
Kembali kemasa sekarang, tepatnya di tempat parkir hotel yang di datangi Marvel dan keluarga besarnya ini.
Kedua mobil di sebelah kanan dan kiri mobil Lamborghini Marvel, membuka kedua pintu mobil bagian depan, dan keluarlah seseorang yang sudah sangat di kenal oleh beberapa orang disana.
Tentu saja, Bisma bersama istrinya Melani, dan Yustian juga bersama istrinya Sinta. Bisma dan Melani laggsung bergandengan tangan setelah keduanya keluar dari mobil, begitupun dengan Yustian dan Sinta melakukan hal yang sama persis.
"Tuan Yustian, Tuan Bisma?" sapa beberapa orang yang mengenal Bisma juga Yustian.
"Terimakasih aras keramahanya," jawab Yustian dengan ramah.
"Kalian terlalu baik," puji Bisma menyahut.
"Salam juga untuk Nyonya Sinta dan Nyonya Melani," sapa seorang wanita setengah baya setelah melihat Sinta dan Melani yang menggandeng tangan suaminya masing-masing.
"Salam Yustian, dan juga Bisma," sapa Vransisco, atau ayah dari Stiven saat mengangkat satu tangan kananya ke arah Yustian dan Bisma, juga berjalan mendekat kearah keduanya "Aku kira siapa yang membuat keributan di luar, tenyata kalian..." tambah Vansisco dengan tersenyum dan menggelengkan sedikit kepalanya.
Setelah cukup dekat dengan Bisma, Melani, Yustian dan Sinta. Vransisco langsung menyodorkan tanganya dan menjabat tangan keempat orang ini.
Tiga dari keempat orang ini hanya menanggapi dengan tersenyum saat menerima jabat tangan dari Vransisco. Ya terkecuali Bisma yang langsung menjawab dengan sedikit tawa, "Hahaha, ya begitu Vrans, maaf karena telah membuat sedikit keributan disini, kamu apa kabar?" jawab Bisma sebelum bertanya kembali.
"Aku Baik Bis, Bagaimana dengamu?" jawab Vransisco sebelum bertanya kembali.
"Ya aku baik juga Vrans," jawab Bisma dengan masih tersenyum.
"Lalu siapa yang mengendarai mobil Lamborghini ini Bis? apakah kamu mengenalnya?" tanya Vransisco yang memang penasaran, saat jadi telunjuknya mengarah ke mobil Lamborghini.
__ADS_1
"Hehe," kekeh Bisma sebelum mengalihkan pandangan kearah mobil Lamborghini yang di tunjuk oleh Vransisco, "Marvel, Mila, ayo buruan sekarang keluar dari mobil, dan sapa Om Vransisco!" tambah Bisma dengan memberi perintah pada Marvel dan Mila. Yustian sendiri hanya diam dan tersenyum saja. Yustian sengaja, hanya membiarkan Bisma sendiri yang berbicara. Karena Bisma memang jauh lebih pandai bicara di bandingkan dengan dirinya. Dalam bisnis pun sebenarnya Bisma lebih pandai saat berbicara dan menerangkan berbagai ide-ide cemerlang di otaknya. Namun demikian, Bisma tidak seenaknya juga pada Yustian yang memang kurang pandai berbicara. Disamping karena Yustian adalah sahabatnya, juga karena Yustian lebih mumpuni dalam hal keuangan untuk mendongkrak permodalan dalam dunia bisnis keduanya. Itulah alasan kedua orang ini selalu bekerja sama untuk saling menguntungkan. Karena memang punya kelemahan dan kelebihan masing-masing dalam berbisnis.
Walaupun mobil Lamborghini kedap suara, namun Marvel dan Mila bisa sedikit mendengar seruan Bisma saat memangginnya tadi. Karena merasa namanya di panggil, Marvel dan Mila akhirnya membuka pintu mobil Lamborghini ke atas. Sama seperti yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Rencananya, Bisma akan sedikit pamer pada semua pengusaha dan investor yang datang ke acara pesta ini. Tentu Bisma melaukan ini untuk mendapatkan keuntungan dari beberapa investor atau pengusaha lainya agar banyak yang bersedia bergabung dan bekerja sama dengan perusahaanya. Ide itu muncul saat mereka dalam perjalanan ketempat ini. Saat ide itu muncul di dalam kepala Bisma, Bisma langsung mengirimi Mila dan Marvel sebuah pesan untuk menjalankan rencananya. Walaupun Bisma tadi sedikit terkejut dengan kegilaan dari Yustian, namun setelah dipikir-pikir dengan matang. Bisma menemukan sebuah ide cemerlang untuk memanfaatkan situasi ini dengan cepat.
Setelah pintu mobil Lamborghini terbuka, Marvel dan Mila keluar perlahan dari dalam mobil. Setwlah keduanya keluar, Mila dengan cepat berjalan kearah Marvel dan langsung menggandeng tanganya.
"Wanita yang sangat cantik," gumam seseorang di antara yang hadir di tempat ini. Saat orang tadi mengagumi kecantikan Mila yang begitu terlihat alami. Bahkam hanya dengan riasan wajah yang simpel, Mila terlihat sangat cantik dan menawan.
"Ya, benar-benar cantik," sahut orang lainya saat dengan susah payah juga menelan salivanya.
