Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 30


__ADS_3

Tiba di kamar, keduanya langsung berjalan perlahan sebelum duduk di atas ranjang. Saat ini keduanya juga masih bergandengan tangan.


"Sayang," lirih Marvel.


"Iya Vel," jawab Mila dengan lembut.


"Sekarang kita sudah seperti suami istri yang sebenarnya ya?" tanya Marvel dengan menatap keatap rumah.


"Hehehe, benar juga ya Vel," jawab Mila seraya tertawa kecil.


"Sayang," lirih Marvel.


"Iya Vel?" jawab Mila seraya menatap suaminya.


"Apakah kamu sadar? mungkin saat ini, kamu sudah memiliki sedikit perasaan dihatimu, untuk aku," ucap Marvel menjelaskan.


"Emmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Mila saat dirinya kemudian berfikir sebentar. "Aku kurang tahu soal itu Vel, yang jelas saat ini aku sudah bisa menerima kamu menjadi suami aku," tambah Mila menjelaskan.


"Ya, itu artinya kamu sudah ada perasaan untuku," jelas Marvel dengan yakin.


Saat ini Marvel benar-benar dalam keadaan hati yang sangat senang karena Mila benar-benar sudah bisa menerimanya. Padahal sebelumnya Marvel sempat berfikir pesimis bahwa dia akan bisa menundukan Mila. Seandainya terjadi pun, mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun yang terjadi malah sebaliknya, baru kemarin mereka dijodohkan, malamnya dinikahkan, dan sekarang Mila malah dengan senang hati menerimanya menjadi suami. Semuanya sungguh sangat berbanding terbalik dengan angan-angan Marvel sebelumnya.


"Ya mungkin Vel," jawab Mila saat memikirkan sesuatu dan menatap keatap rumah juga.


Mila berfikir bahwa dirinya sangatlah konyol, kemarin jelas-jelas menolak perjodohan ini. Namun sekarang dirinya menerima perjodohan ini dengan senang hati. Bahkan tanpa ada penolakan sedikitpun darinya.


"Aku mau tanya sesuatu ke kamu Vel, apakah boleh?" tanya Mila meminta persetujuan.


"Ya tentu, boleh sekali sayang," jawab Marvel.


"Aku mau tanya, sebenarnya sejak kapan kamu naksir ke gurumu ini?" tanya Mila saat mengalihkan pandangan kearah Marvel. Sebenarnya Mila sangat penasaran dengan hal ini, namun sebelumnya dirinya terlalu malu untuk bertanya pada Marvel.


Sekarang sudah beda ceritanya, rasa malunya sedikit hilang karena saat ini dirinya sudah bisa menerima Marvel sebagai suami.


"Hemmmm, aku malu lah untuk menjawab hal seperti itu," jawal Marvel mencoba mengelak.


"Kamu harus menjawabnya! aku memaksa untuk mendapatkan jawaban saat ini juga," paksa Mila yang mendekatkan wajahnya ke wajah Marvel, tanganya juga menggenggam erat tangan Marvel, dan matanya menatap dengan penuh harapan, seolah dirinya sedang meminta sesuatu yang serius.


"Hehehe iya deh ku jawab," putus Marvel sebelum menghela nafas panjang dan mengeluarkanya dengan cepat untuk menenangkan diri, "Aku sudah menyukaimu sejak pertama aku melihatmu, ya bisa dibilang sejak aku masih SMP, sebenarnya alasan aku sekolah di SMA Harapan juga agar aku bisa melihatmu terus menerus," jawab Marvel menjelaskan panjang lebar, saat ini Marvel juga memamerkan giginya yang rata kearah Mila.


"Apa??? kamu sampai segitunya Vel?" tanya Mila yang benar-benar terkejut dengan kekonyolan Marvel.


"Ya sayang, sebenarnya aku juga yang meminta Papi untuk membantuku, agar kamu yang menjadi wali kelasku," tambah Marvel dengan kembali memamerkan giginya.


"Apa? kamu.... sampai segitunya?" tanya Mila yang benar-benar sangat terkejut.


"Hehe ya begitu," jawab Marvel dengan sedikit malu.


Mila hanya bisa tersenyum kecut dengan kekonyolan suami kecilnya ini.


"Jangan-jangan kamu juga yang meminta kita dijodohkan ya?" tuduh Mila saat menyipitkan mata kearah Marvel.


