
mama dan papa Zai kini masuk setelah Aliya keluar , mereka berdua juga seperti Aliya yang tak sanggup menahan air mata nya melihat sang putra yang terbaring tak berdaya disana
mama Zai tak sanggup dengan semua ini , dia segera berjalan sedikit cepat dan memeluk putranya
" kamu kenapa bisa seperti ini nak ,hiks..hiks.. , mama tidak bisa melihat mu seperti ini nak hiks..hiks.." ucap mama nya menggoyang goyangkan badan anak nya
" ma sudah , Zai pasti akan bangun nanti " ucap sang suami yang sebenarnya juga sangat merasa terpukul melihat putra kandungnya dalam keadaan seperti ini
Mama Zai tidak memperdulikan nya dan kembali memeluk tubuh putranya dengan tangisannya yang semakin menjadi jadi
papa Zai mengelus punggung istri nya agar tetap tenang
" Ma ayo kita keluar , biarkan anak kita istirahat , ibu dan ayah Aliya juga ingin melihat Zai " ucap ayah nya yang memilih untuk keluar dari pada didalam melihat putra nya yang tak berdaya serasa dirinya ikut merasakan apa yang di alami oleh anak nya
" mama keluar ya nak , kamu harus kuat , istri mu sudah mengandung cucu mama dan papa , jadi tolong ya nak , kamu harus cepat sembuh dan bertemu mereka , istri mu sungguh merasa sangat sedih dengan keadaan mu seperti ini , dan mama takut jika anak kalian akan terjadi apa apa nanti nya , jika kamu tetap seperti ini , kamu harus lebih kuat menghadapi semuanya ya " ucap ibu nya kepada sang putra berharap putra nya bisa mendengar kan semua ucapan nya
" mama sayang kamu nak " ucap mama nya lagi dan mengecup kening putra nya lembut lalu membalikkan badan untuk keluar
ayah Zai hanya menatap putranya lalu mengelus rambut nya
__ADS_1
" cepat bangun ya , kami semua mengkhawatirkan mu nak " ucap sang ayah lalu menghapus air matanya dan menyusul istri nya keluar
terakhir kedua orang tua Aliya masuk dan juga merasakan sesuatu hal yang sama seperti kedua orang tua Zai
tak lama mereka didalam kini semua sudah duduk di kursi rumah sakit , ibu Aliya dan mama Zai hanya bisa menenangkan Aliya yang terus menangis
" Aliya kamu jangan seperti ini trus , apa kamu sudah lupa dengan calon anak kalian " ucap sang ibu
" iya sayang , kamu pulang ya istirahat , kamu sudah terlihat pucat karena kecapean dan kelamaan nangis " ucap mama Zai dan dengan Cepat Aliya menggeleng kan kepalanya
" Aliya tidak mau pulang ma , kalau Zai belum pulang juga , Aliya akan pulang bersama Zai " ucap Aliya lirih
" biarkan saja Bu , kalau itu kemauan nya " ucap ayah Aliya
" apa Raihan duluan pulang yah , coba ayah telfon dulu " ucap ibu Aliya
ayah Raihan menuruti kemauan sang istri tapi tidak di angkat oleh Raihan
" loh kok gak di angkat ,itu anak bisa bisanya dalam kondisi seperti ini masih saja berulah " ucap Ayah nya kesal
__ADS_1
" coba lagi yah " ucap sang istri tapi setelah mencoba beberapa kali tetap saja sama , Raihan tidak mengangkat telfon nya
....
Bella membantu mengobati memar di wajah sang kakak
" auhh sakit dek " ucap Fadli kakaknya
" iya maaf , lagian kakak kok malah kelahi sama kak Raihan sih " ucap Bella
" bukan aku yang nyerang , dia yang menyerangku begitu saja tanpa sebab , dan kenapa kamu bisa kenal sama dia ?? tanya sang kakak membuat Bella kalang kabut
" kenapa kamu jadi panik begitu ,jangan bilang kamu pacaran sama dia ?? tanya Fadli dan dengan cepat Bella menggeleng kan kepalanya dengan wajah yang sudah panik
" tidak kak , aku hanya kenal kak Raihan saat SD saja kami satu kelas dulu " ucap Bella
" awas saja kamu pacaran sama anak tidak tau etika itu , kakak guru nya disekolah tapi dia tidak menghargai ku sama sekali tadi , dia sangat berbeda saat dia disekolah ," ucap Fadli
" memangnya kak Raihan seperti apa disekolah apa dia jahil ?? tanya Bella penasaran
__ADS_1
" kenapa kamu tiba tiba bisa berubah seperti itu saat membahas nya , dan setau kakak kamu sangat trauma jika bersama laki laki lain dan tadi kenapa kamu ada didalam mobil nya " ucap sang kakak yang semakin membuat Bella panik
" aku masuk duluan ya kak , udah ngantuk " ucap Bella dan berlari meninggalkan sang kakak hanya untuk menghindari pertanyaan tersebut