
tiba tiba pintu terbuka dan nampak Raihan yang sedang membawa beberapa kantong plastik di tangan nya
.Raihan bingung melihat semua mata mengarah kepadanya
" kenapa liat liat , apa kalian belum pernah melihat pangeran lewat di depan kalian ?? tanya Raihan cengingisan
Raihan hanya merasa kebingungan melihat wajah mereka semua kecuali Zai yang masih sesekali tertawa gak jelas
" Kamu kenapa sialan ?? Tanya Raihan ke zai
" Ternyata kamu orang nya mesum hahahaha" ucap Zai semakin tertawa berbahak-bahak
" Apaan sih , gak jelas amat " ucap Raihan menaruh pesanan Zai lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat respon wajah semua orang , mata Raihan menampak Bella yang menunduk dengan wajah yang memerah.
" Apa yang kalian bicarakan sama Bella ?? Tanya Raihan sudah merasa tidak enak
" Sini kamu ganteng " ucap ibu nya dengan suara yang sangat aneh
Raihan hanya menurut dengan perasaan was was melihat mata ibu nya
" Ahhhggg ibu sakittt " teriak Raihan karena ibu nya menarik telinga nya
__ADS_1
" Sudah mulai nakal Sekarang ya , sudah nakal , bagus , bagus sekali , apa kamu ingin kunikahkan " ucap ibu nya membuat Zai hanya tertawa dengan hati yang sangat puas melihat Raihan disiksa
" Bu , lepas dulu sakittt , mama tolongg " teriak Raihan
" Mama tidak bisa ikut campur nak , biarkan lah kamu selesai kan sendiri " ucap mama Zai angkat tangan
Ibu nya melepaskan tangan nya dan menatap putra nya tajam
" Kamu sudah besar Raihan ?? Tanya ibu nya membuat Raihan bangga
" Iya , jelas Bu , Raihan sudah besar Bu , ayah saja kalah besar sama anak mu yang tampan ini " ucap Raihan sangat bangga
" Ohh jadi karena merasa seperti itu sudah berani cium anak orang sembarangan ahg , sudah merasa besar " ucap ibu nya yang seketika membuat Raihan terdiam menelan Salivnya
" Lihat ibu , jangan yang lain , siapa yang mengajari mu seperti itu hah ?? Tanya ibu nya
" Zai Bu , si Zai , Raihan masih ingat " ucap sembarang Raihan , hanya Zai yang ada di otak nya saat ini
Zaidan yang sedang tertawa tak bersuara langsung membisu membulatkan matanya
" Jangan tuduh suamiku Rai " ucap Aliya membuat Zai lega seketika
__ADS_1
" Aduh kak , bisa belain adik mu gak sebentar , kenapa Zai mulu yang kamu bela " ucap Raihan
" Makanya jadi orang jangan kelewatan jail , dan nakal " ucap Aliya kesal
" Sudah hentikan Bu , ayah pusing melihat kalian seperti ini , kasihan si Bella Bu " ucap pak Sukri
" Tu ibu sampai lupa sama orang yang kamu cium sembarangan " ucap ibu nya
" Bu , Raihan tidak seperti yang ibu bayangkan dan kalian semua bayangkan , Raihan hanya tidak sengaja mencium nya dulu " ucap Raihan mengira jika Bella sudah menceritakan semua dari awal sampai akhir
" Kamu sudah mencium nya berapa kali Rai ?? Tanya Zai ingin kembali memancing Raihan dan benar saja Raihan langsung menjawab tanpa berpikir jauh
" Aku tidak menghitung nya , tapi walaupun dihitu pasti sudah tak terhitu ,tapi itu sudah lama , hanya sekali saja kemarin " ucap Raihan membuat tawa Zai kembali pecah
" Raihan kamu bikin malu ibu saja, Kalau jadi laki laki itu harus jaga wanitanya jangan di rusak Raihan bodoh " ucap ibu nya sudah stres
" Cuma cium kok Bu , gak ngerusak " ucap Raihan yang semakin membuat Zai ingin sekali meninju kepala Raihan yang bodoh tersebut
" Kamu belum merasakan , tendangan ibu ya Rai " ucap ibu nya sudah mengambil ancang ancang membuat Raihan bersembunyi kebelakang Bella
" Bella jika dia kembali berbuat hal aneh , kamu tinggal tinju bibir nya sampai monyong " ucap ibu nya tegas
__ADS_1
" iya Tante " jawab Bella canggung
" nah bagus , kalau Raihan berani injak kaki mu maka injak kepala nya , jikda di mencoba mencium mu kamu berhak mencoba empuknya meninju bibir nya , ini perintah ibu nya Raihan secara resmi " ucap ibu nya membuat para lelaki tua didalam hanya menggeleng kan kepalanya karena mereka juga pernah merasakan hal seperti Raihan