
Tak terasa matahari sudah terbenam ,zai yang hendak berdiri melihat sepatu nya yang kembali kepada nya dibawa ombak kecil , Zai hanya tersenyum miring melihat nya
" kamu sudah kubuang tapi kamu ternyata masih ingin digunakan oleh ku , benda saja ternyata punya perasaan apalagi diriku yang dibuat marah oleh istri ku , dia melanggar janjinya yang kesekian kalinya " ucap Zai berbicara sama sepatu nya
Zai membawa kembali sepatu nya untuk kembali ke mobil
Zai membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi , entah mengapa pikiran nya hanya kepada istri nya yang membuat nya cemburu
ditengah jalan Zai tidak mengurangi kecepatan nya , dia hanya ingin melampiaskan semua amarah nya dengan cara seperti itu , mata Zai tidak terlalu fokus hingga tidak melihat mobil box yang keluar dari simpangan hingga dengan refleks Zai mengerem mobil nya tapi itu malah membuat ban mobilnya tergelincir hingga membuat mobil tersebut guling guling di jalan raya
Darah segar mengalir dari atas kepala Zai serta hidungnya mengeluarkan darah , mata Zai mulai kabur tapi dia memaksakan untuk menahannya , mata nya terarah pada ponsel nya yang dengan kebetulan berdering , Zai memaksakan tangan nya yang sudah tidak bertenaga mengambilnya , hanya sekilas Zai melihat nama yang tertera istri tua ku , senyuman Zai terukir manis hingga penglihatan nya sudah hitam
Zai yang masih menggunakan baju sekolah berwarna putih yang kini sudah berubah warnah menjadi merah
Kemacetan lalu lintas harus kembali terjadi karena kecelakaan tersebut sedangkan Zai sudah dibawa ke rumah sakit oleh ambulance
flashback on
saat Aliya bangun karena mimpi yang sangat aneh , langsung mencari hp nya untuk menghubungi suami nya , nafas nya masih terengah-engah saat menelfon Zai tapi tidak di angkat oleh nya
membuat Aliya sangat gelisah, hatinya entah mengapa merasa tidak enak , Aliya menaruh hp nya di meja dan tanpa sengaja tangannya menyenggol bingkai foto yang terletak di meja
prangg
suara tersebut membuat Aliya kaget dan dengan segera dia mengambil nya dan melihat foto itu adalah foto suaminya Zai
__ADS_1
" kenapa bisa jatuh " ucap Aliya
" pasti Zai akan tambah marah nanti " ucap Aliya panik
flashback end
Zaidan langsung dilarikan kedalam Ruangan UGD untuk menjalani perawatan medis
di kediaman Raihan
ibu dan ayah Raihan lagi bersantai menonton tv saat iklan tiba tiba berita masuk tentang kecelakaan di jalan tol malam ini
" ada ada aja musibah , makanya ayah kalau naik mobil jangan ngebut ngebut takutnya hal seperti itu terjadi , pasti keluarga yang kecelakaan sangat sedih " ucap ibu nya Aliya
" itu sudah rugi , buat jalan tambah macet , buat keluarga nya sedih , pokoknya semuanya deh ibu tidak bisa bayangin " lanjut ibu nya
" iya dengar Bu " ucap pak Sukri
tapi seketika mata pak Sukri menjadi lebih serius saat melihat plat nomor mobil yang sudah tak berbentuk tersebut
" Bu itu " ucap pak Sukri tak sanggup melanjutkan kata kata nya
" itu apa ?? tanya istrinya bingung
" telfon Raihan sekarang , dia dimana , apa dia tadi keluar ?? tanya suami nya dengan panik yang membuat istri nya ikut khawatir melihat wajah kegelisahan sang suami
__ADS_1
" kenapa Raihan yah , kenapa?? tanya istrinya bingung
" itu plat mobil nya Raihan Bu , itu nomor plat nya " ucap pak Sukri yang sudah berdiri dari tempat duduknya ingin siap siap ke rumah sakit
istri nya sangat syok mendengar ucapan sang suami yang seketika membuat dia menangis histeris
" anak ku , tidak , ayah anak kita hiks..hiks.." teriak Bu Alma histeris dengan air mata yang sudah mengalir deras
pak Sukri yang hendak pergi jadi bingung harus berbuat apa dilain sisi istrinya sudah terlihat sangat sedih , dia tidak mungkin membiarkan istrinya sendiri
" ayah Raihan hiks...hiks... " teriak Bu Alma dengan air mata nya yang semakin mengalir
pak sukri dengan segera mengambil ponselnya dan menghubungi putra nya
trutt
trutt
" halo , ada apa yah ?? tanya Raihan yang muncul dari belakang yang seketika membuat ayah nya kaget bukan main sedangkan ibu nya yang melihat anak nya langsung berlari memeluk nya
" kamu tidak apa apa nak ?? tanya ibu nya dengan air matanya seraya mengecek badan anak nya
" ada apa sih , Raihan baik baik saja " jawab Raihan santai
" kok kamu disini Rai ?? tanya ayah nya yang mendapat lemparan buah apel dari snag istri yang di ambil di meja
__ADS_1
" ayah kok malah nanya gitu , harus nya ayah bersyukur yang disana bukan anak kita , dan kalau kasih info yang benar dong , jangan sok tau " ucap Bu malah yang semakin membuat Raihan Bingung