
8 bulan terlewati begitu saja , Hubungan Zai dan Aliya Sangat harmonis semenjak Aliya hamil , Aliya juga sudah mengundurkan diri dari profesinya.
Raihan Dan Zai saat ini sedang duduk berdua di kursi halaman belakang.
" si Dafa sama Aska gimana kabar nya Sekarang ya , kita sudah lama tidak berjumpa dengan mereka " ucap Raihan.
" entah lah , mereka dulu bilang akan kuliah sama sama tapi ternyata mereka malah pergi jauh kuliah " ucap Zai.
" setau ku sih , Aska memang pindah ke luar negeri bersama keluarga nya , aku juga kaget sih saat dia bilang tidak akan bertemu kalian lagi karena akan pindah ke luar negeri " ucap Raihan.
" aku sudah tau itu , tapi masalah nya Dafa itu kenapa tiba tiba langsung kerja di luar kota , padahal dia juga bilang ingin kuliah " ucap Zai.
" dia di masukkan oleh keluarga nya , dia ingin langsung kerja katanya , umur nya sudah bisa kerja , entah lah otak nya mungkin memang kecil buat mikir " ucap Raihan.
__ADS_1
" Bagaimana dengan dirimu yang akan sebentar lagi mempunyai anak kembar ?? tanya Raihan.
" aku senang , tapi semoga saja semua bisa berjalan dengan lancar , aku hanya khawatir istri ku yang melahirkan langsung anak kembar di usia nya yang masih dibilang mudah " ucap Zai.
" aku sangat senang melihat bayi ku yang terlihat jelas di komputer rumah sakit Sono, mudah mudahan alat nya tidak menipu " ucap Zai.
" memangnya alat kek gitu bisa nipu apa bodoh , itu sudah jelas anak kalian akan terlahir kembar , yang satu mirip dengan ku dan yang satu nya mirip dengan mu , itu pasti sangat cocok " ucap Raihan yang membuat Zai menatap nya kesal.
" Hei bodoh , kau pikir aku sama kau yang buat hah , itu anak ku sama Aliya , jadi sudah tentu mirip antara kami berdua " ucap Zai kesal.
Zai yang ingin nyolot tiba tiba membulatkan matanya saat mendengar suara benda jatuh di sertai suara teriakan Aliya yang seketika membuat mereka berdiri dan ingin berlari masuk.
Bruk
__ADS_1
mereka berdua malah tabrakan karena sangat panik , Zai sudah tidak mau tinggal lagi mempermasalahkan itu dia dengan segera berdiri dan berlari duluan.
" ahhhg sakit , kenapa aku mau berlari kesana sedangkan pintunya disitu , untung dia tidak memakan ku " ucap Raihan memegang bokong nya dan ikut melangkah masuk.
Zai Sangat syok melihat istrinya yang sudah duduk di lantai serta piring dan makanan yang sudah berhamburan di lantai , disana juga sudah ada ibu nya yang membantu nya berdiri.
Zai dengan cepat langsung berlari ke arah nya tak terasa air mata nya ikut menetes melihat istrinya.
Zai mengangkat tubuh istrinya dengan cepat , Dia berlari menginjak beling piring yang hancur dia sudah tidak peduli dengan rasa sakit di kakinya saat ini , dia hanya peduli dengan istrinya yang sudah kesakitan.
" Raihan siapkan mobil " teriak Zai membuat Raihan yang baru sampai dengan cepat berlari mengambil kuncinya seraya memegang bokong nya yang masih sakit.
" yang kuat sayang " ucap Zai lirih.
__ADS_1
" sakit sayang hiks..hiks.." ucap Aliya merasa sangat sakit di bawah sana.
ibu nya juga langsung mengikuti Zaidan dari belakang dengan air mata nya yang sudah ikut menetes.