
Raihan dan Aska kaget saat ada seseorang yang mengetok kaca mobilnya
" Dafa " ucap Raihan lalu membuka kaca nya
" kamu sama siapa Daf ?? tanya Raihan tapi belum sempat di jawab nya Aliya tiba tiba datang
" Raihan, dimana Zai ?? tanya Aliya langsung pada intinya
" kami juga ketinggalan jejak , dia bawa mobil kaya orang kesurupan " jawab Raihan yang semakin membuat Aliya khawatir
" coba ibu telfon aja , siapa tau di angkat " ucap Aska
" ohh iya , ntar " ucap Aliya mengambil hp nya
Aliya langsung menghubungi suaminya tapi hasil nya nihil , beberapa kali dia menghubungi nya tapi tetap tidak di angkat oleh Zai
kemudian aliya menyuruh ketiga teman Suami nya untuk mencoba menelfon Zai karena Aliya tau Suami nya pasti marah kepadanya, dia tidak mungkin mengangkat nya , tapi setelah mereka bertiga ganti gantian menelfon hasilnya tetap tidak ada , Zai sama sekali tidak mengangkat nya
di sisi lain Zaidan kini mengendarai mobilnya tanpa arah tujuan , sudah sekitar 1 jam diam mengendarai mobil nya tapi dia masih belum menghentikan mobilnya , matanya terarah pada air laut yang kemudian membuat nya segera memarkirkan mobilnya
Zai melangkah di atas pantai , kakinya yang masih menggunakan sepatu merasakan air yang mulai membasahi kaki nya serta sepatu nya , ombak kecil menerjang kakinya dan masuk ke sepatunya tapi Zai terus berjalan meninggalkan jejak kakinya
Zai kemudian duduk di atas pasir pantai tersebut dan melepaskan sepatu nya lalu membuang sepatunya begitu saja ke lautan
" ahhhhhhhhhggggggggg " Teriak Zai melepas semua amarah nya
merasa belum puas Zai kembali berteriak ke lautan " ahhhhhhhhhggggggggg sialannnnn
Zai hanya bisa duduk di pasir pasir pantai tersebut sambil memandang matahari yang akan terbenam dan tak terasa dia sudah duduk entah berapa lama pada intinya matahari sudah menyembunyikan sebagian wujudnya tapi Zai masih belum berdiri dia seakan sudah Beta disana , angin sepoi-sepoi serta suara ombak kecil membuat Zai terhipnotis agar tidak pergi dari sana
__ADS_1
......
Aliya yang sudah tidak tau lagi harus mencari Suami nya memilih untuk pulang , berharap Suami nya sudah berada di rumah
teman teman Zai sudah pulang duluan , sedangkan Dafa tadi sudah pindah ke mobil Aska
tak lama Aliya sudah sampai ke rumah dengan cepat dia berlari masuk dan langsung ke kamar nya tapi tidak ada siapa siapa , Aliya kemudian turun kembali untuk bertanya kepada pembantu rumah
" Bibi , Bibi " panggil Aliya dengan suara agak tinggi
" iya , ada apa nona ?? tanya pembantu tersebut
" tadi Zai sudah pulang atau belum ?? tanya Aliya dengan serius
" seperti nya sih belum , terakhir saya lihat tadi pagi pas Aden mau berangkat " ucap bibi tersebut yang membuat Aliya mengusap wajah nya kasar
" tidak , terimakasih bi " ucap Aliya dan melangkah pergi ke sofa
Aliya duduk di safa lalu menyenderkan tubuhnya dengan pikiran yang tidak tenang
" di kantor , iya pasti Zai Disana dan dulu dia juga bermalam disana saat dia marah " gumam Aliya kembali berdiri
" Aliya , baru pulang ?? tanya mama nya Zai dari belakang
" iya ma , " jawab aliya lalu mencium punggung tangan mama nya Zai
" trus suami mu mana ?? tanya mama nya lagi
" maaf kan Aliya ma , Aliya membuat Zai marah lagi " ucap Aliya menundukkan kepalanya
__ADS_1
mama Zai memeluk tubuh Aliya lembut dia tidak ingin membuat menantunya jadi merasa bersalah
" sudah lah , Zai juga nanti akan balik , dia memang seperti itu jika ada masalah menghilang tapi malam nya dia pasti pulang kok , jadi kamu istirahat aja yah " ucap mama nya
" tapi Aliya sudah buat Zai marah " ucap Aliya dengan air mata nya yang sudah menetes
" mama bilang tidak usah dipikirkan , Zai akan pulang sebentar lagi " ucap mama nya
" ada apa ini kok ,peluk pelukan ?? tanya papa nya Zai yang baru datang yang seketika membuat mama Zai melepaskan pelukannya dan melangkah untuk mencium punggung tangan Suami nya serta merampas tas suaminya
" papa sudah pulang , gimana kerjaannya?? tanya mama Zai
" lancar lah " jawab Suami nya santai
" pa tadi Zai ke kantor gak ?? tanya Aliya
" tidak , Zai tidak kekantor hari ini , memangnya kenapa , kok kamu kayaknya habis nangis , apa dia melakukan sesuatu?? tanya papa Zai
" bukan Zai yang salah , Zai tidak bersalah sama sekali justru Aliya yang membuat nya marah " ucap Aliya dengan air mata yang kembali menetes
" hahaha didalam keluarga sudah biasa terjadi hal seperti itu Aliya , pasti Zai cemburu kan ?? tanya papa nya
" Aliya yang salah pa , " ucap lagi Aliya menundukkan kepalanya
" sudah lah , nanti juga dia datang , kamu istirahat sana biar ada tenaga buat nanti bujuk Zai " ucap papa nya cengingisan
" iya nanti kalau Zai datang kamu rayu sedikit saja palingan dia akan langsung luluh " ucap mama nya
" kamu sana istirahat , kamu pasti capek seharian mencarinya " lanjut mama nya dan di angguki oleh Aliya dengan senyuman yang dipaksakan
__ADS_1