
Bella didalam kamar trus memikirkan Raihan , dia tidak menyangka melihat sahabat nya yang sangat jail dulunya sudah berubah sangat dingin , dan yang semakin membuat Bella bingung yaitu Raihan yang tiba tiba sangat marah melihat kakak nya
" apa kakak mempunyai masalah dengan kak Raihan , tapi kenapa kata kakak dia adalah muridnya yang sangat jail " gumam Bella
" tidak mungkin kak Raihan langsung memukul kakak ku kalau tidak ada masalah " lanjut gumam Bella
senyuman Bella tiba tiba terukir manis mengingat kening nya yang dicium oleh Raihan didepan kakak nya sendiri , dan yang semakin membuat nya membolak-balik kan badannya ditempat tidur yaitu dirinya yang tiba tiba mencium pipi Raihan karena kesal
" ahhh aku sangat malu mengingat itu " ucap Bella yang membuat tempat tidur nya berantakan karena dia seperti cacing kepanasan di atas
" Bella kamu kenapa , cacingan ?? tanya seseorang yang baru datang
" mami " ucap Bella salah tingkah dan menyembunyikan seluruh badannya didalam selimut , dia tidak mau jika mami nya melihat wajah nya yang merona merah
__ADS_1
" kamu kenapa Bella , kenapa tempat tidur mu seperti habis terkena gempa " ucap sang mami
" kapan mami pulang ?? tanya Bella dari dalam selimut , mengalihkan arah pembicaraan
" kamu kok aneh bangat sih Bel , ngomong sama orang tua kok , malah sembunyi didalam selimut , mami baru pulang bukannya dipeluk malah sembunyi " ucap mami nya
" Bella sudah tidur mi , by selamat malam mi , dan semoga mimpi indah " ucap Bella dan pura pura ngorok yang membuat mami nya hanya bisa menggelengkan kepalanya
.....
tak lama Raihan sudah sampai langsung saja dia melangkah masuk dan melihat semua keluarga nya yang sedang duduk dengan wajah yang terlihat sedih
ibu Raihan yang melihat kedatangan Putranya langsung berdiri memperhatikan wajah putranya serta pakaian putranya yang berantakan
__ADS_1
" kamu kenapa Rai ?? tanya ibu nya
" jatuh " jawab singkat Raihan dan duduk begitu saja di kursi rumah sakit
" bagaimana kamu bisa jatuh , sedangkan kamu naik mobil dan nggak mungkin kamu jatuh karena lari atau jalan , ini lebam seperti habis kelahi Rai " ucap Ibu nya yang mengingat wajah anak nya yang selalu bonyok tiap malam jika sudah datang ke rumah
" Raihan jawab ayah , apa kamu berkelahi ?? tanya ayah nya tegas
" iya " jawab singkat Raihan yang membuat sang ibu sangat kaget , pikiran ibu nya sudah melayang ke + 2 tahun lalu
" apa kamu berbuat onar lagi Rai , apa belum cukup dulu saat kamu masih kelas satu , kamu hampir meninggal Rai karena ini " ucap sang ayah tegas
" Raihan apa kamu masuk geng motor lagi dan tauran lagi , apa belum cukup kamu masuk rumah sakit hingga sekarat karena ikut dengan geng motor gak jelas , itu apa gunanya Rai " ucap ibu nya tegas
__ADS_1
" kamu sudah berjanji sama ayah , jika kamu tidak akan mengulangi lagi masuk geng motor dan tidak akan lagi yang namanya kelahi atau tauran , kamu sayang nyawa lah Rai , bukan kamu saja yang rugi , kami semua juga ikut sangat rugi karena kehilangan dirimu nak " ucap sang ayah yang semakin membuat Raihan kesal karena dia sedari tadi ingin berbicara tapi selalu dipotong oleh ayah dan ibu nya