Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 24


__ADS_3

Mila sendiri merasa tak sadar jika dirinya mulai sayang dengan Marvel. Walaupun sebelumnya jelas Mila menolak perjodohan ini. Namun sekarang terlihat jelas bahwa Mila sudah mulai ada rasa untuk Marvel. Ini terlihat dari seberapa perhatianya Mila ke Marvel. Mungkin akibat dari malam pertama yang membuat hati Mila luluh dengan cepat. Saat semua murid mengerjakan ulangan, yang mila pandang hanya suami kecilnya.


Marvel sendiri tidak mengetahui hal ini, dirinya hanya mengikuti perintah Mila untuk menulis apapun didalam kertas kosong tadi.


Tak berselang lama, waktu mengerjakan ulangan Matematika pun selesai dengan waktu yang sudah di tentukan. Mila menyuruh Marvel untuk mengumpulkan semua kertas ulangan dari teman-temanya dan membawa langsung kemeja guru. Tentu Mila melakukan ini agar tidak ada siswa yang curiga dan merasa iri karena Marvel tidak mengerjakan soal ulangan sama sekali. Bisa berbahaya jika sampai nanti ada murid yang sampai iri dan menanyakan hal ini tentunya. Mila hanya berusaha mengantisipasi hal buruk yang bisa saja terjadi.


Marvel sendiri hanya bisa patuh dan pasrah saja dengan perintah istrinya. Celsea, Anisa dan semua murid-murid yang lain juga tidak merasa curiga sedikitpun dengan hal ini. Karena hal seperti ini sudah biasa terjadi, ketika seorang guru meminta muridnya mengumpulkan kertas ulangan.


Setelah Marvel selesai mengumpulkan kertas ulangan dan membawanya ke hadapan Mila. Mila langsung pamit untuk undur diri sebentar dari kelas, seraya membawa semua kertas ulangan yang telah di kumpulkan. Mila berencana meletakan semua kertas ulangan di meja kantor untuk mengoreksinya nanti.


Murid-murid kembali ramai setelah gurunya pergi dari kelas. Hal seperti ini sudah terbiasa dalam kelas Marvel, dan mungkin juga di kelas lainya sama saja.


Celsea dengan perlajan berjalan mendekat kearah Marvel sebelum duduk di sebelah Marvel. Tentu Celsea ingin bicara ataupun berduaan dengan kekasihnya tersebut, karena rasa penyesalanya yang begitu dalam telah menghianati Marvel.


"Sayang," sapa Celsea dengan senyuman saat menatap Marvel.


"Emmmm, iya?" jawab Marvel dengan lembut, sebelum langsung mengalihkan pandangan kearah Celsea.


"Nanti siang kamu ada acara atau tidak?" tanya Celsea seraya menggigit bibir bawahnya. Celsea sangat berharap bahwa Marvel tidak ada acara apapun, agar bisa pergi bersama denganya.


"Belum tahu nanti, memangnya kenapa?" jawab Marvel sebelum bertanya kembali.


"Ya, aku pengen kita jalan dong, lagian dari kemarin kamu sibuk terus, jadi kita gak sempat jalan sayang," jawab Celsea dengan sedikit manja, bahkan Celsea juga memegang tangan Marvel dengan gemas


"Emmm, benar juga ya, hehe... kalau kita lihat saja nanti ya, aku sendiri juga belum bisa memutuskan, kamu tahu sendiri kan aku sedang banyak tugas dari Papi, dan tidak mungkin menolaknya," jawab Marvel menjelaskan dengan lembut. Berharap Celsea akan mengerti.


"Ya, benar juga sih, tapi aku,..."


"Kamu tenang saja, aku akan mengusahakanya sayang, nanti aku akan bicara sama Papi terlebih dahulu,..." sahut Marvel dengan senyuman saat memotong ucapan Celsea. Marvel juga memegang tangan Celsea.


"Hehehe, makasih ya," ucap Celsea sebelum menghela nafas dan melanjutkan, "kamu memang yang terbaik, aku merasa tidak salah sama sekali dengan memilih kamu menjadi pacarku," puji Celsea dengan lembut.


"Kamu ini..... seneng banget ya muji aku terlalu tinggi, nanti kalau aku jatuh gimana?" ucap Marvel dengan senyuman. Ini hanya membuat Celsea semakin tak bisa untuk jauh dari Marvel.


"Hehe tak apa, nanti kalau jatuh biar aku yang bantu angkat," goda Celsea yang tak mau kalah.


"Memangnya kamu kuat?" tanya Marvel.


"Ya harus kuat dong, demi sang pujaan hati," goda Celsea seraya mengedipkan satu mata.


"Mulai deh alay nya muncul," jawab Marvel dengan tersenyum kecut.


"Hehehe tak apa lah alay sedikit, namanya juga anak remaja sayang," tampik Celsea membela diri.


"Hemmmm, baiklah tak apa," jawab Marvel dengan mengangguk.


