
tahun ke tahun telah berganti usia sang kembar sudah menginjak umur 3 tahun saat ini , mereka semakin terlihat nakal di usianya yang masih 3 tahun , mereka selalu mencoba melakukan hal yang tidak disangka-sangka.
Aliya semakin dibuat pusing oleh tingkah kedua putra nya yang terkadang membuat seisi rumah berantakan.
" mommy , mau itu " ucap Ahran menunjuk ke arah pisau yang terletak di keranjang buah.
" tidak boleh , ini nanti buat Ahran sakit kalau ke iris , tangan Ahran bisa berdarah " ucap Aliya lembut ke arah putra nya.
" mommy , mau es " ucap Ayyan.
" nanti uncle Raihan bawakan kalau uncle sudah pulang dari sekolah nya ya sayang " ucap Aliya dan hanya di angguki oleh mereka berdua.
Tak lama setelah itu , Raihan dan Zai sudah pulang membuat Kedua anak kembar itu berlari dengan semangat ke arah mereka.
" Daddy " teriak mereka berdua membuat Zai melangkah ke arah nya dan menggendong ke dua nya.
" Daddy kata mommy , uncle mau bawakan es krim " ucap Ayyan menoleh ke arah Raihan yang terlihat tersenyum ke arah nya.
" mana uncle " ucap Ahran membuat Raihan dibuat panik , Raihan tau sifat kedua anak tersebut yang harus dituruti jika tidak mereka akan berbuat hal senonoh.
" tadi penjual es krim nya katanya sudah meninggal jadi sudah tidak ada yang jual " ucap Raihan.
__ADS_1
" Daddy mau es krim " rengek Ayyan.
" kata uncle Tampan kalian, uncle mau main kuda kuda bersama kalian " ucap Zai yang membuat Raihan membulatkan matanya.
" Daddy turun kan kakak " ucap Ahran dan dituruti oleh Zai.
" Ahran melangkah ke arah Raihan dan langsung menarik tangan Raihan.
" kita main di sini uncle , karena kata mommy kalau mau main disini saja jangan ke tempat lain karena banyak monster " ucap Ahran yang membuat Raihan hanya bisa pasrah.
" Sekarang uncle jadi kuda , biar kakak yang jadi supir nya " ucap Ahran dan dengan segera Raihan melakukan apa yang disuruh Ahran.
" Daddy , naikkan Ahran ke atas kuda Ahran " teriak Ahran kesenangan.
" tidak boleh , kuda nya milik Ahran " ucap Ahran tegas membuat Ayyan cemberut dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" boleh kok , kak Ahran cuma becanda, Ayyan bisa naik dan jadi penumpang kakak , ya kan Ahran " ucap Daddy nya tapi tidak mendapati jawaban dari Ahran.
saat mereka sudah naik Ahran dengan segera memegang telinga Raihan sedangkan Ayyan berpelukan di tubuh sang kakak.
" maju kuda " teriak Ahran menarik telinga Raihan.
__ADS_1
" ahhhggg,. sakitttt " teriak Raihan membuat Zai hanya bisa menahan tawanya.
" Ahran , gak boleh gitu , pegang rambut uncle aja biar gak jatuh " ucap Aliya dan dengan segera dituruti oleh Ahran.
" maju uncle kuda , kita akan membawa penumpang Ayyan ke arah Mommy " ucap Ahran dan dengan segera Raihan mengarah kesana dengan wajah sangat kesal.
" yang laju uncle , kita nanti keduluan sama orang kalau uncle lambat " ucap Ahran yang semakin membuat Raihan ingin sekali kabur dari sana.
" mehehehehe " ucap Raihan mengikuti suara kuda dan Langsung mengarah ke Aliya.
" Raihan , pelan pelan , nanti mereka jatuh " ucap Aliya berlari ke arah Ayyan yang seperti sudah kehilangan keseimbangan.
Aliya langsung menggendong Ayyan yang terlihat biasa biasa saja.
OK TERIMAKASIH DUKUNGAN KALIAN
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
__ADS_1
FAVORIT
VOTE