Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 31


__ADS_3

Akhirnya pasangan pengantin baru ini kembali bercinta dengan mesra di waktu sore hari. Akibat dari percintaan tadi, saat ini keduanya menjadi lemas dan kecapekan juga. Tak terasa keduanya pun dikalahkan oleh rasa kantuk dan akhirnya tertidur pulas. Marvel dan Mila tertidur dengan tubuh mereka yang hanya tertutup selimut saja. Karena saat ini pakaian Marvel dan Mila sudah berserakan di lantai kamar. Keduanya juga saling memeluk dalam tidur ini.


****


Ditempat lain, saat ini Celsea sedang jalan-jalan bersama dengan Anisa di sebuah taman dekat kota. Walaupun sedang jalan-jalan, namun raut wajah Celsea tetap saja masih di tekuk. Celsea berjalan dengan lemas dan tanpa semangat sedikitpun.


"Cel, ayo kita cari makan!" ajak anisa yang memulai pembicaraan. Karena memang dari tadi sejak pulang dari sekolah, Celsea hanya termenung diam seorang diri. Anisa sudah sedikit banyak mengerti kenapa Celsea bisa menjadi seperti ini. Namun apa daya, dirinya tentu tidak akan bisa membantu soal urusan asmara temanya tersebut. Yang bisa Anisa lakukan sekarang adalah berusaha menghibur Celsea. Itulah alasan kenapa Anisa berinisiatif untuk mengajaknya pergi jalan-jalan, dengan harapan bisa menghibur hati Celsea yang sedang lemas dan kurang bersemangat.


"Boleh juga," jawab Celsea dengan lemas sebelum mengeluarkan nafasnya dengan cepat.


Mendengar jawaban dari Celsea yang seperti ini, hanya membuat Anisa langsung mengerutkan dahi. Anisa merasa bahwa Celsea ini terlalu naif. Tidak bisa jalan dengan pacarnya saja sudah membuatnya lemas seperti ini. Bagaimana jika sampai Marvel meninggalkanya, bisa-bisa Celsea bunuh diri. Itulah yang ada dipikiran Anisa. Anisa sendiri merasa kesal dengan Celsea yang terlihat seperti anak kecil, padahal sekarang dirinya sudah remaja.


"Kenapa sih kamu? apakah karena tidak bisa jalan dengan Marvel menjadikanmu lemas begini?" tanya Anisa secara langsung tanpa berbasa-basi terlebih dahulu. Karena memang Anisa bukanlah orang yang suka berbasa-basi dalam menyelesaikan masalah.


"Ya.. salah satunya itu," jawab Celsea asal.


"Salah satunya? memangnya ada yang membuatmu menjadi selemas ini selain tidak bisa jalan dengan Marvel?" tanya Anisa yang penasaran, karena setahu dia, hanya Marvel yang bisa membuat Celsea bersemangat, ataupun sebaliknya.


"Ya ada lah," jawab Celsea sebelum tersenyum kecut kearah depan.


"Memangnya apa lagi yang membuatmu sampai selemas ini?" tanya Anisa dengan selidik, karena dirinya benar-benar penasaran.


"Pokoknya ada lah," jawab Celsea dengan cepat.


Anisa menjadi kesal setelah mendengar jawaban dari Celsea, yang seolah menutup-nutupi sesuatu darinya. Padahal keduanya biasa saling berbagi cerita perjalanan hidup, dan cinta di antara mereka sendiri sebelum ini. Juga sebelumnya tidak ada yang disembunyikan di antara keduanya. Namun sekarang jelas Anisa mencium sesuatu rahasia dari Celsea yang seperti tidak ingin di ketahui oleh dirinya.


"Celsea!" panggil Anisa dengan mengeratkan giginya, karena semakin gemas dengan temanya, "Aku ini temanmu bukan sih? sampai kamu tidak mau berbicara terus terang padaku tentang masalahmu?" tambah Anisa menggerutu saat tersenyum kecut kearah Celsea


.

__ADS_1


"Hehe," hanya itu yang keluar dari mulut Celsea, karena dirinya memang malu untuk menceritakan yang telah dia lakukan di belakang Raka.


Anisa kembali semakin kesal setelah tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari mulut Celsea. Anisa kemudian dengan kesal menginjakan kakinya ketanah dengan keras.


"Terserah kamu saja Cel mau cerita atau tidak, aku tidak akan memaksamu," ketus Anisa sebelum langsung berjalan dengan cepat meninggalkan Celsea sendirian.


Melihat tingkah sahabatnya, tentu Celsea merasa tak enak hati karena telah mengabaikanya tadi. Anisa adalah sahabatnya yang paling berharga, tentu Celsea tidak ingin sampai menyinggung perasaanya, karena dirinya tidak ingin kehilangan sahabat sepeti Anisa, yang selalu ada dalam suka dan duka dirinya.


"Ehh, Anisa tunggu,," seru Celsea memanggil Anisa sebelum dirinya dengan cepat mengejar Anisa, sampai di dekat Anisa, Celsea lanvsung berucap "Masa gitu aja ngambek sih, kayak prawan aja," tambah Celsea berusaha menggoda Anisa.


