Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku
Bab 19


__ADS_3

Setelah selesai bermain, keduanya dengan segera membersihkan badan sebelum kemudian langsung memakai handuk dan keluar dari kamar mandi berdua. Keduanya juga langsung membuka lemari pakaian yang ada di kamar keduanya. Betapa terkejutnya Marvel dan Mila saat membuka lemari. Tenyata benar yang di ceritakan Yustian juga Bisma, bahwa semua pakaian Marvel dan Mila sudah dibawa dan tertata rapi di Villa.


"Kalau sudah berseragam seperti ini, enaknya aku manggil kamu dengan sebutan apa ya?" tanya Marvel memulai pembicaraan. Saat ini keduanya sudah berpakaian sangat rapi. Hanya Mila yang masih merias wajahnya dan terlihat sangat cantik.


"Terserah kamu saja Vel, tapi aku minta jika disekolah nanti, kamu tetap bertingkah biasa saja, seolah kita tak ada apa-apa, atau semuanya bisa kacau," pinta Mila menjawab pertanyaan Marvel saat dirinya masih berhias.


"Hemmmn, ya deh iya, tapi kalau diluar boleh panggil apa saja dong?" goda Marvel yang saat ini mendekat kearah Mila.


"Ya terserah kamu, kan memang kamu suamiku," jawab Mila dengan cepat.


"Yasudah ayo sekarang kita keluar! kamu mau makan apa pagi ini? biar aku siapkan," tambah Mila menawarkan, dirinya sudah mulai bisa sadar diri dan harus segera melayani suaminya. Mila sendiri sampai lupa bahwa saat ini sudah ada pelayan di Villa dan jelas semua pelayan sudah mengerjakan semuanya termasuk makanan untuk keduanya.


"Terserah kamu saja lah, namun sebelum itu aku mau," cupppp....


Marvel mencium pipi kanan Mila dengan mesra saat Mila lengah.


"Apaan sih Vel! ahhh dasar mesum! sudah ya jangan lagi, nanti bedaknya luntur di bibir kamu semua," seru Mila seraya berdiri juga menghentakan kakinya di lantai, karena terkejut dengan kelakuan Marvel.


"Hehe ya kan sama istri sendiri, mesum sedikit tak apa lah," kekeh Marvel dengan nada menggoda.


"Ya terserah kamu lah Vel," jawab Mila pasrah seraya menghela nafas, mau mengelak seperti apapun juga yang Marvel katakan benar. Saat ini Mila adalah istrinya, dan harus melayaninya. Lagian juga semua sudah terjadi, dan Mila harus menerimanya dengan hati yang lapang, "tapi jika disekolah sampai macam-macam awas saja, aku akan langsung memberikan hukuman yang mengerikan jika sampai kamu berbuat diluar batas antara siswa dan guru," tambah Mila dengan nada ancaman saat menyipitkan mata kearah Marvel.


"Iyaiya, Bu Guru galak," lirih Marvel berharap Mila tidak mendengarnya. Namun ternyata harapan Marvel salah besar, karena Mila mendengarnya dengan sangat jelas.


"Apa Vel? coba ulangi lagi?" tanya Mila seraya kembali menyipitkan mata.


"Ah tidak-tidak, Bu Guru baik hati dan tidak sombong, juga sangat perhatian dan pengertian, buktinya mau dinikahi siswanya sendiri, iya kan bu?" jawab Marvel mencoba membela diri saat sedikit berbohong. Marvel terpaksa berbohong karena tidak mau ribut dengan istrinya yang masih sangat baru.


Walaupun Mila sebenarnya mendengar yang Marvel katakan, namun dirinya tidak merasa kesal dengan yang di ucapkan Marvel. Malah Mila merasa lucu setelah mendengar jawaban Marvel, seolah Marvel adalah suami takut istri.


"Hemmm, ya terimakasih atas pujianya," ucap Mila sebelum tertawa kecil, karena merasa konyol dengan tingkah Marvel.