"Tidakkkk, kalau soal itu sama sekali tidakk, aku sendiri juga tidak tahu jika kamu adalah putri Om Bisma, aku sendiri juga terkejut saat mereka membicarakan soal perjodohan pada kita, bukankah kita sudah membahas ini sebelumnya," jawab Marvel mengelak tuduhan Mila.

__ADS_1


"Apakah kamu serius Vel? bisa saja kan, jika kamu saat ini kembali membodohi aku?" tanya Mila penuh selidik saat masih menatap Marvel dengan menyipitkan mata.


"Aku sungguh-sungguh serius sayang, untuk apa juga aku berbohong padamu, tidak ada untungnya kan?" jelas Marvel dengan yakin sebelum bertanya kembali.


"Ada lah untungnya, bisa saja kamu berbohong padaku, agar aku luluh dan bisa menerimamu mungkin," tuduh Mila saat tersenyum kecut.


"Aku bukan tipe orang seperti itu sayang," jawab Marvel saat dengan lembut mengelus rambut Mila.


"Ya semoga saja bukan orang seperti itu, karena aku paling benci dengan orang seperti itu," balas Mila seraya menjelaskan.


"Hehehe, Iya sayang.... aku tidak akan menjadi orang yang seperti itu," jawab Marvel meyakinkan.


Mila hanya mengehela nafas panjang dan mengeluarkanya perlahan setelah mendengar Marvel meyakinkanya.


"Vel, bukankah tadi kamu bilang kita sudah menjadi suami istri?" tanya Mila seraya menatap Suaminya.


"Iya sayang, kan itu memang benar," jawab Marvel membenarkan.


"Lalu kenapa kamu memanggil Ayahku dengan sebutan Om?" tanya Mila sebelum menjulurkan lidahnya kearah Marvel.


"Ah ituuuu... hehe maaf lah sayang namanya juga belum terbiasa," jawab Marvel yang membalas dengan menjulurkan lidahnya kearah Mila. Alasan ini di ucapkan Marvel untuk membalas alasan Mila tadi saat mengelak juga.


"Uh dasar," ucap Mila dengan langsung mencubit Marvel.


"Auw sakit sayang," rengek Marvel seraya mengelus bagian yang di cubit Mila.


"Hehe habisnya kamu bikin gemas sih," kekeh Mila sebelum langsung mencium pipi kiri Marvel.


"Ya tapi sakit kalau nyubitnya seperti ini, nanti bisa dilaporkan kasus KDRT low," jelas Marvel masih merengek.


"Hahahaha, Vel yang ada itu KDRT kepada istri bukan suami," ucap Mila di sela tawanya.


"Ya itu kan jika istri yang kalah dari suami, nah sekarang kasusnya berbeda, karena sekarang suami yang kalah dari istri," jawab Marvel membela diri.


"Yah apa kamu tak malu kalah dari istri?" tanya Mila dengan menatap lucu Marvel.


"Ya....,"


"Hahaha dasar suami takut istri," ucap Mila memotong ucapan Marvel saat tertawa dan meledeknya.


"Bukan takut sayang,... lebih tepatnya menghormati istri," jawab Marvel yang langsung mencubit kedua pipi Mila dan memainkanya kekanan dan kekiri. Marvel juga gemas dengan kelakuan istrinya saat ini, karena ada saja yang bisa di ucapkan Mila untuk meledek Marvel.


"Ahhhhhh, Marvel...sakit!" rengek Mila yang sesaat kemudian langsung menundukan kepala.


Melihat Mila menundukan kepala, Marvel menjadi sedikit tak tega dan merasa kasihan juga.


"Sayang... maaf aku tadi hanya main-main," ucap Marvel seperti menyesali tindakanya.


Hikz hikz hikz....


Mendengar suara isakan tangis dari Mila, membuat Marvel semakin khawatir dan dirinya sekarang benar-benar merasa bersalah.


"Sayang, maafkan aku... aku tadi hanya bercanda karena merasa gemas dengan wajah kamu," tambah Marvel dengan nada penyesalan.

__ADS_1


Bahkan saat ini, Marvel langsung turun dari ranjang dan memegang tangan Mila.


"Sayang... aku benar-benar minta maaf karena telah menyakiti kamu," tambah Marvel masih dengan nada penuh penyesalan.


