
Sekarang Vino dan Fiza berada di UKS sekolah, tadi Fiza tidak sengaja mengeliat kaki Vino memar kebiruan tambah dengan luka dalam. Awalnya gadis itu memaksa Vino untuk membelokan mobil ke rumah sakit, tapi pria itu menolak.
"Aww...."
"Makanya kalau nggak bisa main, jan paksain" ujar Fiza omel.
Di sela Vino merintih, cowok itu mengangkat sudut bibir membentuk senyum simpul. Inilah perhatian kecil yang membuat nya jatuh hati pada cewek bersurai panjang dan berponi di hadapannya.
"Ngapain senyum senyum" Biarpun gadis itu tidak mendongak ke atas, dia yakin Vino tersenyum.
"Gapapa, pengin aja." ujar Vino.
Oke sekarang kedua sejoli itu saling melempar senyuman. Bikin Mita yang berada di antara mereka merentakkan gigi nya sambil mendengus kesal. Fix ini mereka anggap Mita nyamuk, pikirnya. Padahal tadi dia di suruh Fiza menunggu di dalam bersama nya dan Vino.
"Ehm," deheman Mita membuat keduanya mendogakkan kepala. Fiza yang tahu bahwa Mita jengkel pada nya dan Vino hanya mampu menyengir kuda, sementara Vino mendengusi Mita.
"Maaf nih yee ganggu, ngomong-ngomong gue masih ada loh disini." serkas Mita memalingkan wajah nya sembari menautkan jari jemari nya.
"yuk pulang," tiba-tiba ada yang mencekal tangan Mita seorang laki-laki.
"Mau ngapain lo?" sentakan Mita berusaha melepas tangan nya reflek.
"Pulang bareng."
"Enggak-enggak, gue mau pulang bareng mereka!" tolak Mita kasar. Bukannya apa, kalau dia terus di samping Reza bisa-bisa jantung nya kembali bermasalah kayak beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
"Ta, lo pulang aja bareng bang Reza. Soalnya gue masih lama, ada yang ke tinggalan di kelas." sungut Fiza.
"Yaudah deh, terserah!" Mita berjalan melewati Reza seraya menghentak hentakan kakinya kesal.
"Dia kenapa?," tanya Reza heran.
Fiza mengedikan bahu nya tidak ambil pusing. "PMS kali!" sahutnya.
"Oh," ucap Reza berooh ria dan segera menyusul perempuan itu menuju parkiran.
"Ayo, kaki aku udah ga sakit"
"Mau kemana 'kan belum selesai!" Fiza tinggal mengapaskan nya setelah di taruh betadine untuk mencegah infeksi.
"Katanya ada yang ketinggalan."
"Terus,"
"Aku cuma mau ngedekatin Mita sama Reza hehe,"
Reza berlari menyamakan langkah Mita yang masih saja kesal, entah kesal karena apa?
"Grace," gumam Reza seketika memberhentikan langkah nya, tercengang melihat gadis seumuran dengan nya berdiri depan mobil.
"Reza!"
__ADS_1
"Ngapain lo disini?"
"Gu-gue… Gue cuman lewat. Iya lewat!"
"Za dia siapa?"
"Dia itu mantan nya Vino, udahlah nggak penting urusin dia!" Reza langsung menarik tangan Mita menjauh dari Grace, saat ini wajah nya sudah memerah karena marah kepada Reza, dia tidak terima di tatap sinis plus ketus seperti itu.
Terlihat Reza membantu Mita untuk memakaikan helm.
'Perhatian kecil lo kayak gini Za bikin gue suka sama
lo.' gumam Mita seraya menatap intens ke arah kedepan pria yang di kagumi nya.
"Makasih"
"Kok lo kayak gugup gitu sih, kenapa?" tanya Reza memiringkan wajahnya.
"Gue mau pulang!" ucap Mita mengalihkan pembicaraan sekaligus memalingkan wajah nya yang perlahan-lahan menampakkan merona dipipi.
*****
"Kok elo bisa kalah dari dia!"
"Maaf kak,"
__ADS_1
Andrex menoleh kesamping mendelik tajam kepada Xander "Kakak nggak akan biarin Vino tenang. Kamu lupa, adek kita dirumah sakit, koma dengan berbagai selang. Satu tahun Der, satu tahun adek kita terbaring lemah. Bahkan Dokter juga sarankan bahwa kalau dia nggak bangun bangun peralatan nya bakal di lepas, kamu tahu itu kakak frustasi!"
"Ko jadi bahas itu sih kak, pertandingan tadi nggak ada sangkut pautnya sama keadaan Rexie!"