Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
hari kelulusan 3


__ADS_3

" pa sudah dong lihat istriku , dia malu " ucap Zai


" apa kamu bisa malu kak ?? tanya Raihan menghapus air mata nya yang keluar karena kelebihan tertawa


" Sekali lagi kamu macam macam ke istriku habis kau " ucap tegas Zai ke arah Raihan


" ampun bang hahaha " ucap Raihan


" sudah cepat nanti kalian telat " ucap mama nya mengingat kan


" tu dengar kata mama cepat , sekarang kamu puasa ketawa disini ya Rai tapi nanti saat melihat kegagalan mu aku akan setia melihat mu menangis " ucap Zai


" gak boleh ngomong gitu Zai " ucap mama nya


" yasudah ma , kami berangkat ya " ucap Aliya yang sudah menghabiskan makanan nya


" cepat amat kak habis , Zaidan memasang mesin ya didalam Mulut kakak ?? tanya Raihan yang heran melihat piring Aliya yang sudah kosong


" seperti nya mulut mu itu ingin di tapok biar bisa bedakan omongan baik sama buruk " ucap Zai


" cepat selesaikan makan kalian berdua " ucap mama nya lagi


tak lama mereka menghabiskan makanan mereka , kini mereka sudah meneguk air minum

__ADS_1


" Zai kamu mau sama aku kah ?? tanya Raihan


" ogah , aku sudah punya istri , jangan berharap lagi " ucap Zai


" ehh pekok , gue juga bukan homo , aku tanya kamu mau berangkat bareng aku atau tidak ?? tanya lagi Raihan


" iya mas , kamu sama Raihan aja ya " ucap Aliya dan di angguki oleh Zaidan


" ma , bekal Raihan mana ?? tanya Raihan dengan ekspresi wajah tak ada dosa sama sekali


" kamu mau beneran bawa bekal ?? tanya mama nya Zai dan di angguki oleh Raihan


" iya tapi tidak usah nasi nya cukup ayam nya buat cemilan nunggu kelulusan " ucap Raihan


" kampret lu Raihan , rumah gue serasa kamu yang punya sumpah , nyokap gue juga kamu seperti jadikan pembantu dan papa gue kamu jadikan seperti teman , aku bangga padamu tapi aku juga ingin membunuhmu " ucap Zai


" kalau begitu papa duluan , mau ke kantor " ucap papa nya dan di angguki oleh Raihan


" papa tidak pamitan dulu sama mama ?? tanya Zaidan


" ohh iya , " ucap papa nya


tak lama mama Zai sudah datang dan menaruh semua sisa ayam kecap ke dalam tempat bekal yang berukuran besar tersebut

__ADS_1


" kalau mau minta nanti bayar ya Zai " ucap Raihan


" lu bener bener ya ingin di sodok " ucap Zai kesal


" ini masukan tas mu , dan ini uang buat jajan di sekolah , jangan gunakan uang jajan ini buat beli yang aneh aneh ya , gunakan buat beli makanan tapi jangan juga buat traktir cewek " ucap mama nya Zai memberikan selembar uang merah


" siap ma " ucap Raihan memasukkan uang tersebut kedalam kantong dengan senyuman yang begitu manis


" papa berangkat ya ma , sudah mau siang " ucap papa Zai tiba tiba


" astaga mama lupa sama suamiku gara gara anak anak , ayo pa mama antar sampai depan " ucap mama Zai


singkat cerita kini Zaidan dan Raihan sudah sampai disekolah ,mereka langsung masuk ke dalam kelas nya walaupun mereka tidak belajar tapi mereka nantinya akan dibagikan amplop untuk menentukan hidup di SMA atau sudah akan berakhir menjadi seorang anak SMA


Didalam kelas Raihan langsung mengeluarkan bekal nya dengan bangga dan berteriak berdagang


" woi teman teman sini , beli ayam kecap gue , asli dari dapur mama gue , masih hangat , satu potong cuma 2 ribu " teriak Raihan yang membuat Zaidan menatap nya dengan sendu


ya Allah kenapa aku mendapat adik ipar yang sungguh bodoh " gumam Zaidan menyembunyikan wajah nya , dia yang merasa malu dengan tingkah Raihan


" woi Raihan beneran lu jualan hahahaha " ucap Dafa yabg datang dengan tawa yang tidak bisa ditahan nya merasa aneh dengan Raihan


" lihat dulu kualitas nya ,ini sungguh berkualitas tinggi jadi jangan meremehkan " ucap Raihan yang membuat gelak tawa Dafa dan Aska pecah

__ADS_1


" wahahhaha kamu kenapa sangat pintar cari duit Rai , mama mu beli ayam 50 per ekor lalu kamu jual 1 potong 2 ribu , kamu memang berlebihan pintar wahahaha " ucap Aska yang tak tahan dengan tawa nya


" belum lagi bumbunya " ucap Dafa menambahi seraya memegang perutnya tak mampu menahan tawanya


__ADS_2