"Sayang...." lirih Marvel dengan menatap Mila dengan perasaan bersalah.


"Kamu jahat Vel," lirih Mila yang masih dengan menundukan kepala.


"Aku minta maaf sayang, aku benar-benar tidak ada niat menyakitimu," jawab Marvel mencoba menjelaskan.


Saat ini, Marvel dengan lembut mencium tangan Mila sebelum dirinya kembali menundukan kepala kearah lantai. Terlihat, Marvel begitu menyesali tindakan bercandanya, yang malah menyakiti istrinya.


Melihat Marvel menundukan kepala, sejenak Mila menatapnya dan tersenyum pada Marvel. Marvel sendiri masih menundukan kepalanya dan sama sekali tidak menyadari jika Mila sudah tersenyum padanya. Bahkan Mila tertawa dalam hati saat melihat tingkah Marvel yang merasa bersalah tadi.


'Dasar suami kecil," kekeh Mila dalah hati.


Tepat saat kepala Marvel hendak di angkat, Mila dengan cepat kembali menundukan kepala.


"Sayang? apakah kamu tidak bisa memaafkan kesalahanku tadi?" tanya Marvel dengan mata yang mulai berkaca.


Mendengar suara Marvel yang semakin lembut dan penuh penyesalan, Mila tidak bisa lagi menahan tawanya.


"Hahahahahaha," akhirnya tawa Mila keluar juga, yang sempat tertahan dari tadi.


Mila tertawa sambil memegangi perutnya yang memang terasa sakit karena berhasil mengerjai Marvel.


"Apa ini?" ucap Marvel yang kebingungan karena Mila malah menertawainya.


"Hahahaha kamu ini ya Vel lucu banget," jawab Mila di sela tawanya sebelum melanjutkan tertawa kembali.


"Kok aku lucu sih?" tanya Marvel seraya mengerutkan dahinya dan mulai sadar saat dirinya berfikir.


"Jangan-jangan kamu mengerjai aku ya?" tanya Marvel dengan nada kesal.


"Ya begitulah," jawab Mila sebelum kembali tertawa.


Marvel kemudian merasa sedikit kesal karena merasa kalah dan berhasil di kerjai istrinya. Marvel akhirnya berdiri dan menatap Mila dengan menyipitkan mata.


"Baiklah, oke kamu menang sekarang," ucap Marvel seraya tersenyum penuh misteri.


"Apa maksutmu Vel?" tanya Mila yang memang tak mengerti dengan nada bicara Marvel namun dirinya sedikit penasaran juga. 'Pasti akan ada hal yang tidak di inginkan akan terjadi setelah ini,' batin Mila dengan penuh was-was.


Sengaja tidak menjawab pertanyaan Mila, agar Mila sedikit penasaran. Sesaat kemudian Marvel langsung memeluk Mila sebelum kemudian menggelitikinya dengan gemas.


Mila benar-benar tidak bisa mengelak ataupun mengindarinya, saat ini Mila benar-benar kalah telak di tangan Marvel.


"Hahahahaha Vell, ampun Velll, iya aku menyerah Vel, aku kalah, hahahahah, Vel aku kalah. oke oke aku kalah sayang.... aku kalah," tawa Mila kembali keluar bahkan saat ini tawanya begitu keras karena memang merasa sangat geli.


Marvel terus menggelitikinya tanpa henti dan seperti tidak peduli dengan ucapan Mila tadi.


"Marvel!!! hahahaha aku geli Vel, cukup iya cukup aku menyerah oke oke aku kalah,... Velll kumohon hentikan hahahahaha baiklah aku kalah Vel, aku kalah," teriak Mila di sela tawanya yang semakin keras.


Sesaat kemudian Mila terjatuh di atas ranjang di ikuti Marvel yang jatuh di atasnya. Namun kali ini Marvel sudah menghentikan gerakan tangan yang menggelitiki Mila tadi.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik sayang," ucap Marvel saat mengagumi kecantikan Mila, sebelum kemudian dengan lembut mencium juga menggigit bibir manis Mila.


Mila sedikit melebarkan matanya karena terkejut, tidak ia sangka bahwa Marvel akan langsung menciumnya tanpa memberi aba-aba. Namun demikian Mila tidak melakukan perlawanan dan hanya bisa membalas perlakuan Marvel padanya.


__ADS_2