Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Kondisi Rexie


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Vino langsung menuju meja resepsionis untuk menanyakan dimana ruang rawat Rexie. Dari kejauhan Vino bisa melihat dua orang laki-laki berbeda generasi depan ruangan Rexie.


"Ngapain lo kesini?" ketus Andrex.


"Gue nggak ada urusan sama lo!" ucap Vino tak kalah ketus sembari bersekedap dada menatap Xander.


"Berani lo ya!" serkasnya. Pria itu menarik kerah baju Vino sambil mengempalkan tangan nya kuat.


"Kak," panggil Xander mendelik tajam. "Vin, lo ikut gue" Andrex perlahan melepas cengkramannya pada Vino.


Vino segera memasuki ruangan dihadapan nya. Bisa dilihat dari ambang pintu, Rexie mengalihkan pandangannya menatap balik Vino dengan lirih. "Vino" gumamnya.


"Gue keluar dulu." pamit Xander.


"Thanks bro."


Vino berjalan mendekati brankar, dimana Rexie terbaring tidak berdaya menatap nya. Jujur Vino juga merasa bersalah atas kejadian beberapa tahun silam.


"Kamu," Rexie mencoba menggerakkan tubuh nya yang kaku.


"Eh.. Lo rebahan aja"


Rexie menarik sudut bibir pucatnya membentuk senyum tipis dan teduh, senang, itu yang dirasakan. Baru kali ini Vino memperlihatkan perhatian nya kepada dirinya.


"Ka-kamu," panggil lagi Rexie berkaca-kaca.

__ADS_1


"Iya ini gue"


Rexie langsung menyambar memeluk pemuda di samping nya. tetap memaksa seluruh tubuh nya, walaupun masih lemah. Sedangkan Vino yang di peluk mencoba membalas pelukan itu, namun dalam hatinya berkata risih.


"Aku cu..cu-cuma mau me…mel-luk kamu untuk y-yang te-terakhir kalinya se…se-sebelum aku..pergi u-untuk sla-selamanya." ucap Rexie terbata-bata.


"Shttt lo nggk boleh ngomong gitu, udah sekarang lo baring dulu" kata Vino lembut. Pemuda itu membantu membaringkan tubuh cewek tersebut.


"Pa-nggil kak Andrex"


Tepat Andrex masuk, dan mendengar adik nya memanggil dirinya. Pria itu langsung menghampiri Rexie.


"Kak,"


"Iya"


Rexie langsung menangkap tangan Vino, menaruh di atas tangan Andrex. Sementara itu Vino, Andrex, dan Xander menatap dengan raut tidak dapat di jelaskan. "Aku baik-baik saja kok, Vino dan kak Andrex nggak perlu lagi bertengkar karena Rexie. A-aku mau kalian baikan" ujar nya di sertai dengan nafas terburu-buru sebelum gadis itu kembali menutup mata.


"Rexie, adik kakak"


"Rexie!"


"Rex, kamu kenapa?"


Vino langsung menekan tombol emergency. Panik, tentu saja. Sementara itu Andrex memanggil-manggil Dokter yang menangani adik nya.

__ADS_1


Krekkk..


Ketiga Vino dan dua pria bersaudara langsung berdiri, setelah mendengar pintu ruangan di buka oleh Dokter.


"Dok gimana keadaan adik saya?,"


"Pasien baik-baik saja, pasien baru sadar dari komanya, jadi saya sarankan kamu dan teman-teman kamu menunggu diluar saja. Biarkan pasien istirahat!"


Huftt.. Nampak ketiga pria itu menarik nafas lega, tadi mereka sudah getar-getir menunggu kabar.


"Baik Dok, terimakasih." sahut Xander.


Dokter dan Perawat segera pamit meninggalkan ketiga nya. Setelah menyampaikan cacatan memberi waktu untuk Rexie untuk istirahat, kurang lebih waktu malam Rexie akan kembali sadar.


****


"Gimana keadaan teman kamu, Rexie?" tanya Fiza penasaran.


"Dia udah membaik." kata Vino di sertai dengan anggukan sambil fokus kendara ke jalanan.


"Syukur deh, emm.. Kak,"


"Iya kenapa bunny?" sahut Vino menatap sekilas wajah cantik gadis di samping nya.


"Kita ke pasar malam yuk, naik wahana permainan. Kayaknya seru tuh" ujar Fiza seperti membayangkan seru nya naik wahana bianglala dan segala macam. Fiza ucapkan itu pelan-pelan, kan cowok satu ini tidak menyukai tempat ramai, Fiza tau itu.

__ADS_1


"Okey." balas Vino menyutujui. Membuat Fiza menyunggingkan senyum lebar, menatap binar cowok tampan itu senang.


......................


__ADS_2