
"Stiven!" panggil Vransisco dengan sedikit lebih tenang.
"Ya ayah," jawab Stiven masih santai seperti tadi.
"Bagaiman otakmu bisa secemerlang itu?" tanya Vransisco dengan bangga.
"Biasa saja yah, tidak ada yang cemerlang! hanya saja saranku ya, ayah itu jangan mudah emosi dan marah-marah, agar bisa berfikir dengan tenang, dan tidak hanya bisa menyalahkan orang lain terus," jawab Stiven dengan sedikit menyindir Vransisco.
"Hahaha, kamu ini sekarang sudah mulai bisa mengajari ayahmu ya Stiv?" ucap Vransisco dengan sedikit tertawa.
"Hemmm, bukan maksut ingin mengajari, tapi hanya mengingatkan saja," jawab Stiven dengan tersenyum kecut.
"Ya baiklah, terserah kamu saja mau bilang apa Stiv, tapi yang kamu katakan memang semuanya benar, aku juga akan mendapatkan keuntungan dengan semua investor dan pengusaha itu bekerja sama dengan Yustian dan Bisma," ucap Vransisco dengan menghela nafas panjang.
Kembali ke Marvel dan Mila yang saat ini masih dalam perjalanan menggunakan Lamborghininya.
"Sayang, tadi pestanya cukup menyenangkan ya!" tanya Marvel saat keduanya dalam perjalanan ke arah Vila.
"Hehe, iya sayang.. tadi yang berulang tahun itu siapa namanya? oh iya Stiven ya... hahaha aku ingin tertawa terus setiap kali mengingat hal tadi itu,.... hahaha...," jawab Mila seraya terkekeh saat mengingat kejadian memalukan dari stiven yang mungkin tidak bisa mengontrol diri.
"Sayang...., kok malah itu yang kamu ingat?" ucap Marvel dengan heran saat memotong tawa dari Mila.
"Ya soalnya lucu saja, masa kenal saja tidak... langsung mau pegang-pegang," jawab Mila di sela tawanya.
Marvel hanya tersenyum kecut setelah mendengar ucapan Mila barusan.
"Ya salah siapa jadi wanita kok cantik banget!" sindir Marvel dengan nada sedikit menggoda.
"Hehehe, memangnya aku beneran cantik ya Vel? ups maaf salah, maksutnya sayang?" tanya Mila dengan pura-pura penasaran.
"Ya kamu cantik,... cantiiiikkkkk banget luar biasa pokoknya," jawab Marvel memuji istrinya.
"Dasar kamu ini, mulai deh gombal lagi..," ucap Mila dengan mencubit pelan lengan Marvel.
"Ahhh, sakit tauk," keluh Marvel dengan memanyunkan bibirnya, "aku tidak gombal sama sekali sayaaaaangg, aku serius banget... kamu itu memang benar-benat sangat cantik, apakah kamu tidak dengar tadi? banyak itu yang mengagumi kecantikan kamu," tambah Marvel mencoba menjelaskan.
"Hehe iya juga sih sayang, hanya saja... ya aku kurang percaya diri saja untuk merasa diriku cantik, walaupun memang aku cantik,. hehehe." jawab Mila dengan sedikit terkekeh saat merasa sedikit percaya diri.
"Dasar, bilangnya kurang percaya diri... tapi barusan mengakui sendiri itu," ucap Marvel menyindir Mila.
__ADS_1
"Hehehe namanya keceplosan dikit tak apa lah," jawab Mila mengelak.
"Iyaiya, kamu mau langsung pulang atau kemana ini?" tanya Marvel dengan menatap sebentar kearah Mila, sebelum kembali mengalihkan pandangan kejalan.
"Ya langsung pulang lah sayang, lagian ini sudah tengah malam, kamu ini ada-ada saja sih sayang," jawab Mila dengan heran.
"Hehe ya siapa tahu kamu mau pergi kemana gitu?" ucap Marvel dengan sedikit terkekeh.
"Tidak sayang, ini sudah malam... ingat!! besok kamu harus sekolah dan aku juga harus mengajar!" jawab Mila sebelum dirinya dengan sekejap langsung membulatkan matanya seperti telah mengingat sesuatu.
"Astaga........!!!!"
"Marvel!!!!"
Seru Mila dengan suara yang benar-benar lantang.
"Ada apa sayang? kenapa sampai berteriak begitu keras? telingaku bisa sakit ini," tanya Marvel sedikit mengeluh, dirinya juga mencoba menutup telinganya sendiri walaupun tidak sepenuhnya berhasil, karena tanganya masih fokus di setir mobil.
"Marvel, Marvel.... gawat Marvel ini benar-benar gawattttttt" ucap Mila seraya menepuk-nemuk dahinya, sebelum mengalihkanya ke pahanya.
"Gawat kenapa sih? jangan buat aku penasaran?" tanya Marvel yang memang tidak tahu apapun.
"Iyaiya sayang, ini lebih cepat!!" jawab Marvel pasrah, sebelum dirinya menginjak pedal gas dengan lebih keras, dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
"Memangnya ada apa sih sayang? sampai kamu sebegitu paniknya?" tambah Marvel bertanya, karena memang tidak mengetahui sama sekali.
"Marvel! apakah kamu lupa jika tadi pagi kamu ulangan?" tanya Mila dengan raut wajah masih panik.
