
Malam hari nya Zai ikut berbaring di samping sang istri , keheningan terjadi malam itu tidak ada yang membuka suara , mereka seperti pengantin baru yang saling canggung satu sama yang lain
" sudah lama aku tidak memeluk mu " ucap Zaidan menoleh ke arah Aliya
" hmm , tapi kan aku selalu memeluk mu saat kamu belum sadar " ucap Aliya
" walaupun hanya seminggu tapi serasa bertahun tahun , dan walaupun kamu memelukku aku merasa kurang jika aku tidak membalas pelukan mu " ucap Zai yang kembali membuat suasana hening tapi tak lama Aliya membuka suara
" mas " ucap Aliya lirih menoleh ke arah Zai , tatapan mereka bertemu berdua
" maaf kan aku , tidak bisa menjadi istri yang baik bagimu , aku sudah hampir putus asa saat mendengar kabar tentang mu " ucap Aliya menghapus air matanya yang keluar dengan sendirinya
" kenapa kamu menanyakan itu lagi , bukan kah sudah kukatakan jika kamu harus melupakan hal itu ,ingat lah kenang kenangan manis kita berdua " ucap Zai mengelus rambut Aliya lembut
__ADS_1
" aku masih merasa bersalah sampai sekarang , aku sungguh sangat merasa bersalah , kalau saja aku tidak seperti itu , mungkin kamu sehat sehat saja tanpa merasakan hal mengerikan seperti itu " ucap Aliya
" aku sama sekali tidak merasakan hal mengerikan , malahan aku bersyukur dengan kejadian itu kita bisa banyak belajar , tentang rumah tangga , rumah tangga tidak akan terjalin dengan baik jika salah satu dari kita hanya mementingkan ke egois san kita sendiri atau ego kita " ucap Zai
" terimakasih " ucap Aliya memeluk tubuh suaminya lembut
" terimakasih juga , karena kamu aku bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan , sebelum aku menikah dengan mu sikap ku mungkin sangat ke bocah , tapi setelah menikah dengan mu aku merasa ada yang berbeda dengan diriku , aku merasa ada banyak hal yang berubah dalam hidup ku" ucap Zaidan
Aliya hanya bisa merasa bahagia seraya memeluk tubuh suami nya , seakan dia tidak ingin lagi ditinggalkan oleh suaminya
" iya , tidur lah , kamu pasti sangat lelah apalagi kamu sedang mengandung " ucap Zaidan dan hanya dia angguki oleh Aliya
" peluk " ucap manja Aliya dengan mata yang tertutup dan dengan segera Zai memeluk istrinya
__ADS_1
mereka berdua terlelap dalam tidur dengan posisi saling berpelukan
Pagi harinya Aliya lebih dulu membuka mata dan melihat wajah Suami nya , Aliya tidak ingin bergerak sedikit pun dia hanya diam menatap wajah suami nya
" kamu sangat tampan dan baik , aku sungguh beruntung mempunyai suami seperti mu , aku teringat dengan hubungan kita yang dulu saat baru selesai menikah , kita tiap harinya selalu aduh mulut ,tak ada dari kita yang mengalah , aku sungguh tak percaya dengan keajaiban ini , dulu aku merasa jika hubungan kita hanya akan sementara seperti mainan , tapi aku bersyukur kamu bisa mencintai ku sayang " gumam Aliya mengelus lembut Rambut suami nya
Zai perlahan membuka matanya dan pertama kali yang dia lihat adalah wajah sang istri yang sedang tersenyum tipis ke arah nya
" sudah dari tadi bangun nya ?? tanya Zaidan seraya mengucek ngucek matanya
" iya " jawab Aliya dengan senyuman manis nya
" jangan menggodaku , yang dibawah akan bangun jika kamu terus melihat ku seperti itu " ucap Zai membuat Aliya menarik hidung Zai
__ADS_1
" gak boleh nakal , ada anak kita didalam " ucap Aliya