"Ya sama-sama Bu," jawab Marvel dengan tersenyum kecut.


"Vel, walaupun kadang aku memang galak, tapi nyatanya kamu tetap suka kan sama aku?" tanya Mila dengan percaya diri.

__ADS_1


"Ya, memang sih, tapi tetap saja galak," jawab Marvel pelan tanpa sadar.


"Apa Vel? aku tidak dengar," tanya Mila seraya menunjukan giginya yang rata.


"Ah tidak, tidak apa," jawab Marvel sebelum menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Bu Mila sangat cantik dan anggun, makanya aku jatuh cinta pada Bu Mila, namun aku tidak cinta dengan kegalakan Ibu, kuharap Bu Guru segera menghilangkan kegalakanya ya Bu! ini hanya curahan hati seorang siswa," tambah Marvel menggoda Mila.


"Dasar anak kecil," ucap Mila seraya menggelengkan kepala, "Ya baiklah akan kucoba untuk tidak terlalu galak, sebenarnya menurutku sih aku tidak galak juga, hanya saja mungkin aku tegas dalam bersikap," tambah Mila tak mau kalah.


"Yasudah lah, wanita memang selalu benar, berdebatpun juga percuma," ucap Marvel dengan tersenyum kecut.


"Hahaha duhhhh, suami keciku ini lucu sekali," ucap Mila seraya mencubit kedua pipi Marvel dengan gemas.


Marvel hanya menurut saja saat pipinya dicubit Mila dangan gemas, karena jujur ... Marvel juga menikmatinya. Bisa bermanja-manja dengan Mila adalah impianya sejak dulu. Marvel juga tidak mengira bahwa impian lamanya benar-benar menjadi kenyataan. Dirinya berharap kejadian ini bukan mimpi, yang akan mengecewakan saat dirinya terbangun nanti.


"Yasudah, ayo kita keluar! gak jadi sarapan entar kalau lama dikamar," ucap Marvel mengajak Mila seraya menyodorkan tangan.


"Haha iyaiya sampai lupa aku, ternyata lucu juga ya Vel nikah sama anak kecil," kekeh Mila menanggapi ajakan Marvel, namun demikian Mila tetap menerima tangan Marvel dan langsung menggandenganya.


"Makanya, jangan sok jual mahal," sahut Marvel menyindir Mila. Namun sindiran Marvel berakibat fatal, karena Mila langsung mencubit perutnya.


"Auw, sakit sayangku!" keluh Marvel dengan mengusap bagian perut yang di cubit Mila.


"Iya Bu Guru," ucap Marvel pasrah yang mendapatkan tawa kecil dari Mila.


Sepasang pengantin baru ini akhirnya berjalan perlahan dan keluar dari dalam kamar.


Saat tiba diluar kamar, Marvel dan Mila kembali di kejutkan dengan dua pelayan yang saat ini sudah ada di depanya. Sepertinya memang pelayan tersebut dengan sengaja menunggu Marvel dan Mila untuk keluar.


"Apa, apakah kalian menunggu kami?" tanya Marvel pada pelayan.


"Itu benar sekali Tuan Muda, kami disini karena ingin memberitahukan bahwa makanan sudah di persiapkan di ruang makan," jawab pelayan seraya menjelaskan dengan lembut.


"Apa??? haduhhhhh.. benar juga ya, kenapa aku sampai lupa bahwa di Villa ini ada pelayan, sampai-sampai aku malah memikirkan makanan untuk Marvel, ternyata tidak perlu di fikirkan juga sudah di sediakan," sahut Mila menanggapi ucapan pelayan, saat dirinya tertawa sedikit karena merasa bodoh.


"Bu Mila tak apa? kalau sakit nanti ku periksakan di RSJ deh," kekeh Marvel menggoda istrinya, karena belakangan ini sering tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas.

__ADS_1


"Apa Vel??" tanya Mila langsung menatap tajam kearah suami kecilnya rersebut. Tanpa menunggu aba-aba, Mila langsung mencubit Marvel. Namun kali ini Marvel dengan cepat menghindar. Tak mau kalah, Mila pun terus mencoba mencubitnya dengan gemas.