Celsea kemudian mencubit pipi Marvel dengan gemasnya.


"Auw, sakit sayang, jangan keras-keras lah," keluh Marvel seraya mengelus pipinya yang di cubit Celsea.


"Hehe salah sendiri bikin aku gemas," jawab Celsea seraya terkekeh. Rasanya Celsea benar-benar ingin melahab Marvel utuh saat ini juga. Celsea benar-benar merasa begitu gemas dengan Marvel.

__ADS_1


Saat ini Marvel dan Celsea tertawa bersama karena merasa sangat senang dan bahagia. Hal ini sebenarnya di khususkan untuk Celsea, karena Marvel sendiri sebenarnya merasa sedikit canggung saat bicara seperti ini dengan Celsea.


Namun begitu keduanya benar-benar tidak sadar jika saat ini semua murid di kelasnya sudah duduk kembali ketempatnya masing-masing. Bahkan juga sudah ada guru lain yang ada di kelasnya.


Guru tersebut saat ini juga sedang asik merekam adegan ini dengan ponselnya.


Semua murid hanya bisa menahan tawa saat memegangi perutnya. Tentu mereka takut akan di marahi sang guru jika kelepasan tertawa dan malah menyadarkan Marvel dan Celsea yang sedang asik mengobrol.


Hanya Anisa yang menggertakan giginya dengan kesal melihat tingkah sahabatnya tersebut.


"Celsea ini masih di sekolah, jangan gila kamu!" gumamnya pelan saat masih menggertakan giginya.


Beginilah orang yang sedang jatuh cinta, dunia terasa milik sendiri dan orang lain hanya mengontrak saja.


"Sudah selesai apa belum, mesra-mesraanya?" tanya Anton dengan tersenyum pada Marvel dan Celsea. Ya tentu saja, guru yang dari tadi merekam vidio adalah Pak Anton. Guru lelaki yang sok keren dan sok ganteng di sekolah.


"Ahhhhhh, Pak Anton," seru Celsea dengan salah tingkah karena terkejut, tiba-tiba melihat Anton di sebelahnya.


"Pak Anton," Marvel juga ikut berseru karena benar-benar terkejut seperti Celsea.


"Jika mau pacaran jangan disekolah! ini juga masih jam sekolah!" ucap Anton sebelum menghela nafas sebentar dan melanjutkan, "sekarang juga, kalian pergi keluar kelas dan berdiri di luar!" seru Anton dengan tegas saat membentak keduanya.


"Pak, kita...."


"Apakah kamu tidak dengar? cepat pergi!" seru Anton dengan tegas saat memotong ucapan Celsea.


Marvel hanya bisa menghela nafas untuk menenangkan diri. Jika bukan gurunya, mungkin saat ini juga Anton sudah menerima beberapa tonjokan dari Marvel. Karena jelas Anton sudah mempermalukanya dengan merekam Vidioanya bersama Celsea. Yang lebih parah, Anton membentak Marvel dengan keras, seolah dirinyalah yang berkuasa dan tidak ada yang berani denganya.


Keduanya kemudian berjalan perlahan keluar dari kelas bersama.


Sampai diluar, keduanya saling diam dan terjadi keheningan beberapa saat.


Marvel sendiri tidak begitu peduli dengan hukuman ini, yang dia pedulikan saat ini ialah jangan sampai Mila melihat rekaman tadi. Atau bisa hancur seluruh hidupnya nanti.


"Sayang... maafin aku ya, gara-gara ulahku yang tidak tahu tempat, kita jadi kena hukuman," ucap Celsea dengan pelan saat memecahkan keheningan di antara keduanya. Suara Celsea terdengar begitu penuh penyesalan.


Marvel hanya menghela nafas sebelum menjawab ucapan Celsea, "Tidak apa, lagian akibat hukuman ini, kita kan malah bisa berduaan di luar," jawab Marvel dengan tersenyum, berusaha menenangkan Celsea


"Hehe, benar juga ya yang kamu ucapkan," ucap Celsea dengan perasaan senang setelah mendengar ucapan Marvel, sekarang dirinya juga menyender di bahu Marvel.


"Ya tentu saja, harus bisa," jawab Marvel dengan senyuman saat menatap Celsea.


Sebenarnya Marvel bisa saja menyalahkan Celsea, hanya saja perasaan tak enak hatinya terlalu besar. Apalagi dirinya sekarang telah menghianati Celsea dengan menikahi wanita lain. Itulah alasan Marvel berusaha tenang dan tidak menyalahkan kecerobohan Celsea.


Mau seperti apapun juga, Celsea tetap masih kekasihnya, juga dalam hati Marvel tentu masih ada Celsea walaupun mungkin kalah dengan Mila.


"Marvel, Celsea? kenapa kalian berdiri disini?" tanya Mila yang baru saja datang.