"Emmm, tidak lupa... aku masih ingat kok," jawab Marvel dengan santai.
"Bukankah kamu berjanji akan membantuku mengoreksi semua jawaban ulangan tadi pagi?" tanya Mila seraya mengingatkan.
Marvel langsung membulatkan matanya setelah Mila mengingatkanya.
"Astaga iya sayang.... ya Tuhan... aku juga lupa, bagaimana ini, sekarang juga sudah tengah malam," ucap Marvel juga mulai panik.
"Mangkanya buruan kemudikan dengan cepat! jangan banyak bicara! karena kita benar-benar harus cepat, dan cepat... ayolah Marvel!!" pinta Mila dengan memaksa.
"Iya sayang, ini sudah benar-benar cepat," jawab Marvel menjelaskan. Ya karena memang saat ini dirinya sudah menginjak pedal gas lebih kuat. Walaupun di dalam mobil tidak terasa cepat, namun di luar terlihat bahwa mobil Marvel melaju sangat cepat. Untung saja ini tengah malam, jadi jarang sekali ada kendaraan lain di jalanan. Jika siang hari, tidak mungkin mobil Marvel bisa melaju secepat ini.
__ADS_1
Tak begitu lama, Mila dan Marvel akhirnya sampai di depan Vila. Mila langsung keluar dengan cepat dari mobil, Marvel pun juga demikian. Marvel yang sedang terburu-buru bahkan sampai melupakan sesuatu. Marvel melupakan, bahwa dirinya telah menjatuhkan beberapa kartu nama dari semua pengusaha tadi.
Mila dan Marvel benar-benar terburu-buru untuk saat ini. Bahkan keduanya tidak menanggapi sama sekali saat beberapa pengawal dan pelayan Vila menyambut kedatanganya.
Mila dan Marvel langsung berlari kearah ruang tamu, karena tadi Mila melihat bahwa para pengawal meletakan barangnya di meja ruang tamu.
Namun setelah Mila dan Marvel tiba di ruang tamu, keduanya sama sekali tidak menemukan apapun di meja ruang tamu.
"Marvel!" seru Mila memanggil Marvel.
"Iya. ada apa sayang?" tanya Marvel yang memang tidak mengerti.
"Dimana? dimana semua barang-barangku Vel?" ucap Mila bertanya pada Marvel.
"Aku,.. aku sendiri juga tidak tahu, lagian tadi kita juga pergi bersama, dan sepertinya kamu juga tidak membereskan barang-barangmu terlebih dahulu bukan?" jawab Marvel menjelaskan.
"Ahhh, benar juga... lau dimana semua barang-barangku," keluh Mila yang mulai panik.
"Sayang, kamu tenang sedikit ya, jika kamu tetap panik begitu, tidak akan bisa berfikir dengan benar,..." ucap Marvel mencoba menenangkan Mila, "Apakah kamu lupa, kita kan punya pelayan, siapa tahu mereka yang sudah membereskanya," tambah Marvel menjelaskan.
"Ya, ya kamu benar Vel, ... astaga bagaimana aku bisa sampai melupakan hal itu," ucap Mila dengan menepuk jidatnya saat dirinya mengingat hal itu, "Yasudah panggil pelayan Vel, cepat buruan!" tambah Mila memberi perintah.
"Iyaiya, tapi kamu tenang dulu! oke?" jawab Marvel dengan masih mencoba menenangkan.
"Iya Vel, tapi cepat panggil pelayan!" ucap Mila dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Iya baiklah tunggu disini," jawab Marvel dengan tersenyum kecut. Sebelum dirinya langsung berbalik dan meninggalkan Mila sendirian.
Mila sendiri langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa, karena dirinya saat ini memang sedang sangat kelelahan.
Tak berselang lama, Marvel datang kembali bersana pelayan yang lumayan masih muda dan terlihat cukup cantik juga.
"Nona Muda, maaf sebelumnya... semua barang anda sudah kami bereskan dan meletakanya di ruang kerja anda," ucap pelayan tadi langsung menjelaskan, bahkan sebelum Mila bertanya padanya.
"Apa??? ruang kerja?" tanya Mila dengan terkejut. 'Ruang kerja apa? aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini,' batin Mila merasa bingung.
"Ya, Nona Muda, di Vila ini memang sudah disiapkan juga ruang kerja untuk anda, tempatnya di lantai atas, ada di sebelah kamar anda dan Tuan Muda," jawab pelayan menjelaskan, karena dirinya sadar jika Mila dan Marvel memang belum tahu banyak tentang Vila ini. Karena keduanya memang masih sangat baru tinggal di Vila ini. Lagian Vila ini juga terlalu besar jika untuk sekedar tempat tinggal dua orang. Jadi Mila dan Marvel benar-benar belum sempat untuk melihat semua ruangan dalam Vila tersebut.
"Oh jadi begitu? kalau begitu, sekarang antarkan aku keruang kerja yang kamu bicarakan itu!" titah Mila sebelum berdiri.
__ADS_1
"Baik Nona, mari!" jawab pelayan sebelum langsung berjalan di depan Mila, dan di iuti oleh Mila dan Marvel. Akhirnya ketiganya berjalan menaiki anak tangga kelantai atas Vila tersebut.