Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Penyelamat


__ADS_3

"Tolong, tolongin gue" ucapnya teriak menangis sembari melarikan diri dari kejaran para preman yang berlari ke arahnya dengan tampan menyeramkan.


Nafiza. Ya itu adalah Fiza gadis mungil itu berlarian sambil meminta tolong dan sembari mencari tempat ramai.


Sedari tadi gadis beriris hitam itu pamit kepada Reza untuk ke minimarket membeli berbagai keperluannya, dan kebetulan ketiga sahabat nya sudah pulang masing-masing. Jadi nya dia seorang diri pergi berbelanja.


Tak berapa lama kemudian selesai Fiza membayar belanjaannya dia berpapasan dengan beberapa preman dengan tampan menyeramkan.


Detik kemudian seorang preman pun mendekatinya. Fiza langsung menjauh akan tetapi tangan gadis itu di cengkram dengan sangat kencang sampai Fiza meringis.


Gadis itu kabur menjauhi para bajingan itu, namun nihil dia di kejar. Tapi Fiza tidak akan menyerah ia terus berlari mencari ke amanan yaitu tempat yang banyak orang berlalu lalang, karena tempat itu lumayan sepi.


Beberapa jam kemudian Fiza lari, akhirnya gadis itu menabrak sesuatu, bukan benda atau perbatas tapi ini seperti seseorang bertubuh kekar.


"Hey gadis kecil" sapa seseorang. Fiza terkejut, Dia salah satu dari preman itu, ya Fiza mengingatnya.


Seseorang itu mendekat mengalihkan pandangannya ke arah bibir ranum Fiza yang pink akibat polesan Lipgloss sepertinya terasa manis bercampur buah.

__ADS_1


Fiza menjauh, namun pinggangnya sudah di rangkul oleh preman itu.


Gadis itu hanya bisa menutup mata sembari menitikkan air mata. Dalam hatinya ia terus-menerus berdoa meminta tolong.


Semakin mendekat hingga jarak wajah antar keduanya hanya beberapa senti.


Tak lama kemudian Fiza mendengar orang berkelahi dan semakin tajam pendengarannya.


Bruk.....


"Pergi" ucapnya dengan nada dingin seperti biasa.


Semua aman tapi suara apa itu, batinnya. Gadis itu perlahan membuka matanya ketika dia mendengar suara yang sangat familir di telinganya.


"Vino" Fiza terkaget. Bagaimana tidak terkaget coba pemuda tampan berhati es itu tiba-tiba berada di hadapannya, terus kemana perginya preman bajingan itu.


Gadis itu tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh Vino, menenggelamkan kepalannya dan menangisi semua yang terjadi di bidang dada pemuda tampan itu.

__ADS_1


"Makasih"


"Sama-sama" Pemuda itu membalas pelukan Fiza, Vino bersyukur karena gadis yang di cintainya belum di sentuh oleh orang brengsek seperti preman itu.


Fiza mendonggakkan kepala dengan mata masih ber-air, di lihatnya senyum tulus itu semakin menghangatkan Fiza.


"Kamu mimisan, sini-sini duduk dulu" ucap Vino dengan nada khawatir.


Vino menuntun Fiza ke pingiran ke sebuah halte kecil dan mengeluarkan tissue basah dari paperbag belanjaan Gadis itu.


"Aku gapapa kok kak"


"Kak?" Vino tersentak. Panggilan yang di sematkan oleh gadis itu membuat Vino mengerutkan dahinya dalam.


Fiza mengangguk "Kan kakak lebih tua sebulan dari aku" monolog Fiza dan membuat pemuda yang di hadapannya tersenyum kikuk.


Canggung. ya, itu yang dirasa kan keduanya. Tak lama kemudian ada seorang mbak-mbak yang sedang meneduhi tubuhnya dari rintik hujan, lari di samping Vino membuat pemuda itu mau tak mau maju dan secara tidak sengaja jadilah cowok tampan itu mencium kening Fiza.

__ADS_1


__ADS_2