
"Emmmm, jadi apakah kamu tetap akan berdiri di situ Vel?" ucap Mila bertanya seraya mengangkat kedua alisnya.
"Ya tidak, tapi jika belum diminta untuk duduk, aku tidak mau duduk! nanti disalahkan lagi jika aku duduk," jawab Marvel menjelaskan.
Mila benar-benat sangat gemas dengan suami kecilnya ini, karena menurut Mila, Marvel benar-benar sangat lucu. Jika tidak sedang pura-pura marah, mungkin Mila ingin menciumi pipi Marvel saat ini juga.
"Ya sudah sekarang cepat duduk! karena aku sudah memintamu untuk duduk!" titah Mila dengan sedikit tegas, saat dirinya masih pura-pura marah pada Marvel.
"Emm, Ya baiklah jika kamu sudah memintanya aku akan duduk," jawab Marvel dengan tersenyum kecut.
"Setidaknya bicaralah lebih sopan pada gurumu Vel! apa kamu lupa aku ini gurumu?" tanya Mila mengingatkan.
"Iya iya, bu guru yang cantik maaf," jawab Marvel dengan memaksakan senyum.
"Nah bagus... seperti itu lebih baik, ya sudah sekarang duduk!" ucap Mila sebelum memberi perintah.
"Iya Bu," jawab Marvel dengan sedikit mengangguk.
Akhirnya Marvel pun duduk kembali di kursi dan berhadapan dengan Mila.
"Marvel, langsung saja ke intinya, Apakah kamu tahu kenapa Aku memanggilmu ke kantor?" Tanya Mila dengan menatap Marvel.
"Bagaimana aku bisa tahu jika kamu tidak memberitahuku sama sekali, karena memang.. aku sendiri tidak mengetahui apa itu kesalahanku, bahkan sampai-sampai.. kamu memintaku untuk datang ke kantor, padahal ya... aku sendiri tidak merasa melakukan sesuatu hal yang salah," jawab Marvel seraya menjelaskan.
"Oh jadi begitu kamu tidak tahu ya Vel? Baiklah akan ku beritahu," ucapan Mila terhenti sebentar sebelum melanjutkan "Apa yang kamu lakukan tadi di depan sekolah? kamu pacaran kan Vel? Jika kamu mau berpacaran, setidaknya jangan di sekolah! atau nanti akan ku laporkan kamu pada istrimu!" ucap Mila dengan mengerucutkan bibirnya. Terlihat sekali jika Mila sedang cemburu pada Marvel.
"Ah apa? memangnya siapa yang pacaran? aku tadi hanya mengobrol dengan Chelsea, Di sana juga ada Anisa tentu tidak mungkin aku bisa berpacaran, kamu ini ada-ada saja. Oh iya, tadi kamu bilang kamu akan melaporkanku pada istriku kan? Baiklah tidak apa silakan laporkan saja, aku juga akan melaporkan kamu pada suamimu karena telah memfitnah muridmu yang tidak bersalah ini," jawab Marvel mencoba menjelaskan. Karena Marvel sudah tahu pasti, bahwa Mila saat ini sedang cemburu. Jadi dirinya memutuskan untuk langsung menjelaskan ke intinya saja.
"Ah apa Vel? aku memfitnah? sepertinya aku tidak memfitnah, kamu sendiri tadi berpacaran di depan sekolah dengan kekasihmu tentunya, mana bisa hal seperti itu disebut memfitnah, aku bicara apa adanya," ucap Mila dengan merasa benar.
"Emm, ya terserah kamu mau bilang itu pacaran atau tidak, yang penting aku memang tidak berpacaran, lagian jika aku mau berpacaran, aku bisa saja menyewa hotel yang berbintang untuk sekedar bermalam dengan Chelsea tentunya," jawab Marvel dengan sedikit berbangga. Ini dilakukannya dengan sengaja ingin sedikit membuat Mila panas,untuk memastikan bahwa Mila benar-benar sedang cemburu.
