
setelah mendengar jika Zaidan sudah sadar papa nya langsung bergegas ke rumah sakit begitu pun dengan ayah Aliya serta istri nya
papa Zai langsung memeluk putra satu satu nya , dia sangat merasa lega dan senang karena sang putra tercintanya sudah sadar
" papa sudah , badan ku sakit semua " ucap Zaidan membuat papa nya dengan segera melepaskan nya dan menghapus air mata terharu nya
" ibu sangat senang , akhir nya anak mama sudah sadar " ucap mertua Zai
" makasih bu " ucap Zai sopan
" sama ibu nya Aliya ngomong sopan banget tapi kalau sama mama sendiri gak pernah ada sopan sopan nya " ucap mama Zai tersenyum tipis
" itu sudah maklum , karena semenjak Zai nikah dia gak pernah nginap di rumah ku , nanti kalau sudah sembuh ibu gak mau tau kalian harus tinggal dirumah " ucap ibu nya Aliya
" dengan senang hati Bu " jawab Zai
" gak , gak , apa jadi nya jika nanti dia bertemu dengan Raihan tiap hari di rumah Bu " ucap Aliya sudah tidak bisa membayangkan dirinya pasti dihiraukan nanti nya jika sudah main game bersama Raihan
" itu urusan ibu nanti , intinya sekarang ibu gak mau tau kalian harus tinggal rumah ibu , kalian sudah puas di rumah pak Tandi " ucap ibu Aliya
" iya benar yang dikatakan Bu Mala , pasti dia juga rindu dengan putri nya " ucap pak Tandi di
__ADS_1
" baiklah Aliya akan menurut saja " ucap Aliya
Bella hanya diam menyimak obrolan mereka , dia juga bingung harus apa sekarang , semua kaluarga Raihan berkumpul sedangkan Raihan sudah pergi mencari makan buat Zaidan
mata Bu Mala terarah pada gadis yang hanya diam saja menunduk
" teman mu Aliya ?? tanya ibu nya
" bukan Bu , dia pacar nya Raihan " ucap Aliya tanpa rem membuat Bella kaget bukan main , apalagi tau jika wanita yang bertanya adalah ibu Raihan
" hah " satu kata yang keluar dari mulut ibu dan ayah nya mendengar ucapan Aliya
" bukan , Tante , saya hanya teman nya Raihan " ucap Bella sangat canggung
" kamu tidak perlu takut nak , wanita dan bapak bapak itu adalah calon mertua mu , kamu tidak perlu takut " ucap mama Zai yang membuat Bella semakin bingung harus berbuat apa sekarang
" saya tidak marah , tapi saya hanya kaget mendengar anak ku yang tak berguna itu punya pacar semanis kamu " ucap Bu Mala membuat tawa Zai pecah
" sudah ku bilang , kalau Raihan memaksanya " ucap Zai
" benar yang di ucapkan Zai ?? tanya Bu Mala kepada Bella
__ADS_1
" tidak , kak Raihan tidak pernah memaksa saya Tante " ucap Bella
" apa kamu datang bersama Raihan tadi ?? tanya ayah Raihan dan di angguki oleh Bella
" dia kemana , kenapa bisa kamu ditinggal ? tanya lagi ayah Raihan
" tadi Raihan keluar beli makan buat Zai " ucap Bu Alma
" kalau Raihan nyakitin kamu bilang sama saya ya , biar dia ku sunat yang kedua kalinya " ucap ibu Aliya yang merasa putranya hanya mempermainkan wanita
" tapi Tante kami beneran tidak pacaran " ucap Bella
" kata Raihan kalian pernah ciuman " ucap Zai hanya sekedar iseng dan ternyata ke isengan nya membuat Bella terpancing , karena Bella gak tau jika Zai hanya menebak nebak saja
" tidak, kami tidak pernah ciuman , Kak Raihan yang selalu diam diam cium saya , sumpah " ucap Bella dengan polos nya membuat Zai yang hanya mengarang cerita tertawa berbahak-bahak
tiba tiba pintu terbuka dan nampak Raihan yang sedang membawa beberapa kantong plastik di tangan nya
.Raihan bingung melihat semua mata mengarah kepadanya
" kenapa liat liat , apa kalian belum pernah melihat pangeran lewat di depan kalian ?? tanya Raihan cengingisan
__ADS_1