Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
cilok seharga 110 ribu


__ADS_3

sudah seminggu semenjak Aliya dan Zai tinggal di rumah pak Sukri dan seminggu pula Raihan sangat kesal Walaupun terkadang dia merasa senang karena ada teman nongkrong nya di rumah


apalagi kehamilan Aliya yang membuat Raihan beberapa kali mengutuk bayi Aliya dan Zai


" ya ampun nak , apa kamu tega sama uncle yang gagah ini , dan semoga saja kamu mirip sama uncle , baik sifat atau wajah " ucap Raihan yang sedang mengendarai mobil baru nya ke tempat jualan cilok di sekolah karena permintaan Aliya


sesampainya di depan gerbang ,Raihan Bingung mau masuk bagaimana Caranya sedangkan dia bukan lagi anak sekolah , walaupun sudah ujian anak kelas 1 dan 2 masih sekolah dan apalagi hari ini adalah hari penerimaan siswa baru


" gimana aku mau beli cilok di kantin " ucap kesal Raihan


sudah sekitar 20 menit Raihan hanya duduk di mobilnya, dengan susah paya memikirkan cara masuk ke sekolah


" dah lah ,aku hanya bilang ingin mengambil buku ku yang ketinggalan " ucap Raihan langsung mengemudikan mobilnya ke arah gerbang sekolah


PIP


PIP

__ADS_1


klakson Mobil Raihan membuat satpam sekolah mengetok kaca mobilnya


" pak saya mau ambil buku ku di laci " ucap Raihan langsung pada intinya tanpa menunggu pertanyaan satpam tersebut


" kamu alumni kemarin kan ?? tanya satpam tersebut dan di angguki oleh Raihan


" seperti nya ruangan sudah di bersihkan untuk anak kelas dua yang sekarang sudah naik kelas ke kelas 3 " ucap satpam tersebut


" astaga , aku hanya ingin masuk buka lah gerbang nya " ucap Raihan pusing ingin berkata apa lagi


" tapi untuk apa anda masuk lagi ?? tanya satpam tersebut


" kakak ku adalah guru disini , namanya Bu aliya ini foto keluarga kami dan dia ingin cilok di kantin ,jadi buka lah gerbang nya dari pada aku kena semprot nanti " ucap Raihan


" tapi...." ucapan satpam tersebut terhenti saat uang berwarna merah lengket di kening nya


" cepat " ucap Raihan kesal dan dengan segera satpam tersebut membuka nya

__ADS_1


....


setelah pulang Raihan hanya bisa beberapa kali mengomel gak jelas di mobil , hanya dengan membeli cilok seharga 10 ribu uang nya habis 110 ribu


" awas saja kalau anak nya si Zai itu tidak mau nurut padaku nanti , aku akan menggantung nya seperti jemuran , dan sikap nya juga harus seperti diriku aku tidak mau tau , aku yang tersiksa akan hal ini sedangkan si Zai hany bisa membuat nya dengan sangat enak tanpa di suruh apa apa sama sang istri malahan dia yanng Paling banyak menyuruh ku " ucap Raihan


" untung mobil baru ku ini di belikan sama Mak nya , beda jauh sama mobilku yang rusak , tapi aku juga banyak untung mempunyai mobil mewah ini haha " ucap lagi Raihan


sesampainya di rumah Raihan langsung berlari masuk dan melihat sang kakak yang hanya duduk bersantai menonton tv


" ni cilok nya " ucap Raihan


Aliya langsung mengambil nya dan memakan nya tapi Aliya hanya memakan satu biji dan mengembalikan nya ke Raihan


" aku sudah gak mood , siapa suruh telat , aku sudah sangat kenyang makan Rendang buatan ibu " ucap Aliya yang membuat Raihan hanya bisa bengong menatap cilok


" jadi ?? satu kata yang keluar dari mulut Raihan tak percaya dengan kejadian yang lebih parah ini

__ADS_1


" makan sendiri dari pada mubazzir " ucap Aliya santai yang semakin membuat Raihan sangat ingin mencekik sang kakak tapi apaladayanya dia masih mempunyai hati


__ADS_2