"Yeeee.... tak kena, tak kena," ledek Marvel saat melarikan diri karena merasa sudah tidak ada tempat lagi untuk menghindari serangan Mila.


"Hey tunggu Vel! awas saja nanti kalau kena, akan kubuat kau menderita karena berani meledeku," ancam Mila seraya menghentakan kaki di lantai karena telah kalah dengan Marvel. Namun demikian Mila segera mengejar Marvel, bukan hanya untuk membalas dendam pada Marvel. Hanya saja Mila mengejar Marvel karena perutnya juga sudah mulai keroncongan, ya Mila lapar dan ingin segera keruang makan untuk mengisi perutnya.


Tak berselang waktu lama, akhirnya Mila bisa juga mengejar Marvel. Karena memang saat ini keduanya sudah sampai di ruang makan.


"Kena kamu Vel," lirih Mila dengan nada mengancam, saat dirinya tersenyum merekah seperti telah bertemu dengan idolanya.


"Ah tidak-tidak aku menyerah Bu," jawab Marvel dengan menyatukan kedua telapak tangan saat memohon ampun.


"Lelaki cemen! belum apa-apa sudah nyerah," ucap Mila pelan saat berpura-pura sudah tidak peduli dengan hal tadi. Namun Mila dengan perlahan berjalan kearah Marvel sebelum langsung mencubit perutnya.


"Ahhhhh, iya Bu Mila sayang, aku menyerah oke! kenapa masih diserang ,aduhhhh pake sakit banget lagi," keluh Marvel saat merasakan sakit akibat cubitan Mila.


"Halah lebay kamu Vel, baru di cubit aja sampai merengek seperti itu," ledek Mila sebelum terkekeh. Mila sedikit puas karena telah berhasil melampiaskan kekesalanya pada Marvel dengan mencubitnya.


"Ini beneran sakit lo Bu, nanti bisa dilaporkan kasus KDRT," ledek Marvel saat menjulurkan lidahnya sendiri kearah Mila.


"Apa? hahahaha ada-ada saja kamu Vel, biasanya kan yang KDRT seorang lelaki, lah ini perempuan mana bisa di laporkan, lagian tak malu apa kalah sama perempuan," jawab Mila membalas ledekan Marvel.


"Ya benar juga sihhhh..." keluh Marvel membenarkan ucapan Mila, " Sebenarnya bukan soal kalah sama perempuan, hanya saja seorang lelaki sejati itu pasti mengalah untuk perempuan, karena seorang lelaki akan menghormati perempuan bukan melecehkan," tambah Marvel dengan percaya diri.


"Hemmmm? memangnya kamu lelaki sejati Vel?" tanya Mila dengan nada kurang yakin.


"Ya jelas lah aku lelaki sejati, kan kamu sudah bisa merasakanya tadi malam," jawab Marvel sok angkuh.


"Hahaha iya juga ya, yasudah ayo makan Vel! entar makananya keburu dingin!" ucap Mila membenarkan ucapan Marvel sebelum mengajaknya untuk makan bersama.


"Ya baiklah," jawab Marvel dengan anggukan.


Akhirnya pasangan pengantin baru ini duduk berdua di ruang makan, dan menikmati hidangan yang di sajikan oleh pelayan.


Pelayan sendiri yang sedari tadi melihat kekonyolan majikannya, hanya bisa ikut terkekeh juga senang. Karena Majikanya suka bercanda dan sudah di pastikan, bahwa Marvel dan Mila tidak akan terlalu keras saat memerintahkan pada mereka kelak.

__ADS_1


Selesai sarapan, Mila dan Marvel langsung keluar rumah untuk berangkat kesekolah.


Hanya saja, Mila tetap menunggu Marvel di depan pintu Villa, sedangkan Marvel ke garasi untuk mengambil Lamborghininya.


__ADS_2