Mendengar suara beberapa orang menyebut seseorang dengang sebutan cantik. Stiven yang tadi hanya menundukan kepala seolah tak peduli dengan semua ini, langsung saja mengalihkan pandangan kearah mobil yang tadi di kagumi semua orang.
Setelah tatapanya jatuh pada mobil, lebih tepatnya seorang wanita muda yang menggandeng tangan seorang pria muda di samping mobil Lamborgini tersebut. Stiven langsung menelan salivanya dengan susah payah, saat matanya juga membulat seolah tak percaya, jika di dunia ini ada wanita secantik ini.
"Cantik, cantik sekali," seru Stiven tanpa sadar saat dirinya benar-benar mengagumi Mila.
Orang-orang di tempat ini langsung mengalihkan pandangan kearah Stiven setelah tadi mendengar seruan Stiven tadi. Pandangan semua orang juga mengikuti Stiven yang saat ini sedang berjalan kearah Mila. Terlihat seperti film-film luar negeri, yang menceritakan tentang seorang pangeran yang memanggil tuan putri yang di cintainya.
"Kamu sangat cantik," ucap Stiven sekali lagi memuji kecantikan Mila saat sudah sampai di depanya.
"Terimakasih atas pujianya," jawab Mila dengan senyuman.
"Ya tentu saja, ayo silahkan masuk lewat sini!" ucap Stiven saat mempersilahkan Mila untuk masuk. Tangan stiven juga hampir memegang tangan Mila, mungkin untuk mengantarnya masuk kedalam manor. Namun sayang sekali tangan Stiven gagal memegang tangan Mila, karena dengan cepat Mila menghindari tangan Stiven yang hampir menyentuhnya.
"Stiven!" seru Vransisco dengan perasaan malu saat melihat tingkah konyol putranya tersebut.
__ADS_1
Stiven kembali tersadar dari lamunanya tadi setelah mendengar seruan ayahnya. Dengan demikian, Stiven langsung mengalihkan pandangan kesumber suara ayahnya tersebut.
"Ahhh, Ayah... aku aku hanya,"
"Diam! dan cepat kesini!" titah Vransisco dengan marah saat matanya menatap tajam pada Stiven.
Mendengar ketegasan dan melihat tatapan tajam ayahnya, Stiven hanya bisa menundukan kepala dan mengikuti perintah ayahnya untuk berjalan kearah ayahnya.
Setelah sedikit mengingat yang telah dilakukanya barusan, Stiven merasa sedikit malu dengan yang telah dilakukanya.
'Apakah aku sudah tidak waras? bagaimana aku bisa seceroboh ini, bahkan didepan banyak orang," batin Stiven merasa kesal terhadap dirinya sendiri. Karena merasa tidak bisa mengontrol diri saat melihat wanita cantik di depanya.
"Siapa kedua anak ini Bis?" tanya Vransisco langsung pada Bisma setelah Stiven berada di sampingnya. Walaupun sebenarnya Vransisco masih kesal dengan tingkah anaknya, namun dirinya masih mencoba untuk tenang. Vransisco melakukan ini karena tidak ingin merasa lebih malu lagi di depan banyak orang. Sudah cukup Stiven saja yang mempermalukanya. Jangan sampai dirinya juga ikut mempermalukan dirinya sendiri.
"Oh ini, yang laki-laki ini anak Yustian, namanya Marvel, jika yang wanita ini, anaku namanya Mila," jawab Bisma memperkenalkan keduanya.
"Apa? jadi ini anak ini putra semata wayang Yustian?" ucap Vransisco dengan nada tak percaya, sebelum langsung mengalihkan pandangan kearah Yustian, "coba jelaskan Yus, apakah itu benar?" tanya Vransisco meminta penjelasan.
"Ya tentu saja, semua yang dikatakan Bisma adalah benar, dan sepertinya aku tidak perlu menjelaskan lagi," jawab Yustian dengan senyuman.
"Kamu ini ya, selalu saja membuat kejutan," ucap Vransisco saat menggelengkan kepalanya.
"Haha tidak apa lah Vrans," jawab Yustian dengan memamerkan giginya.
Vransisco menghela nafas beberapa kali, untuk sekedar menenangkan diri. Terus terang saja, Vansisco tidak menyukai hal seperti ini. Karena jelas sekali, Yustian dan Bisma sudah memamerkan kesuksesanya di acara yang Vransisco buat. Sebenarnya Vransisco membuat acara seperti ini, dengan alasan ulang tahun putranya. Itu semua hanya dilakukanya untuk mengambil simpati dari beberapa pengusaha dan investor yang dia undang. Agar lebih banyak pengusahan dan investor mau bekerja sama dengan perusahaanya. Namun sepertinya Bisma dan Yustian telah lebih dahulu mencuri start. Karena Bisma dan Yustian lebih dahulu pamer kesuksesan dengan memperlihatkan anaknya sendiri mengendarai mobil Lamborghini. Bahkan sebelum Vransisco memamerkan kehebatan dan kesuksesan perusahaanya.
__ADS_1
Jika seperti ini, sudah di pastikan akan ada banyak pengusaha dan investor lebih percaya pada Yustian dan Bisma. Dan dipastikan perusahaan Bisma dan Yustian akan mendapatkan banyak keuntungan dengan semua itu.