
Karena tidak mau membuat Mila menunggunya terlalu lama. Marvel dengan cepat memanaskan mobil, sebelum langsung mengemudikanya untuk menjemput bidadari yang sedang menunggunya tersebut.
Mila dengan cepat masuk kedalam Lamborghini setelah Marvel tiba didepanya dan keduanya akhirnya langsung berangkat menuju kesekolah.
Terlihat banyak tatapan iri dan takjub dari banyak orang dijalanan saat melihat Lamborghini lewat. Ini terjadi untuk kalangan remaja, lebih tepatnya wanita yang kagum melihat mobil semewah itu berada di jalanan.
Mila hanya melirik Marvel untuk mengetahui tingkah suaminya ini, setelah banyak wanita yang menatap mobilnya. Mila sedikit senang karena ternyata Marvel tidak tergoda sedikitpun oleh beberapa wanita cantik di jalanan yang dengan terang-terangan ingin meminta berkenalan dengan pemilik mobil. Walaupun rasa sayang Mila belum sepenuhnya tumbuh untuj Marvel, namun melihat suaminya tidak tergoda wanita lain, itu cukup membuat hati Mila senang.
"Apakah kamu tidak tertarik dengan gadis-gadis cantik seperti mereka Vel?" tanya Mila dengan selidik saat menatap Marvel.
"Sama sekali tidak, lagian aku sendiri sudah memiliki kecantikan di sebelahku," jawab Marvel santai.
"Emmmm, masa sih Vel??? tapi sepertinya mereka lebih cantik dari aku? juga mereka lebih muda," ucap Mila menjelaskan.
"Aku tidak peduli masalah seperti itu, yang terpenting saat ini adalah.... aku sudah beristri dan aku harus setia padanya,.." jawab Marvel dengan yakin.
Mendengar jawaban Marvel membuat hati Mila kembali tersentuh dan merasa senang. Karena ternyata suami kecilnya bisa menentramkan hati.
Mila juga sedikit tersenyum sebelum dengan santai kembali mencium pipi suaminya.
"Terimakasih sayang," ucap Mila tanpa sadar memuji Marvel.
"Ya sayang," jawab Marvel dengan senyumanya saat menatap Mila sebentar sebelum mengalihkan kembali pandanganya kejalan.
"Hemmmm," hanya itu yang kemluar dari mulut Mila.
Tak ada pembicaraan lagi dalam perjalanan keduanya menuju ke sekolah saat ini.
Mila hanya bermain dengan ponselnya seolah sedang mengerjakan sesuatu lewat ponsel. Sedangkan Marvel sendiri hanya berfokus kejalanan.
Saat hampir tiba di depan gerbang sekolah, banyak siswa dan siswi juga sudah sampai disokah. Karena ini hari senin, mungkin itu yang membuat banyak siswa sudah hadir kesekolah.
Vromm....Vromm...
Semua siswa dan siswi dengan cepat mengalihkan pandangan kearah sumber suara erangan mobil. Mata semua orang terkejut ketika melihat sebuah mobil mewah Lamborghini sedang mendekat kearah mereka.
Terjadi kegemparan dari teriakan-teriakan banyak siswi di sekolah. Bahkan banyak juga siswa yang terkagum dengan sekali melihat mobil Marvel.
"Waow, keren sekali mobilnya! siapa disekolah kita yang mengendarai mobil sekeren itu!
"Bukankah itu Lamborghini? siapa disekolah kita yang mengendarai mobil semewah itu?"
"Tidak ada di sekolah kita yang mempunyai mobil seperti itu, mungkin anak baru,"
"Ya, pasti orangnya sangat tampan!"
"Aku setuju, dia pasti tampan, aku akan segere mendekat untuk berkenalan denganya, siapa tahu dia menyukaiku!"
"Aku juga, aku akan lebih dulu berkenalan denganya,"
__ADS_1
"Apa-apa an kalian, aku pasti yang akan mendapatkan pria didalam mobil!" Seru Anisa memotong keramaian di antara siswi-siswi ini. Tentu saja Anisa ini adalah teman dari Celsea kekasih Marvel. Dirinya sudah melihat mobil ini semalam dan belum mengetahui siapa pemiliknya. Dirinya juga tidak menyangka bahwa pengendara mobil mewah ini adalah teman sekolahnya.
