Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Prolog


__ADS_3

Di Sekolah Menengah Atas, lebih tepatnya dikelas X IPA 3, terdapat empat gadis cantik, ketiga sibuk dengan ponselnya berseluncur ke Aplikasi instagram dan menscrooll para cogan, sedangkan yang satu sedang asik-asiknya membaca buku novel bergenre romansa anak muda.


Tak lama terdengar suara nyaring seperti toa mesjid "PENGUMUMAN PENILAIAN AKHIR SEMESTERNYA DI TEMPEL DIMADING. TERIMA KASIH"


"Yuks ke mading"


Keempat gadis itu berjalan melewati koridor menuju gedung sebelah dimana majalah dinding atau mading. sekolah ini sangat luas terdapat empat gedung utama yang berjulang tinggi. Terdiri dari tiga gedung, terletak saling bersebrangan satu sama lain dan satu gedung serba guna untuk aula, perpustakaan, kantin serta terdapat beberapa lapangan bola dan yang pasti fasilitasnya terjamin. Dan dapat disimpulkan Wilson International high school adalah sekolah swasta yang banyak diminati oleh pemuda-pemudi.


Nafiiza cs Akhirnya sampai di depan papan pengumuman itu. Siswa-siswi berkerumunan dengan tujuan yang sama. Sama-sama ingin melihat nama yang tertera di kertas PAS yang tertempal.


empat sekawan itu langsung mencari nama masing-masing yang tercetak dikertas tersebut dengan jari telunjuk.

__ADS_1


"Wah keren lo Za, dapet juara umum" ujar Mita. Teman sebangku Fiza bahkan sahabat dekat gadis cantik itu.


"Kok bisa?" Tanya Dita dan Nadia serentak. Pasalnya mereka berdua mengetahui Alumni dari SMP yang dimana dulu Fiza melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar adalah Sekolah Menengah pertama kurang akan fasilitasnya. Begitu juga siswa-siswi yang menatap iri kearah Fiza. Kecuali Mita dia nampak biasa-biasa saja, seperti yang di ketahui Fiza dan Mita adalah sahabat dari kecil yang selalu bersama.


Nafiza hanya menanggapi dengan senyum tipis tapi kaku. Membuat kaum adam terpesona dengan paras yang dimiliki seorang Nafiza Shabita. Senyum tipis aja membuat cowok-cowok terpana, bagaimana kalau gadis berambut panjang itu tersenyum lebar hingga matanya melengkung membentuk bulan sabit, apalagi tertawa hingga menampakkan gigi putih yang berjajaran rapi. Bisa-bisa mereka melayang.


"Alah, paling juga pake cara curang tuh" Stella muncul entah dari mana tiga sekawan itu tidak tahu dan tidak mau tahu. Gadis itu langsung menuduh Fiza sembarangan.


"Emang mulut gue kenapa?"


"Gue pites lama-lama mulut lo itu"

__ADS_1


"Sini lo maju" Stella mengatakan itu dengan nada menantang, ia santai saja menanggapinya tidak ada di kamus stella kata takut. Dasar Stella si biang rusuh.


"Lo bener-bener" sertak Mita lagi, bahkan Mita mengempalkan tangannya kuat yang membuat kuku-kukunya memutih menahan emosi. Dia mulai terpancing dengan dorongan Stella siswi pembuat onar di sekolah. Ia ingin membalas gadis yang kini melipat tangannya didada sambil tersenyum miring, tetapi Fiza menahan lengannya.


"Nggak usah diladenin" ucap Fiza menghalangi Mita untuk melayangkan tinju ke muka mulus gadis yang kini menuduhnya curang.


Fiza sangat tahu sifat sahabatnya yang satu ini, Mita mudah terpancing dengan tantangan yang dihadapinya. Dia juga tahu Mita jago bela diri, sejak kecil gadis itu selalu di ajar keras oleh ayahnya, untuk membela kebenaran melalui ilmu bela diri yang di punya.


Semua siswa-siswi bahkan Stella tidak ada yang tahu bahwa, Mita yang selama ini terlihat acuh tak acuh ternyata memiliki bakat terpendam.


Kalian bayangin aja seberapa jagonya Mita di bidang itu. Karena itu Fiza menahan sahabatnya untuk melangkah berhadapan dengan gadis pembuat onar seperti Stella.

__ADS_1


__ADS_2