Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 34


__ADS_3

"Siapa tadi Vel?" tanya Mila setelah melihat suaminya berjalan kembali kearah ranjang.


"Hemm, hanya pelayan yang memberikan ini," jawab Marvel seraya menunjukan tas yang terbuat dari kertas kepada Mila.


"Apa itu? buruan coba buka!" titah Mila yang memang penasaran dengan isi dalam tas tersebut.


"Ya baiklah," jawab Marvel dengan tersenyum.


Marvel dengan perlahan membuka tas tersebut sebelum mengeluarkan isinya. Betapa terkejutnya Marvel dan Mila saat melihat isi dari tas tersebut.


"Ini,....!"


"Bukankah ini sebuah gaun, dan jas mewah?" ucap Mila memotong ucapan Marvel yang belum selesai tadi.


"Sepertinya begitu," jawab Marvel membenarkan.


"Tapi siapa yang mengirim gaun dan jas ini Vel?" tanya Mila yang dibuat penasaran.


Mendengar pertanyaan Mila, Marvel merenung sebentar saat berfikir. Beberapa saat kemudian keluarlah tebakan Marvel yang mungkin 99% benar, menurutnya.


"Aku kira Papi yang mengirimnya, karena tadi beliau yang meminta kita untuk datang ke pesta, juga akhir-akhir ini beliau selalu saja memberikanku kejutan, dari mobil mewah, kartu kredit dengan saldo milyaran, juga Vila mewah yang saat ini kita tinggali, aku sendiri tidak tahu bagaimana Papi bisa mendapatkan begitu banyak uang dalam waktu singkat," jawab Marvel seraya menjelaskan pada Mila, sebelun dirinya tersenyum kecut. Marvel benar-benar kurang mengerti dengan Papinya yang saat ini. Bahkan Marvel merasa Papinya begitu asing saat ini.


"Hemmmm, mungkin Papi memenangkan proyek besar-besaran dan menghasilkan untung besar juga Vel," tebak Mila setelah memikirkanya sebentar.


"Ya, itu mungkin saja bisa,... tapi setahuku, Papi tidak pernah seboros ini sebelumnya," jawab Marvel yang masih bingung dengan semua hal yang terjadi padanya.


"Tidak usah banyak berfikir lah Vel, mending nanti langsung tanyakan saja pada Papi, agar kamu tidak terus merasa penasaran," jelas Mila memberikan saran.


"Hehe, benar juga ya yang kamu katakan... kenapa aku malah tidak berfikir sampai sejauh itu," kekeh Marvel menanggapi saran dari Mila. Dirinya benar-benar merasa bodoh sekali, karena tidak memikirkan hal semudah ini.


"Yasudah, sekarang ayo kita pakai saja gaun dan jas ini, untuk menghargai Papi tentunya," jelas Mila memberi saran.


"Hehe benar juga, baiklah,!" jawab Marvel seraya tersenyum dan menganggukan kepala.


Setelah itu, keduanya kemudian memakai pakaian yang tadi di kirimkan. Mila mengenakan gaun sedangkan Marvel mengenakan jas yang tadi dikirimkan.


Kalau soal sepatu dan celana, Marvel sudah memiliki banyak di rak sepatu. Dan semuanya juga di tata rapi oleh peyalan Vila ini sebelumnya, semuanya mengikuti intruksi dari Yustian.


"Kamu benar-benar cantik, sayang," puji Marvel dari belakang saat Mila sedang merias wajahnya di depan cermin.


"Kamu juga ganteng banget Vel," jawab Mila membalas pujian Marvel.


"Sayang,. aku boleh minta sesuatu ke kamu gak?" tanya Marvel meminta persetujuan.


"Hemmm, memangnya mau minta apa Vel?" jawab Mila dengan bertanya balik karena penasaran.


"Aku minta, mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan nama saja, kan kita sudah sah menjadi suami istri," pinta Marvel seraya menjelaskan.

__ADS_1


"Hemmmmmm?" gumam Mila seraya berbalik menatap suami kecilnya dan tersenyum kearah Marvel, "Lalu maunya di panggil apa?" tanya Mila dengan lembut.


"Ya apa saja, yang penting panggilan sayang untuk suami gitu," jawab Marvel menjelaskan.


Mila memanunkan bibirnya saat kemudian memegang rahangnya seraya berfikir beberapa saat.


"Baiklah, aku panggil kamu dengan sebutan sayang saja gimana? ya biar samaan seperti kamu manggil aku?" tanya Mila meminta pedapat, "namun itu juga saat kita berada di luar sekolah, jika disekolah tetap harus menjaga kesopanan antara guru dan murid," tambah Mila menjelaskan.


"Hehehe, kamu ini.... baiklah tak apa yang penting nanti saat pesta, kamu tetap manggil aku dengan sebutan sayang," jawab Marvel setuju dengan pendapat Mila.


"Berarti hanya saat pesta ya Vel?" goda Mila seraya menunjukan giginya.


"Loh kok hanya saat pesta, bukanya tadi kamu bilang saat diluar sekolah juga?" jelas Marvel seperti kurang terima.


"Ya kan barusan kamu sendiri yang bilang, terpenting saat dipesta," ucap Mila dengan memainkan kedua matanya.


"Uch dasar wanita, ada saja...," gumam Marvel seraya tersenyum kecut.


"Memangnya kalau wanita kenapa Vel?" tanya Mila menanggapi gumaman Marvel dengan tersenyum menggoda.


"Tidak apa, tidak apa kok, sudahkah tidak usah di perpanjang lagi," elak Marvel yang seperti enggan melakukan perdebatan dengan Mila, karena sudah dipastikan dirinya akan kalah.


