
Zai telanjang dada karena bajunya terkena stempel tai ayam , sedangkan Raihan hanya bisa mondar mandir mencari air , beruntung matanya melihat ada kran air di samping rumah tersebut , dengan cepat Raihan berlari ke arah kran tersebut lalu menyalakan. Raihan langsung menggosok gosok wajah nya beberapa kali sedangkan Zai hanya bisa tertawa melihat Raihan.
Mereka berdua sudah lupa dengan pemilik pohon mangga yang pingsan karena ulah si Raihan.
pemilik mangga tersebut bangun sambil memegang kening nya yang terkena musibah dari kepalan tangan Raihan.
Pemilik mangga tersebut seketika menoleh ke arah sumber seseorang yang tertawa berbahak-bahak , seketika ingatannya kemabli pada kejadian barusan.
" woi , jangan bergerak " ucap pemilik mangga tersebut mengambil sapu dan mengarahkan ke arah mereka membuat Zai dan Raihan seketika menoleh dengan wajah tegang nya
" hehe bapak , tadi kenapa tidur pak ,kurang tidur , makanya jangan begadang pak " ucap Zai cengingisan
" diam , kamu berdua sini duduk dihadapan saya " ucap pemilik mangga tersebut tegas
Zaidan Dan Raihan melangkah ke arah bapak tersebut dan berdiri di hadapan nya
" kenapa berdiri saya bilang tadi duduk " ucap lagi pemilik mangga tersebut
" kenapa Anda menyuruh nyuruh saya , saya bukan anak buah mu " ucap Zai yang sudah ikut kesal
" kamu melawan , sudah maling , apa saya teriak biar warga Langsung datang menghajar kalian " ucap pemilik mangga tersebut lagi tak kalah tegas
" kami sudah membelinya tadi sama anak bapak " ucap Raihan
__ADS_1
" kamu kalau mau nipu jangan bawa anak , saya ini gak pernah punya anak , pacar aja belum ada sampai sekarang " ucap bapak bapak tersebut
" trus yang disini main layangan siapa pak ?? tanya Raihan
" mana aku tau , saya keluar karena suara ribut disini makanya aku keluar " ucap bapak tersebut
" kami sudah bayar pak sama anak yang katanya disuruh pemilik nya buat jaga mangga " ucap Raihan
" saya gak pernah nyuruh orang , malahan sayang yang sering di suruh suruh " ucap lagi bapak tersebut
" astaga kenapa bocah sekarang sudah gak beres " ucap Raihan ingin sekali mencari bocah tersebut dan menceburkannya ke selokan
" kalian mau make jalur apa sekarang ,jalur hukum , jalur rumah sakit atau Jalur damai ?? tanya bapak bapak tersebut
" ohh baiklah , tadi kalian bayar bocah itu berapa ?? tanya Pemilik mangga tersebut
" 200 ribu " jawab singkat Zai
" Sekarang kalau mau bebas bayar dua kali lipat " ucap pemilik mangga tersebut membuat Raihan dan Zai membulat kan matanya
" hei si tua sialan ,kamu mau bikin aku emosi ya , aku sudah bilang dari tadi kalau kami sudah bayar , jangan mengada-ada lagi , tidak ada bayar 2 kali " ucap Zai yang sudah sangat emosi
" baiklah pak " ucap Raihan yang tidak mau bonyok
__ADS_1
Raihan mengambil dompet Zai dan mengeluarkan uang Merah 4 lembar
" kenapa kamu memakai uang ku sialan , aku sudah bilang gak mau , dan kamu yang malah menyentuh nya , berarti kamu yang Harus nya bayar " ucap Zai menatap tajam ke arah Raihan
" demi kebaikan kita , diam lah " ucap Raihan memberikan uang merah tersebut ke bapak bapak yang sudah tersenyum bahagia
" dan kamu masih punya hutang sama saya " ucap lagi pemilik mangga menunjuk ke Arah Raihan
" kenapa ada lagi , kalau mau naik haji jangan kek gini lah pak , besok besok bapak bisa naik hajinya pas mati Lo , terbang ke sana " ucap Raihan
" mulut mu mau disosor sama palu batu ya " ucap pemilik mangga tersebut
" maaf pak , saya akan ganti rugi " jawab Raihan
" biasanya benjol hilang 4 hari jadi kamu perlu menghitung nya sendiri ,per hari 100 ribu " ucap pemilik mangga tersebut
" banyak amat pak ,kaya mau operasi ginjal aja " saut Raihan
" ni , makan Sono " ucap kesal Raihan kembali mengeluarkan uang Zai
" untung kamu bawa uang " ucap Raihan membuat Zai hanya bisa menatap nya tajam
" hehehe nanti ku belikan baju " ucap Raihan
__ADS_1
" oke sekarang kamu bisa mengambil nya sepuasnya, kalau perlu ambil sama daun dan batang nya sekalian " ucap pemilik nya dan melangkah masuk sambil melihat uang merah yang ada ditangan nya