sedikit kecewa. Namun demikian, Anton semakin bertekat untuk mendapatkan Mila. Apalagi setelah Mila memiliki mobil Lamborghini, tekat anton semakin kuat untuk mendekati Mila.


Kembali ke Marvel.

__ADS_1


Saat ini Marvel bersama Celsea dan Anisa sudah berada di dalam kelas.


"Hey Vel, dari mana saja kamu semalam? padahal Celsea sangat rindu padamu!" tanya Anisa dengan nada menggoda Marvel.


"Tidak usah di bumbu-bumbui pakai kata yang terakhir bisa gak?" sahut Celsea seraya melirik Anisa dengan senyum kecut.


"Hahaha dasar Celsea, kalau rindu ya bilang saja rindu, tidak usah malu-malu seperti itu," jawab Anisa tanpa merasa bersalah.


"Celsea sudah bilang padaku jika dia rindu, hanya saja memang semalam aku melakukan tugas dari Papi, dan aku tidak bisa menolaknya," sahut Marvel tersenyum saat membela Celsea. 'Aku memang mengerjakan tugas dari papi, hanya saja tugasku menikahi Bu Mila,' batin Marvel saat menunjukan giginya pada Anisa. Marvel sebenarnya sedikit merasa bersalah telah menghianati Celsea. Namun apa daya, dirinya tidak bisa menolak perjodohan ini. Bukan hanya karena ingin patuh, namun karena Marvel sendiri juga menginginkan Mila. Tentu saja kedua gadis ini tidak merasa curiga sedikitpun. Karenna memang tidak mengetahuinya.


Mendengar ucapan pembelaan dari Marvel, Celsea hanya mampu tersipu sedikit dan wajahnya merona saat menundukan kepala.


'Kamu memang begitu baik padaku Vel, kamu selalu membelaku dan sayang padaku,' batin Celsea merasa terharu.


"Cieh cieh....." goda Anisa saat mengedipkan satu mata kearah Celsea.


"Hemmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Celsea saat bibirnya manyun dan matanya melotot ke arah Anisa.


Anisa sendiri hanya terkekeh karena telah berhasil menggoda sahabatnya ini.


"Yasudah, ayo kita siap-siap untuk upacara!" ajak Marvel mengalihkan pembicaraan keduanya.


"Iya Vel, aku malah sampai lupa jika kita harus bersiap," jawab Anisa seraya menunjukan giginya.


Celsea sendiri hanya diam, dan tidak tahu harus bicara apa.


Saat melihat atau bertemu Marvel kali ini, hati Celsea yang tadi sempat terharu, kini jadi merasa sakit dan sedih.


'Maafkan aku sayang, aku telah mengianatimu,' batin Celsea menyalahkan dirinya sendiri. Akibat dari keegoisanya, Celsea sampai menduakan Marvel. Walaupun setatusnya tidak pacaran dengan pria lain, namun tetap saja dirinya telah tidur dengan lelaki lain. Mata Celsea semakin memerah saat membayangkan atas penghianatanya sendiri.


Celsea juga menghela nafas beberapa kali, mencoba memenangkan diri.


"Kalian duluan ya, aku mau ke toilet sebentar!" ucap Celsea berpamitan, sebelum langsung pergi keluar kelas tanpa mendapatkan persetujuan dari Marvel ataupun Anisa.


Marvel hanya melongo dan tidak bisa berucap apapun saat Celsea keluar dari kelas. Marvel sendiri sedikit bingung dan kurang mengerti, kenapa Celsea bisa tiba-tiba pamit ketoilet. Padahal dari tadi juga terlihat biasa saja, tidak ada gelagat Celsea yang seperti menahan buang air.


"Anak itu kenapa sih! tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba pamit ketoilet!" gumam Anisa seraya tersenyum kecut.


"Ya, mungkin saja dirinya sudah menahan dari tadi, hanya saja belum sempat untuk ke toilet," ucap Marvel membela Celsea.


"Ya mungkin juga Vel," jawab Anisa tanpa curiga sedikitpun.


"Yasudah ayo sekarang kita bersiap dulu kehalaman, nanti biar Celsea menyusul!" ajak Marvel.


"Ya Vel," jawab Anisa dengan anggukan.


Keduanya kemudian berjalan keluar dari kelas menuju halaman sekolah untuk bersiap melakukan upacara.


