
Tepat saat Mila hendak keluar dari kantor guru, bersama dengan Andre tentunya. Anton juga baru akan masuk kedalam kantor. Dirinya dengan segera tersenyum dan terlihat bahwa Anton berniat untuk menyapa Mila. Namun sayang sekali, Mila terlihat cuek dan tidak mau mentapan Anton sama sekali. Hal ini kemudian membuat Anton mengurungkan niatnya untuk menyapa Mila. Dan hanya berani menundukan kepala sebelum langsung melewati Mila dan Andre.
"Siapa beliau Bu?" tanya Andre penasaran setelah melihat Anton melewatinya tanpa berkata-kata.
"Nanti juga kamu akan tahu Ndre," jawab Mila seperti tidak peduli dengan hal ini, "Yasudah, yang terpenting, sekarang kita harus keluar dan bicara sesuatu terlebih dahulu," tambah Mila menjelaskan.
"Baik Bu,"
Andre pun hanya bisa mengangguk setuju dan tidak membantah.
Keduanya kemudian keluar kantor secara bersamaan. Mila mengajak Andre ketempat yang sepi. Setelah sampai di tempat yang dirasa sepi dan cukup aman. Mila langsung menjelaskan pada Andre, tentang semuanya. Tentu tentang pernikahanya dengan Marvel juga
Andre hanya bisa membulatkan mata, seolah tak percaya dengan yang di katakan Mila. Namun demikian dirinya dapat memaklumi hal seperti ini. Dan segera setuju untuk membantu menutupi pernikahan Mila dengan Marvel.
Tak berselang lama, keduanya kemudian langsung berjalan menuju kelas. Tentu setelah Mila memastikan, bahwa Andre dapat menepati janjinya. Untuk tidak membocorkan semua hal ini.
Tak berselang lama, keduanyapun tiba di kelas mereka. Mila berjalan masuk kedalam kelas melewati pintu. Sedangkan Andre sendiri hanya mengikuti Mila dan berjalan dibelakangnya.
"Ehemmm, ehemmm,"
Itu suara Mila untuk memberi tahu seluruh siswanya kembali ketempat duduk masing-masing. Ya tentu seperti biasanya, kalas ini selalu kacau balau saat tidak ada seorang guru didalamnya. Dan banyak murid yang duduk berpindah-pindah tempat juga.
Setelah mendengar suara Mila, seluruh Siswa langsung beringsut dan kembali ketempat duduknya masing-masing. Ini termasuk untuk Anisa dan Celsea, yang memang tadi keduanya sedang berpindah tempat duduk. Celsea seperti biasa sedang mengobrol dengan Marvel. Namun Anisa sendiri sedang bicara dengan teman kelasnya yang lain.
Setelah semua murid di kelas duduk, ada satu murid yang langsung berdiri kembali setelah melihat adegan di depan kelas tentunya, dan murid itu adalah Anisa.
"Andre?" ucap Anisa yang benar-benar terkejut saat dirinya berdiri.
Andre hanya bisa menunjukan giginya saat melihat keterkejutan dari kekasihnya ini.
Marvel sendiri hanya membulatkan mata kearah Mila, dengan memberikan kode untuk Mila.
Mila pun langsung mengerti dengan kode yang di tunjukan Marvel tersebut. Namun Mila tidak langsung menjawab kode dari Marvel. Karena tahu sendiri, sekarang mereka ada di dalam kelas bersama dengan semua siswa. Jadi Mila tidak mungkin menjawabnya.
"Selamat pagi anak-anak," ucap Mila memberi salam.
"Selamat pagi Bu," jawab murid-murid serempak.
Hanya Marvel yang masih menatap Mila dengan tatapan bingung. Sedangkan Anisa masih berdiri seperti tadi saat menatap Andre.
"Anisa! siapa yang menyuruhmu untuk berdiri! sekarang duduk!," tegas Mila memberi perintah.
__ADS_1
"Ahh, ah iya Bu Maaf," jawab Anisa dengan salah tingkah sebelum perlahan duduk kembali.
"Eh, si Andre kayaknya pindah kesini deh," bisik Celsea berpendapat.
"Ya mungkin, tapi aku kesal denganya," jawab Anisa dengan tersenyum kecut.
"Loh kenapa kesal? bukanya kamu malah seneng? bisa berduaan kembali denganya tentu saja," tanya Celsea dengan heran.
"Ya pokoknya kesal aja lah," jawab Anisa dengan menghentakan kaki ke lantai.
"Anisa! Celsea! apakah kalian bisa tenang sebentar!" sahut Mila, dengan langsung memotong pembicaraan Anisa dan Celsea.
"Hehe, iya maaf Bu," jawab Anisa dengan menunjukan gigi.
"Maaf Bu," Celsea juga ikut menyahut.
Mila hanya bisa tersenyum kecut pada kedua muridnya ini, saat menanggapi keduanya.