"Apa kamu bilang? kamu berani melakukan hal seperti itu?, aku..aku akan benar-benar melaporkanmu pada istrimu agar nanti kamu dihukum saat sampai di rumah," tegas Mila dengan menyipitkan mata saat memberikan ancaman.
__ADS_1
Walaupun saat ini hati Mila terasa panas, namun dirinya masih mencoba untuk tetap tenang. Karena tidak mau sampai terlihat bahwa dirinya saat ini memang sedang cemburu.
"Aku tidak peduli kamu mau melaporkannya atau tidak, yang terpenting semua yang kamu katakan tidak benar sama sekali, karena jika aku mau, ya kamu tahu sendiri lah, apa yang bisa kulakukan dengan semua uang yang ku punya tentunya." jawab Marvel dengan sedikit menyombongkan diri, saat dirinya juga menyilangkan tangan di depan dada.
Mendengar bualan sombong dari Marvel, Mila sendiri rasanya ingin segera menggigitnya. Karena Marvel benar-benar telah berhasil membuatnya kesal dan gemas.
"Dasar pria sombong! baru punya uang dikasih orang tua aja sombongnya sampai kelangit, bagaimana jika nanti kamu bisa punya uang hasil keringat sendiri, bisa-bisa kesombonganmu sampai ke akhirat!" sindir Mila dengan nada yang telihat benar-benae kesal, saat dirinya juga menggertakan gigi.
Marvel sendiri merasa senang karena berhasil membuat istrinya ini kesal. Marvel akhirnya memutuskan untuk mengerjai sekalian istrinya ini. Dan tidak akan berhenti di tengah-tengah, seperti yang di pikirkan sebelumnya.
'Kamu ingin mengerjaiku kan sayang, baiklah.. aku akan akan membalasnya, hihihi' batin Marvel sedikit terkekeh.
"Ya itu terserah aku dong, lagian uang itu juga dari orang tua aku, jelas aku bangga dong punya orang tua yang sukses dan mampu untuk memberikan uang padaku banyak itu," ucap Marvel dengan sedikit meledek.
"Huh dasar kamu ini ya, selalu saja bikin aku kesal, aku pasti akan menghukummu nanti di rumah!" ucap Mila dengan sedikit nada ancaman.
Yahhh, akhirnya Mila keceplosan sendiri dan lupa akan niatnya sebelum ini. Mungkin karena Marvel berhasil membuatnya benar-benat kesal.
"Emm, kamu mau menghukumku? itu tidak masalah sama sekali, kalau begitu aku juga akan menghukummu dan membuatmu kewalahan nanti malam, biar adil gitu," ucap Marvel dengan mengedipkan satu mata kearah Mila.
"Iiiiih.... dasar lelaki mesum! Aku tidak mau... aku pokoknya tidak mau lagi disentuh lelaki mesum sepertimu!" jawab Mila dengan sedikit merinding.
"Ah yang bener??? palingan nanti malam kamu yang minta, karena mungkin sudah kangen juga dengan belaian suami kecilmu ini," tanya Marvel dengan nada menggoda.
"Ya tentu saja benar... aku tidak mau lagi di sentuh olehmu, oh iya mendingan kamu pergi sana sama Celsea! katanya mau kehotel!" jawab Mila dengan meringis kearah Marvel.
"Oh begitu? ya baiklah nanti aku akan pergi dengan Celsea," ucap Marvel saat menganggukan kepala, seperti menyetujui saran Mila barusan.
"Ah apa??? kamu.. ihhhhh Marvel!!!" dengus Mila yang benar-benat kesal dengan Marvel karena tidak peka. Tanpa menunggu aba-aba, Mila langsung melayangkan tanganya untuk mencubit perut Marvel.
"Ahhhh, sakit ... sakit sayang... ini sakit... aku nyerah, iya aku nyerah," keluh Marvel saat dirinya mencoba untuk menghindari serangan Mila. Namun sayang sekali, usahanya sia-sia karena Mila mencubit dengan sangat cepat dan kuat. Seperti inilah seorang wanita, tenaganya bisa sekuat gajah saat marah. Padahal terlihat lemah saat dirinya bahagia.