"Kalian ini ribut sekali! jangan terlalu percaya diri! bagaimana kalau pemilik mobil adalah seorang wanita?" sahut seorang siswa.
"Hahaha ya benar juga yang kamu katakan, kalau pemiliknya perempuan, kita saja yang berkenalan," sahut teman pria ini.
"Mau laki atau perempuan tidak masalah, kita tetap akan berkenalan dengan pemilik mobil,"
"Ya, kita juga bisa berteman dengan dia, mau laki atau perempuan bukan masalah, tapi jika didalam mobil adalah laki, maka aku akan pertama berkenalan, juga aku akan sangat rela jika diminta langsung menjadi pacarnya,"
"Apa yang kalian bicarakan! pemilik mobil ini seorang pria yang sangat tampan, karena semalam aku sudah bertemu denganya di resto, jadi kalian jangan terlalu percaya diri!" tanggap Anisa.
"Ah masa sih Nis? kamu pasti bohong kan kalau pernah bertemu dengan pemilik mobil mewah ini,"
"Ya. palingan Anisa hanya membual agar tidak ada sainganya, seandainya jika kita mundur nanti,"
"Aku serius aku memang pernah melihatnya!" seru Anisa dengan yakin.
"Aku tidak percaya dengan bualanmu Nis,"
"Ya, aku juga tidak percaya dengan orang yang sok yakin,"
"Kamu tidak usah terlalu yakin Nis, kita buktikan saja nanti!"
"Iya kita buktikan saja nanti setelah mobil sampai disini!"
"Ya, aku setuju denganmu, palingan Anisa bohong,"
"Celsea!" seru Anisa yang kaget dengan kedatangan Celsea, sebelum melanjutkan, "kamu darimana saja sih! kok baru saja datang?" tambah Anisa bertanya.
"Ya semalam setelah kita berpisah, aku ada urusan dan baru selesai pagi ini," jawab Celsea.
"Huh ada-ada saja ya, memangnya urusan apa?" tanya Celsea yang penasaran.
"Nanti saja kita bicara berdua," jawab Celsea.
"Ya baiklah," ucap Anisa pasrah.
"Kalian berdua ini pasti bersekongkol kan, agar tak ada saingan untuk mendekati pemilik mobil mewah ini!"
"Ya mereka pasti sudah bekerja sama agar kita semua mundur,"
Mendengar sindiran dari beberapa orang, membuat hati Celsea kembali kesal dan rasanya ingin mencakar orang-orang ini.
"Terserah kalian saja mau bilang apa," jawab Celsea dengan nada kesal saat menatap semua orang. Ini membuat semua orang akhirnya diam.
Kita kembali ke Marvel yang saat ini sedang perlahan mengendarai mobilnya kearah gerbang. Hanya saja saat dia melihat Celsea, dia menjadi salah tingkah dan langsung memberhentikan mobilnya dengan mendadak. Marvel juga merasa khawatir jika sampai mengendarai mobil semewah ini akan membuat keributan di sekolah. Seperti pengalamanya tadi malam yang membuat ribut di Resto. Apalagi jika semua orang banyak yang mengetahui bahwa pemilik mobil ini adalah dirinya. Pasti akan banyak sekali yang mendekat dan menjilatnya untuk memanfaatkanya.
"Apaan sih Vel! kenapa berhenti mendadak!" keluh Mila seraya menatap Marvel dengan senyum kecut.
__ADS_1
"Bu, kita puter balik saja ya!" jawab Marvel dengan mata fokus kearah depan gerbang.
Walaupun Marvel tidak mendengar yang di ucapkan semua siswa dan siswi di depan gerbang. Dirinya bisa menebak dari tatapan semua orang yang sekarang tertuju pada mobilnya.
