Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Jadi Tim Cheerleader?


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Renata dan Bastian kembali ke inggris, dua hari mereka di indonesia. Mereka berangkat menggunakan pesawat Jet pribadi keluarga Wilson. Fiza mengantar sang kakak menuju bandara dengan terus menggenggam tangan Rena kuat, seakan tak rela jika dua hari saja dia habiskan bersama Renata.


"Dahhh.." kata Fiza sembari melambaikan tangannya kepada Renata yang menyeret koper bersiap pesawat akan lepas landas.


"Udah jangan manyun gitu, jelek tau." sungut Reza sembari mengacak-acak rambut Fiza.


"Ikh abang," Gadis itu menghempaskan tangan Reza kesal, sedangkan abang nya hanya terkekeh melihat sifat asli adik nya yang melebihi Dita yang notabene manja.


****


"Lo nggak mau liatin Vino tanding?,"


"Ya jelas gue mau"


"Yaudah klo gitu lo ikutan cheerleader"


"Nggak semuda itu Dita, gue gak percaya diri. Lagian gue bisa kali lihatin di ig sekolah, nggak perlu kesana!!" tegas Fiza membuat Dita manyun setengah mati. Bagaimana tidak begitu untuk sekian kalinya, Fiza menolak tapi Dita nya malah tetap kekuh pada pendiriannya menyuruh dirinya masuk Eksrakurikuler tim cheerleader yang gerak-gerakan nya lompat dan segala macam, dan apalagi pom pom yang harus digerakkan sambil bersorak, satu lagi dia juga kurang akrab dengan anggota lain ekskul tersebut, jujur Fiza tidak sanggup mengikuti ekskul macam itu.


"Yaudah sih ga usah ngegas." gerutunya memanyungkan bibir nya kayak bebek, sehingga membuat Fiza gemas sendiri. Ininih hal langka yang paling Fiza dan kedua sobatnya suka dari gadis di hadapannya.

__ADS_1


"Gue gak ngegas, lo aja kali pemaksa" jengkel Fiza mendengus sebal, makanya kalau tidak mau Fiza mengegas jangan maksa Dita cantik, pacarnya sang ketua OSIS. sekali lagi Dita mengerucutkan bibir nya yang semakin hari semakin gemas. Entahlah kalau ada Adit di sini dia pasti langsung mengcipok bibir ranum Dita. Kalau tidak tahan imam🙈


"Yuk kekelas, ntar ada Adit bisa di marahin"


"Ih... Ngeri, yaudah yok" Dita berjalan mendahului sahabat nya dengan terburu buru.


Fiza menggeleng kepala melihat sahabat nya satu ini berlari tergesa-gesa. Adit biasa kalau marah seram, tapi kalau bagi Dita tetap ganteng katanya. Yaa itulah yang membuat Dita takut ketahuan dengan sang ketua osis Wilson.


Tap!


'mampus gue'


"Adit!"


"Kenapa nggak masuk kelas. Ini udah jam berapa loh?," tanya Adit menajamkan mata menatap gadis pemilik hatinya.


"Maaf, ini juga udah mau masuk kelas kok" tunduk Dita kayaknya anak itu enggan menatap sang pacar di hadapannya saat ini. Kebetulan Adit yang berjaga di setiap sudut sekolah ini kalau ada murid terlambat. Dita mengigit bibir bawahnya gugup. Entah mengapa matanya cepat berkaca-kaca, mungkin karena takut Adit menatap sorot tajam.


"Ekhem," deheman Fiza seraya bersandar di tembok sembari menyunggingkan senyum jenaka dan cengegesan tidak jelas.

__ADS_1


Adit menghela nafas, lalu tangan nya mengangkat dagu Dita dan mengacak puncak rambut Dita, dia kira gadis itu sendiri, rupanya lagi bersama si Queen. Kalau tau begitu Adit tidak akan marah.


"Lain kali jangan keluar kalu pelajaran belum kelar."


Dita mengangguk seraya tersenyum sangan manis. "Iya."


"Good girl"


"Udah pacaran nya" saut Fiza kesal. pasalnya dia hanya menyimak kedua nya tanpa menggangu Dita dan Adit.


"Ihk Fiza ini bukan pacaran!"


"Terus apa?."


"Eee…"


"Lama lo nona Dita, keburu tuan Adit marah, kita kekelas." Fiza langsung menarik Dita menuju kelas IPA.


Adit sendiri mendengus sebal mendengar bercandaan Fiza, ganggu saja. Lalu menggeleng melihat tingkah kedua gadis itu.

__ADS_1


...-------------...


__ADS_2