"Aku memang prawan," jawab Anisa dengan nada kesal, dan tetap melanjutkan jalanya dengan cepat, seolah sudah tidak peduli dengan Celsea. Padahal sebenarnya Anisa sangat peduli dengan Celsea. Itulah alasan kenapa dirinya marah saat Celsea tidak bercerita tentang masalahnya padanya. Padahal jelas sekali, Anisa ingin mengetahui masalah temanya, karena dirinya ingin berusaha untuk membantunya. Seperti itulah dirinya dan Celsea sebelum ini.


"Elah, kamu kan sudah tidak...."


"Diammmmm," seru Celsea langsung memotong ucapan Anisa yang hampir keceplosan. Bahkan saat ini Anisa juga memelototi Celsea dengan kesal saat mengalihkan pandangan kebelakang dan berhenti sebentar.


"Hehe mangkanya berhenti dulu, tungguin aku!" seru Celsea yang dengan cepat langsung memegang tangan Anisa, beharap agar temanya ini tidak kabur lagi.


"Aku tidak ngambek," elak Anisa dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Melihat senyuman dari Anisa, Celsea terkekeh sebentar saat menutup mulutnya karena merasa tak snak hati telah menertawakan temanya.


"Iyaiya, aku percaya kok,," jawab Celsea dengan tersenyum kearah Anisa, "jadi sekarang kita mau kemana lagi?" tambah Celsea bertanya pada Anisa.


"Bukan kita, tapi hanya aku yang akan pergi sendiri, karena saat ini, aku sudah tidak punya teman lagi," sindir Anisa saat melirik tajam pada Celsea.


"Yaelah, aku minta maaf deh," Rajuk Celsea dengan suara menyesal, "Aku janji tidak akan pakai rahasia-rahasiaan lagi padamu," tambah Celsea meyakinkan Anisa saat mengangkat kedua jarinya keatas.


"Tidak, aku tidak akan memaafkan seorang mantan teman," jelas Anisa dengan ketus.


"Apa? mantan teman? kamu kok tega gitu sih jadiin aku mantan temanmu," keluh Celsea dengan nada pelan dan terlihat sangat menyesali tindakanya.

__ADS_1


"Ya deh, nanti aku ceritain masalahnya, tapi sekarang udahan ya marahnya!" tambah Celsea seraya menaik turunkan alisnya, Celsea juga menyatukan kedua telapak tanganya saat memohon pada Anisa.


"Hemmm, aku tidak yakin," jawab Anisa saat melirik ke arah Celsea dan tersenyum kecut padanya, seolah sudah tidak percaya dengan Celsea.


"Aku serius, nanti aku ceritakan semuanya," ucap Celsea meyakinkan saat kembali mengulangi mengangkat kedua jarinya keatas.


"Baiklah, aku pegang kata-katamu," putus Anisa dengan nada memaksa.


"Hehe iya cantiku!!!" ucap Celsea dengan nada gemas, sesaat kemudian Celsea juga langsung melompat dan memeluk Anisa dengan gemas.


"Maafin aku ya cantik," ucap Celsea di sela pelukanya pada Anisa. Celsea kemudian mencium pipi kanan dan pipi Anisa dengan gemas.


"Kamu ini ya, dasar mesum... aku ini cewek juga.. ingat!!" keluh Anisa yang sedikit merasa risih diperlakukan seperti itu oleh sesawa wanita.


"Hehe, biarin lah.. salah sendiri bikin aku gemas," jawab Celsea tak mau disalahkan.


"Hemmmm, kamu ini pinter banget ya nyalahin orang lain, tapi tidak mau disalahkan," gerutu Anisa dengan tersenyum kecut pada Celsea.


"Hehehe, pissss deh!" jawab Celsea seraya mengangkat kedua jarinya keatas.


"Awas saja jika nanti tak cerita!" ucap Anisa memberi peringatan.


"Hehe iyaiya, nanti aku cerita deh... jangan ngambek lagi, oke!" jawab Celse dengan menunjukan giginya.


"Nah gitu tersenyum! kenapa tidak dari tadi saja!" ledek Anisa sebelum menjulurkan lidahnya kearah Celsea.


"Ya tadi kan, emmmmm, kamu ngerjain aku ya?" selidik Celsea saat menyipitkan matanya ke arah Anisa.


"Ya salah sendiri, dari tadi diem aja, kalau kesambet baru tau rasa," jawab Anisa meledek Celsea.

__ADS_1


Setelah ini, keduanya kembali saling ledek dan tertawa bersama saat saling kejar ditaman. Seolah sudah tidak ada lagi beban hidup di antara keduanya, jika sedang bermain dan tertawa bersama seperti ini.


Memang dari awal, sebenarnya Anisa tidak marah pada Celsea. Dirinya dengan sengaja mengerjai Celsea agar Celsea tidak melamun dan termenung terus-terusan seharian. Dengan demikian, Anisa menemukan sebuah ide untuk membuat temanya ini tertawa lepas. Dan ternyata ide itu berhasil saat Anisa pura-pura marah pada Celsea. Karena mau seperti apapun kesalahan yang telah Celsea lakukan, sebenarnya itu sama sekali tidak masalah untuk Anisa. Namun Anisa tetap akan meluruskanya, jika mengetahui temanya salah jalur. Ataupun juga jika Celsea dalam masalah, Anisa akan selalu membantunya. Itulah bentuk kepedulian Anisa pada Celsea, dan begitu juga sebaliknya.


__ADS_2