"Salah sendiri genit dengan wanita lain, bahkan ingin pergi bermalam juga dengan wanita lain, rasakan... rasakah aku akan menghukumu sekarang! tidak akan menunggu sampai dirumah!" ucap Mila dengan masih mencubit perut Marvel.
__ADS_1
"Sayang, ini benar-benar sakit... aku kan tadi hanya bercanda... masa kamu nanggepinya serius sih...," jawab Marvel masih mengeluh.
"Uhhhhhh.," hanya itu yang keluar dari mulut Mila saat dirinya mengencankan cubitanya dengan sangat kuat, sebelum langsung melepaskanya., "Kamu nyebelin sih!" tambah Mila dengan mengerucutkan bibirnya.
"Aduhhh, ini benar-benar sakit sayang... kamu kok tega bener sih sama aku?" ucap Marvel mengeluh, saat dirinya juga mengangkat bajunya sedikit dan memperlihatkan perutnya yang sekarang sudah ada tanda merah, akibat luka dari cubitan Mila tadi.
"Ahhh Marvel..., apa yang telah kulakukan, Marvel maafin aku ya," jawab Mila benar-benar merasa bersalah setelah melihat luka di perut Marvel, Mila juga merasa khawatir dengan luka diperut Marvel.
"Uhhhh kamu sih gak bisa di bercandain," ucap Marvel menyalahkan.
"Ya ampun Marvel, aku minta maaf ya.... maafin aku!" lirih Mila saat matanya langsung berkaca. Seperti telah benar-benar menyesali segala tindakanya barusan.
"Hehe, sudah-sudah.. iya aku maafin," jawab Marvel mencoba menenangkan. Terus terang saja, Marvel tidak tega setelah mendengar suara Mila dan menatap matanya juga. Marvel sangat menyayangi Mila, dan tentu tidak mungkin dirinya akan membiarkan Mila sedih ataupun menangis dong.
"Maafin aku ya Vel, karena tadi aku tidak bisa mengontrol diri," ucap Mila masih merasa bersalah.
"Iya sayang, sudah aku maafin kok," jawab Marvel sengan mengelus wajah cantik istrinya.
"Hemmmm, terimakasih sayang," ucap Mila dengan tersenyum.
Kemudian, Marvel dan Mila terus mengobrol. Sampai tak terasa sudah cukup lama juga Marvel dan Mila berdua di dalam kantor. Keduanya benar-benar beruntung, karena saat ini tidak ada orang lain di kantor tersebut selain mereka berdua. Jadi keduanya bisa sedikit bermesraan sebelum kembali berpisah. Karena tak lama setelah itu bell berbunyi, dan itu bell tanda masuk kelas.
"Sudah!! sekarang kamu pergi ke kelas sana, dasar pria mesum!" titah Mila mengusir Marvel dengan sedikit menahan tawa. Karena memang saat ini keduanya sudah baikan.
"Oh dasar wanita aneh, tadi aku disuruh ke sini tapi sekarang aku malah diusir," jawab Marvel dengan sedikit meledek.
"Ah apa? Aku aneh,? Biarin lah aku aneh yang terpenting aku kan cantik," ucap Mila dengan percaya diri.
"Uh dasar... mulai deh percaya dirinya muncul!!" sindir Marvel seraya tersenyum kecut, "ya baiklah, aku akan segera pergi dari sini!, tapi jangan kangen ya?," tambah Marvel dengan sedikit menggoda.
"Apa kangen? aku tidak akan kangen sedikitpun dengan kamu!" jawab Mila dengan sok tegas, saat menjulurkan lidahnya sedikit.
"Emm, Ah yang bener?" goda Marvel saat memainkan kedua alisnya keatas dan kebawah.
__ADS_1
"Ya bener lah, kamu ini ya jadi cowok jangan terlalu percaya diri! aku tidak akan pernah kangen dengan pria seperti kamu!" jawab Mila dengan kembali menjulurkan lidahnya sedikit.