"Bu Mila," ucap Celsea yang langsung berdiri tegak, karena terkejut dengan kedatangan Mila.


"Bu," ucap Marvel tanpa dosa.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdiri diluar? ayo masuk!" titah Mila pada keduanya.


"Kita sedang dihukum sama Pak Anton Bu," jelas Mila menyahut.


"Apa? kenapa kalian bisa dihukum Pak Anton?" tanya Mila yang penasaran.


Mendengar pertanyaan Mila, Marvel menjadi salaj tingkah. Karena jelas Marvel tidak mungkin untuk berbohong pada Mila.


Marvel benar-benar dalam dilema, jika dia berkata jujur saat ini, Mila pasti akan marah besar padanya. Namun jika tidak jujur dari sekarang, Mila juga tetap akan mengetahuinya dari Anton lewat rekaman vidio tadi.


Hal ini sungguh membuat Marvel benar-benar dalam dilema dan kebingungan.


Marvel menghela nafas bebrapa kali untuk menenangkan hati dan pikiranya, dia benar-benar bersiap untuk kemungkinan terburuk nanti. Karena saat ini juga Marvel berencana untuk menjawab dengan jujur tentang alasanya di hukum oleh Anton.


"Bu, kami hanya....,"


"Eh, Bu Mila sudah datang kembali," tiba-tiba Anton memotong ucapan Marvel yang belum selesai.


"Pak Anton?" jawab Mila seraya mengalihkan pandangan kearah Anton, "Kenapa anda bisa masuk ke dalam kelas saya dan menghukum Murid saya?" tambah Mila bertanya dengan nada sedikit kesal. Karena merasa bahwa Anton selalu bertindak semaunya sendiri tanpa meminta persetujuan orang lain.


"Maaf sebelumnya Bu Mila, saya hanya membantu anda untuk memberi tindakan pada kedua murid anda yang berani bermesraan di dalam kelas,"


jawab Anton dengan percaya diri saat tersenyum pada Mila. Karena jelas sekali, Anton melakukan semua ini hanya untuk mencari muka. Dengan melakulan hal ini, dirinya jelas berharap bahwa Mila akan lebih baik padanya dan tidak terus mengabaikanya seperti selama ini.


"Hemmm?" hanya itu yang keluar dari mulut Mila saat menatap anton dengan memgerutkan dahinya.


"Jika anda tidak percaya, saya akan memperlihatkan ini," ucap Anton dengan senyuman, sebelum mengeluarkan ponselnya perlahan dan membuka galeri untuk membuka Vidio.


Namun betapa terkejutnya Anton saat menatap ponselnya dengan mata yang membulat. Saat ini di dalam ponselnya tidak ada Vidio Marvel dan Celsea sama sekali. Mungkin tadi Anton lupa untuk memencet tombol perekam vidio, karena sangat terburu-buru mengeluarkan ponselnya. Setelah melihat adegan mesra Marvel dengan Celsea.


"Kenapa Pak?" tanya Mila dengan senyum kecut.


"Bu, ah maaf Bu, tapi sepertinya tadi saya belum sempat merekamnya, tapi sungguh kedua anak ini bermesraan di dalam kelas," jelas Anton dengan yakin.


Naton benar-benar tidak tahu mengapa vidio Marvel dan Celsea bisa hilang dari ponselnya. Padahal dia sangat yakin sudah merekamnya tadi.


Marvel sendiri bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan Anton, bahwa tidak ada vidionya dengan Celsea di galeri ponsel Anton.


Bisa hancur reputasinya, jika sampai Anton menyebarkan vidio tersebut. Apalagi jika sampai Mila mengetahuinya, bisa-bisa Mila akan mengubur Marvel hidup-hidup.


"Pak Anton ini seorang guru kan? jangan mencoba membodohi saya," jawab Mila dengan senyum kecut. Sebenarnya Mila sudah sangat muak dengan guru ini yang selalu mencari perhatian padanya dengan sok ganteng dan sok keren. Bahkan Anton tidak malu merayu Mila dengan rayuan-rayuan gombal dan lebay. Mila juga sangat kesal karena Anton selalu mengganggunya. Di tambah lagi sekarang Mila sudah bersuami. Jadi Mila hanya bertambah muak dengan guru yang sok ganteng ini.


"Sungguh Bu, saya tidak berbohong, anda bisa tanya ke murid-murid di kelas, mereka semua melihatnya juga," jelas Anton tak mau menyerah.


"Baiklah, mari kita tanya semua murid di dalam kelas," jawab Mila pasrah saat menyanggupi permintaan Anton.


Anton dengan segera masuk kembali kedalam kelas karena tidak mau sampai malu di depan Mila.


Namun tanpa Anton sadari, Mila sudah mengirim pesan langsung kedalam grup whatshap seluruh murid di kelasnya.


>Kalian tahu kan apa yang harus kalian jawab!" sekilas pesan dari Mila di dalam grup.

__ADS_1


__ADS_2