
keluarga nya hanya bisa berusaha menenangkan diri Aliya dan tetap tabah untuk menunggu proses penanganan suami nya
seketika mereka semua kaget saat mendengar ucapan Aliya
" apa ibu sama ayah tau jika sebentar lagi Aliya akan punya anak " ucap Aliya dengan mulut yang tersenyum tapi air mata nya terus mengalir membasahi pipi nya
" kamu hamil nak ?? tanya ibu nya kaget dan dengan cepat Aliya mengangguk
" Alhamdulillah , sebentar lagi ibu akan punya cucu " ucap ibu nya ikut merasa bahagia
" Raihan masih muda tapi tidak apa lah di panggil om nanti hehe " ucap Raihan
" pasti Zai akan Sangat senang kan Bu mendengar nya nanti ?? tanya Aliya dan hanya di angguki oleh Aliya
" iya nak jadi kamu harus menjaga kesehatan mu ya apalagi ada calon anak kalian didalam kandungan mu , nanti kalau kamu sedih terus, bisa bisa terjadi hal yang tidak diinginkan kepada kandungan mu , nanti suami mu sedih Lo kalau kamu tidak bisa menjaga kesehatan mu dan calon bayi mu " ucap ibu nya mengelus rambut anak nya lembut
" baik Bu tapi Aliya mau lihat suamiku " ucap Aliya lirih
" Aliya sudah tidak sabar memberitahu kehamilan ku kepada suamiku " lanjut Aliya yang membuat mereka semua terdiam
cukup lama mereka terdiam akhirnya ayah Aliya mendekat ke arah Aliya dan berkata
__ADS_1
" iya nak , ayah tau tapi suami mu masih di tangani oleh dokter , jadi kamu harus tetap disini dulu istirahat nanti ayah akan memberitahu kan ketika dokter sudah selesai dengan pekerjaan mereka " ucap ayah nya
" iya kak , apa kakak tau jika Zai itu orang nya tidak tau rasa sakit , Zai orang nya sangat kuat tapi kakak tenang adik mu ini lebih kuat kok " ucap Raihan
" kuat tidur " saut ibu nya
seketika pintu terbuka dan terlihat dokter laki laki masuk diikuti oleh Bu Alma dan pak tadi dibelakang nya
" Apa kamu sudah merasa baikan Aliya ?? tanya dokter tersebut yang membuat Aliya menatap nya Bingung
" kamu kok bisa tau nama ku ?? tanya Aliya
" apa kamu sudah lupa dengan ku ?? tanya lagi dokter tersebut
" wah kamu sudah jadi dokter " ucap Aliya
" sudah lama kali , " ucap dokter tersebut
" wah selamat ya dok , tapi apa dokter bisa mengecek kakak ku sekarang , apakah kondisi nya stabil " saut Reihan yang membuat ibu nya menatap nya tajam
" ohh maaf , baiklah " ucap dokter tersebut dan mulai mengecek Aliya
__ADS_1
" kamu harus banyak istirahat Aliya , kamu lagi hamil mudah , kecapean sedikit saja bisa membuat kandunganmu dalam bahaya apalagi kamu baru hamil sekali " ucap dokter tersebut
" dengar kak " ucap Raihan
" kamu sudah menikah tapi kamu tidak mengundang ku di acara mu , apa kamu sudah melupakan ku sebagai sahabat mu " ucap dokter tersebut
" itu namanya sahabat yang terlupakan dok " saut Raihan
" Raihan " ucap ibu nya dengan suara ditekan
" ini adik kamu Aliya ?? tanya dokter tersebut
" iya , tampan bukan " ucap Raihan dan hanya di angguki oleh dokter tersebut dengan senyuman manisnya
" sudah kuduga , wanita saja yang buta tidak bisa melirikku kan ibu ?? tanya Raihan
" Hentikan kebiasaan bodoh mu Han " ucap tegas ayah nya yang membuat Raihan diam
" suami mu dimana Aliya , pasti suami mu sangat beruntung mendapatkan mu " tanya dokter tersebut yang seketika membuat Aliya menunduk dan seketika Itu juga Raihan emosi mendengar pertanyaan dokter tersebut
" Woi sialan apa maksud mu tanya Seperti itu hah , kamu kalau ngomong di saring dulu " ucap Raihan sedikit Berteriak mendorong pelan tubuh dokter tersebut membuat ayah nya segera menarik putranya
__ADS_1
" RAIHAN , jaga sikap mu , apa yang salah dengan pertanyaan dokter , dia tidak tau apa apa makanya di tanya " ucap ayah nya tegas