"Hihihi," Mila terkikik sebentar sebelum berucap, " Iya sayang, muach..." tambah Mila dengan memberikan cium jauh untuk Marvel.


Menerima ciuman jauh dari Mila, malah membuat Marvel sendiri sedikit terkekeh karena merasa lucu.


Setelah jeda beberapa saat, akhirnya Mila selesai meriasa wajahnya, tidak lupa juga Mila mengenakan parfum yang baru di belinya siang ini.


"Sayang?" panggil Mila dengan nada lembut saat dirinya berjalan kearah Marvel.


Mendengar Mila memanggilnya, Marvel yang sedari tadi menundukan kepala, langsung mengalihkan pandangan kearah sumber suara Mila.


Betapa terkejutnya Marvel, Mila yang memang sudah sangat cantik walaupun tanpa riasan wajah, sekatang benar-benar cantik maksimal saat wajahnya selesai dirias. Bahkan Marvel sampai menelan saliva nya dengan susah payah saat menatap Mila.


"Kamu... kamu benar-benar seperti bidadari," puji Marvel saat menatap Mila penuh kekaguman.


"Hihihi, makasih pujianya sayang," kekeh Mila sebelum menjawab.


"Yasudah, ayo kita berangkat kerumah Papi, nanti kasihan kalau mereka kelamaan menunggunya!" tambah Mila menyarankan.


"Oh eh, iya... benar juga," jawab Marvel seperti salah tingkah karena barusan melamun, namun demikian Marvel segera berdiri untuk bersiap pergi.


"Sayang....." panggil Mila yang dengan segera juga langsung menggandeng tangan Marvel.


Saat ini jantung Marvel benar-benar berdetak sangat cepat saat hidungnya mencium bau harum dan segar dari parfum yang Mila kenakan.


"Parfum kamu wangi banget sayang, tidak seperti biasanya," ucap Marvel saat menatap istri di sampingnya.

__ADS_1


"Iya, namanya juga pengen muasin suami, jadi aku membeli parfum yang lebih wangi dan segar tentunya," jawab Mila menjelaskan.


"Oh begitukah?" tanya Marvel dengan nada sedikit tak percaya dengan yang di dengarnya.


"Ya tentu saja begitu,... memangnya untuk siap lagi kalau bukan untuk suamiku?" jawab Mila dengan yakin sebelum bertanya kembali.


"Ya.... siapa tahu ada yang lain, Misalnya Anton," goda Marvel saat menunjukan giginya yang rata. Godaan Marvel ini membuat Mila sedikit gemas dan langsung mencubitnya.


"Ahhhh, sakittt ," rengek Marvel sebelum mengelus bagian yang di cubit Mila.


"Makanya jangan coba-coba tuduh aku yang tidak-tidak," ucap Mila seraya mengipitkan mata kearah Marvel.


"Aku tidak menuduh sayang, aku hanya menebaknya saja, kan bisa saja...."


"Bisa saja apa? jangan mulai ya Vel! betemu dengan guru itu saja sudah membuatku jijik, apalagi sampai yang lain-lain,... ihhhh ogah banget...," potong Mila sebelum Marvel sempat melanjutkan ucapanya.


"Hahaha kok bisa jijik sayang?" tanya Marvel yang sedikit penasaran.


"Ya jijik aja, sudahlah Vel tidak usah bahas Anton lagi, sekarang kita berangkat!" jawab Mila dengan tegas sebelum langsung menyeret suaminya ini.


"Iya sayang, jalanya pelan-pelan ya, nanti bisa jatuh lo!" ucap Marvel pasrah, seraya mengingatkan Mila.


"Tidak akan jatuh, aku sudah terbiasa pakai sepatu hak tinggu seperti ini," jawab Mila seperti tidak peduli.


Mendengar jawaban Mila, Marvel hanya bisa tersenyum kecut, namun pasrah saja saat Mila menariknya.


Tak lama kemudian, keduanya sampai di depan rumah dan langsung saja naik Lamborghini nya. Walaupun Marvel telah memberikan hak penuh Lamborghini pada Mila. Namun saat ini dirinya tetap yang mengemudikan mobil, karena tak sopan jika wanita yang menyetir untuk suami, padahal suaminya sendiri bisa nyetir.


***


Di tempat lain, tepatnya dirumah keluarga Yustian. Bhisma dan Melani baru saja tiba di depan rumah Yustian dan Sinta.


Keduanya kemudian langsung berjalan kearah pintu depan rumah tersebut sebelum langsung memencet bell rumah pada sebelah pintu depan.


Ting tong...!!!


Mendengar bell berbunyi, asisten rumah tangga Yustian langsung berjalan kearah pintu depan untuk membuka pintu.


Asisten rumah tangga dengan perlahan membuka pintu dan langsung menundukan kepala, setelah melihat siapa yang ada di depanya.


"Selamat datang Tuan Bhisma dan Nyonya Melani," sapa asisten rumah tangga dengan antusias.


"Terimakasih keramahanya," jawab Bhisma dengan senyuman.


"Ya Tuan,... anda berdua sudah di tunggu di ruang tamu oleh Tuan Yustian," jawab asisten rumah tangga seraya menjelaskan.


"Oh baiklah kalau begitu," jawab Bhisma sebelum menjeda sebentar ucapanya, "Kalau begitu tolong antarkan kami ketempat Yustian!" pinta Yustian menambahkan.

__ADS_1


"Baik Tuan, silahkan," jawab Pelayan sebelum langsung menawarkan dan mengantar Bhisma juga melani, langsung keruang tamu keluarga Yustian.


__ADS_2