Kembali ke Celsea, saat ini dirinya sudah berada di dalam kamar mandi putri dan sedang berkaca. Tanpa terasa, tiba-tiba Celsea menjatuhkan air matanya dengan perlahan.

__ADS_1


"Marvel maafin aku, aku kotor!" gumamnya pelan yang di sertai dengan isak tangis.


Hiks hiks hiks....


"Aku,... aku telah menghianati ketulusanmu hanya karena keegoisanku sendiri Vel, aku... aku tidak pantas mendapatkan kasih sayangmu Vel,..."


"Apa yang akan kamu lakukan padaku seandainya kamu tahu tentang yang telah ku perbuat? apakah kamu akan memutuskan hubungan kita? aku memang wanita hina Vel, tapi apakah aku sanggup bila berpisah denganmu?"


"Aku.....aku khilaf, benar-benar khilaf.... aku sangat berdosa Vel, maafin aku sayang,"


Celsea masih berisak dan air matanya juga semakin banyak keluar, dirinya juga sampai beberapa kali membasuh muka. Hanya saja air matanya masih keluar dan semakin deras. Penyesalan atas tindakanya semalam, benar-benar sangat membekas di hatinya.


Celsea benar-benar sangat menyesali tindakan gilanya bersama dengan Stiven.


Bisa-bisanya Celsea mau saja diajak menginap di hotel dengan Stiven.


Padahal tidak ada hubungan apapun dengan keduanya. Hanya merasa kesepian karena tidak mendapatkan sentuhan dari Marvel membuat Celsea khilaf seperti sekarang ini. Dirinya benar-benar sangat menyesali tindakan gilanya.


Cekrek....


Saat Celsea masih meratapi kesedihanya, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Celsea dengan buru-buru membasuk muka, agar tidak terlihat bahwa dia baru menangis.


"Celsea?" sapa seorang guru pada Celsea, tentu saja guru tersebut adalah Mila yang memang mau kekamar mandi.


"Ah iya, bu Mila," jawab Celsea yang masih membasuh mukanya. Berusaha untuk menghilangkan air mata yang tadi membasahi pipi.


"Kamu kenapa nak?" tanya Mila yang sepertinya paham bahwa muridnya ini baru menangis.


"Saya tidak apa-apa kok Bu, yasudah saya permisi dulu!" jawab Celsea dengan senyum palsu, sebelum berusaha keluar dari kamar mandi. Namun sayang, tangan Celsea segera di tangkap dan di pegang oleh Mila.


"Celsea, jangan membohongi Ibu, Ibu tahu kamu baru menangis," jelas Mila dengan lembut. Berusaha menenangkan Celsea yang terlihat sangat sedih.


'Jangan-jangan Celsea sudah tahu tentang pernikahnku dengan Marvel! apa yang harus ku katakan padanya jika memang Celsea sudah mengetahui hal itu?' batin Mila yang merasa tak enak dengan Celsea.


Hiks Hiks Hiks...


Celsea kembali menangis tanpa menanggapi ucapan gurunya tersebut.


"Celsea, kamu yang sabar ya..." pinta Mila sebelum memeluk Celsea, dan mencoba menenangkanya.


"Bu... apakah Celsea pantas untuk Marvel?" tanya Celsea di sela isak tangisnya.


Mendengar pertanyaan Celsea tentu membuat Mila sedikit bingung harus menjawab apa.


Bila Mila menjawab "pantas" mungkin bisa sedikit menenangkan Celsea, namun dirinya juga tidak rela jika berbagi suami dengan orang lain. Namun bila Mila menjawab "tidak pantas", apakah dirinya masih bisa disebut seorang guru? yang tega membuat muridnya menangis dan bersedih seperti ini.


Mila benar-benar dalam dilema besar. Disisi lain dia seorang istri dari kekasih muridnya, disisi lain dia seorang guru dari kekasih suaminya. Ini benar-benar membuat Mila bingung, namun demikian dirinya tidak boleh egois dengan terus membohongi Celsea. Cepat atau lambat juga Celsea akan mengetahui pernikahanya dengan Marvel. Walaupun bukan saat ini, tapi suatu saat nanti Celsea juga akan mengetahuinya.

__ADS_1


Akhirnya Mila memutuskan untuk menjawab pertanyaan dari Celsea dan berusaha untuk lapang dada.


__ADS_2