
Krekk...
Betapa terkejut nya Stella melihat depan pintu rumah nya sudah ada dua Polisi serta enam orang menatap, namun ia berusaha rileks. "Ada apa ya pak?" tanyanya memastikan.
"Kami kesini mau menangkap pak Dita, atas kasus penyewaan anak sendiri pada pria hidung belang!." jelas pak polisi.
Stella tambah terkejut, matanya langsung menatap Gino dan Fiza secara bergantian, siapa di antara dua orang itu melaporkan nya?
Oh iya Stella baru ingat perkataan Gino kemarin, bahwa pemuda itu akan membawa masalah ini ke jalur hukum atas apa yang Daddy nya perbuatan kepada nya.
"Gak bisa Stell, gue nggak bisa kalau gak ngelaporin dia ke polisi. Gue gak sanggup lihat lo kayak gini setiap hari!."
"Ada apa ini?" Suara bariton terdengar dari dalam rumah, tak lain adalah pria paruh baya yang sudah siap dengan kemeja nya.
"Pak Dika kami ingin menangkap bapak atas kasus pelecehan."
Dika tersentak keget atas penuturan polisi itu. "Apa-apaan ini pak, saya tidak bersalah, pasti ada yang memfitnah saya!"
"Anda bisa jelaskan di kantor"
__ADS_1
"Kamu. Kamu pasti yang memfitnah saya" tuduh Dika mendelik tajam pada Fernando. Papi Gino sendiri mengepalkan tangan nya geram.
Setelah interogasi, Dika siap di masukan di sel tahanan, terlebih dahulu mata hazel nya
melayang menatap Papi Fernando yang hanya
datar sedari tadi.
"Makasih ya, kalian udah bela gue sampai segitunya tadi!" seru Stella mengangkat bibir nya membentuk senyum kikuk.
"Sama-sama. Lo kan teman kita Stell, jadi lo nggak perlu makasih." sahut Fiza dengan senyum tulus tersungging.
"Sekali lagi gue minta maaf ya Za, soal yang kemarin!" celetuk Stella berhadapan dengan lirih ke arah Fiza.
"Makasih sekali lagi buat lo Za." ujar Stella tulus sembari terilihat senyum tipis tersungging. "Yaudah gue balik." sambung nya pamit.
"Lo balik sama siapa?" tanya nya.
"Gampang kok, gue bisa naik ojek atau taksi"
__ADS_1
"Biar gue yang anterin!" sahut Gino mencoba meraih pergelangan tangan Stella akan tetapi ketika ingin di raih cewek itu langsung mengangkat nya. huft.. Menyebalkan tapi Gino tetap tersenyum.
"Nggak perlu!" ucapnya ketus, sembari melangkah pergi meninggalkan Gino, Vino dan Fiza.
"Hey nona tungguin gue" pekik Gino mengejar Stella tanpa memperdulikan kedua sejoli itu.
"Kok kamu bisa sih punya teman kayak Gino" sahut Fiza menggeleng kepala sembari tertawa kecil.
"Ya mau gimana lagi, udah takdir kali" gumam Vino.
"Kita jalan-jalan yuk," imbuh nya mengajak.
"Kemana?"
"Ada deh." sahut Vino ingin gadis nya menerka. "Yaudah yuk" lanjutnya memegang tangan Fiza lalu keduanya berjalan menuju parkiran polsek.
"Kita mau kemana?" tanya nya sekali lagi sebelum masuk kedalam mobil.
Vino hanya tersenyum menanggapi Fiza, biar makin penasaran, pikir nya. Sebalik nya, pemuda itu hanya mencubit pipi Fiza gemes.
__ADS_1
"ISH.. KAKAK SAKIT TAU" pekik nya memegang pipinya dan cemberut. Vino terkekeh melihat tingkah gadis nya yang menurutnya sangat lucu sembari berlari kecil memutari mobil segera menyetir mobil. Setelah membukakan gadis itu pintu, sebelum Fiza mengamuk.
...****************...