"Apa? apakah kamu sudah mulai gila Vel! kita sudah hampir tiba disekolah, tapi kamu malah minta puter balik!" dengus Mila dengan menyipitkan mata kearah Marvel.
"Maaf Bu, tapi coba Bu Mila lihat tatapan semua orang disana! saya yakin jika saya memakai mobil ini kesekolah, pasti akan kembali terjadi keributan seperti yang terjadi di resto semalam," jawab Marvel menjelaskan ,"juga disana ada Celsea Bu, apakah Bu Mila juga lupa jika kita akan merahasiakan pernikahan kita?" tambah Marvel kembali menjelaskan.
"Emmmmm," setelah mendengar penjelasan Marvel, Mila berfikir juga merenung seraya menatap kearah gerbang sekolah kembali. Mila juga kaget karena semua yang di ucapkan Marvel memang ada benarnya. Ada Celsea, Anisa, juga banyak siswa dan siswi di depan gerbang sedang menatap kearah mereka.
"Kamu memang benar Vel, tapi... kita tetap harus kesekolah kan! sekarang ini ada ulangan Vel! masalah ini jangan dijadikan alasan untuk tidak berangkat kesekolah dan mengerjakan ulangan!" ucap Mila.
"Emmm, soal itu.. ," Marvel berucap sebelum memikirkan sebuah ide agar masalah ini cepat terselesaikan, "Apakah Bu Mila bisa mengendarai mobil ini?" tambah Marvel bertanya.
"Apa Vel? aku memang bisa mengendarai mobil biasa, tapi kalau mobil semewah ini ya, aku belum bisa memastikanya," jawab Mila dengan nada kaget.
"Ya begini saja kalau begitu, Bu Mila pelan-pelan mengendarai mobil ini untuk masuk kesekolah, aku akan berjalan kaki saja untuk kesekolah nanti," ucap Marvel menjelaskan, "Nanti kita putar balik dulu, sampai tidak ada siswa atau siswi yang melihatnya, aku akan turun dari mobil, sebagai gantinya, Bu Mila yang memakai mobil ini untuk kesekolah!" tambah Marvel.
"Tapi Vel!"
"Sudah tidak usah protes sayang," cuppp... potong Marvel sebelum langsung mencium Mila.
"Ahhhh, Marvel!!!!" seru Mila yang langsung mendapatkan telapak tangan Marvel yang menutup mulutnya.
"Jangan keras-keras! nanti ada yang dengar!" bisik Marvel sebelum menunjukan giginya yang rata.
Mila dengan cepat memegang telapak tangan Marvel sebelum mengibaskanya.
"Kamu ini selalu ambil kesempatan dalam kesempitan Vel!" keluh Mila, tapi nada suaranya sudah pelan.
"Hehehe ya tak apa lah, kan sama istri sendiri, tadi juga bu Mila cium aku," jawab Marvel tanpa dosa.
"Untuk masalah tadi... emmmm, ya pokoknya iya lah, tapi setidaknya jangan membuatku terkejut!" pinta Mila dengan nada malu.
"Iyaiya, maaf jika tadi membuatmu terkejut," ucap Marvel meminta maaf.
"Huh," hanya itu yang keluar dari mulut Mila saat dirinya menyilangkan tangan di dada.
Marvel hanya menjawab dengan mengangkat dua jarinya, sebelum perlahan memutar mobilnya dan berbalik arah.
Mata semua orang benar-benar terkejut setelah melihat mobil balik arah.
"Ahhhh, kenapa malah putar balik!" keluh Anisa dengan menghentakan kaki di tanah.
"Hahaha kasihan deh lu Nis,"
"Ya, ternyata memang pemilik mobil jelas tidak mengenal Anisa,"
Sekarang banyak siswa dan siswi yang mulai meledek Anisa.
__ADS_1
Celsea sendiri hanya diam karena tidak tahu mau bicara apa. Dirinya juga bingung kenapa mobil ini malah balik arah.
'jangan-jangan memang pemilik mobil ini bukan dari sekolah kita, karena tidak ada yang akan mampu membeli mobil semewah itu di sekolah ini,' batin Celsea seraya berfikir.