"Yasudah,.." ucap Mila sebelum menarik nafas panjang, "Anak-anak, pria di samping saya ini bernama Andre, dia murid pindahan dari Jakarta, dan dia akan menjadi teman-teman kita mulai saat ini," tambah Mila menjelaskan.
"Hey Andre!" sapa Celsea dengan melambaikan tangan.
"Hey Ndre!"
"Halo Ndre!"
"Iya Halo semuanya," jawab Andre dengan mengangguk.
"Eh Ndre! kamu duduk sini saja ya! nanti aku pindah ketempat lainya," ucap Celsea menawarkan, agar Andre duduk di samping Anisa.
"Apaan sih kamu Cel! jangan macem-macem ya!" gerutu Anisa seperti tak terima.
Namun ini semakin membuat Celsea untuk bertekat membawa Andre duduk bersebelahan dengan Anisa.
"Kamu diem aja deh!" ucap Celsea sebelum langsung berdiri dan berlari kedepan.
Melihat tingkah konyol temanya tersebut, membuat Anisa membulatkan mata seolah tak percaya dengan yang dilakukan Celsea.
"Halo Ndre!" sapa Celsea langsung menjabat tangan Andre tanpa malu dengan teman-teman yang lain, bahkan Mila juga ada di depanya saat ini.
"Heh iya Cel," jawab Andre saat menerima jabatan tangan dari Celsea.
__ADS_1
"Celsea!" panggil Mila dengan heran.
"Ah, iya Bu maaf. hehe kamu sudah saling kenal kok bu," jawab Celsea yang langsung menjelaskan.
"Oh begitu, pantas dari tadi kamu seperti paling bersemangat," sindir Mila, sebelum dirinya melirik ke arah Marvel.
Marvel sendiri hanya bisa tersenyum kecut menanggapi lirikan Mila padanga.
"Yasudah, ajak Andre duduk Cel!" titah Mila pada Celsea.
"Ah iya bu. hehe," jawab Celsea dengan penuh semangat. Sebelum dirinya langsung menarik tangan Andre. Andre sendiri hanya bisa mengikuti Celsea dan tidak memberikan perlawanan sedikitpun.
Beberapa teman sekelas hanya bisa menatap Celsea dengan heran, karena jelas semua orang sangat mengenal Celsea. Dan mereka juga tahu bahwa Celsea adalah kekasih Marvel.
'Apakah Celsea tidak dapat menyadari bagaimana perasaan Marvel jika dirinya bertindak seperti ini?' batin salah satu teman sekelas mereka dengan heran.
"Eh, Vel!" panggil teman cowok Marvel.
"Iya ada apa?" jawab Marvel sebelum bertanya.
"Itu Celsea..."
"Sudah biarin saja, yang penting dia terlihat seneng kan," potong Marvel saat temanya belum menyelesaikan kata-katanya.
"Uh dasar gila kamu Vel! jika aku yang jadi kamu, sudah kuhajar habis anak baru itu, karena berani menyentuh kekasihku!" ucap teman Marvel dengan nada suara yang agak lebih keras dari sebelumnya.
Sebagian orang di kelas itu juga bisa mendengarnya, dan langsung mengalihkan pandangan ke arah Marvel tentunya.
Celsea sendiri langsung melepaskan tangan Andre dan juga ikut menatap Marvel. Jelas dirinya sudah merasa bersalah dan tak enak hati sekarang. Karena seolah telah mengabaikan kekasihnya.
"Ada apa Cel?" tanya Andre yang memang kurang mengerti.
"Marvel!" panggil Celsea yang langsung berjalan kearah Marvel, tanpa menanggapi pertanyaan Andre barusan.
"Maafin aku ya Vel," tambah Celsea seraya masih berjalan kearah Marvel.
"Kenapa mesti minta maaf? aku tidak marah kok," jawab Marvel dengan santai.
"Andre! duduk!" bisik Anisa sebelum langsung menarik tangan Andre. Tentu dirinya melakukan semua ini agar Andre tidak ikut campur urusan Celsea dan Marvel.
"Maafin aku sayang," ucap Celsea masih mengulangi kata-katanya. Dirinya benar-benar merasa bersalah, karena telah mengabaikan Marvel dan malah lebih bersemangat saat bersama Andre. Ya walaupun niat Celsea tidak seperti yang di bayangkan semua orang. Namun dirinya tetap saja merasa bersalah untuk saat ini. Karena yang di pikirkan hanya ketakutan akan pikiran buruk Marvel terhadapnya.
__ADS_1
"Kamu ini, tenang saja, aku tidak marah sama sekali kok," jawab Marvel dengan nada masih santai dan biasa saja. Ya karena memang Marvel benar-benar santai dan tidak mempermasalahkanya. Apalagi jika sampai Celsea dan Andre bisa dekat. Tentu Marvel lebih menginginkan hal semacam itu yang terjadi dong.