Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Bertemu Di Hotel


__ADS_3

Fiza pamit kepada papa, mama, dan kakak nya Reza, kecuali Renata yang sudah berangkat ke inggris dua hari lalu. Segera gadis itu ke toilet, saat ini mereka berada di hotel bintang lima.


Papa Marcel sengaja mengajak keluarga nya untuk makan malam hanya sekedar quality time family. Dikarenakan papa Marcel belakangan ini sibuk, jadi malam ini pria itu baru memiliki waktu senggang yang di manfaatkan makan malam di luar.


Karena toilet nya berada lantai bawah, jadilah Fiza menuju dimana arah lift berada.


Tapi saat lift itu terbuka Fiza melihat seorang gadis outfit mini tambah ketat, gadis tidak asing bagi nya. Terbukti mata Fiza langsung membulat melihat cewek dihadapan nya.


"Stella!" gumam nya.


Buru-buru Stella keluar dari lift itu, sebelum Fiza mamaki nya, jujur dia malu mendapati Fiza dalam keadaan dirinya sedang terpuruk. Dia malu bagaimana tanggapan Fiza soal dirinya, terlebih lagi, dulu Stella selalu membuat Fiza malu bagaimana kalau Fiza mengetahui terus gadis itu bocor, Stella malu.


Namun belum Stella melarikan diri, Fiza menyahut lagi. "Tunggu!" Lalu Fiza mendekati Stella yang kini sedang menegang. "Lo ngapain disini?"

__ADS_1


"Maaf Za, gue harus pergi."


"Lo kenapa?," tanya Fiza lagi. Setelah membalikkan tubuh Stella menatap nya, dan jangan lupakan setitik air mata tanpa sadar sudah berembes di pipi gadis di hadapannya.


"Gue gapapa," Stella menghapus air mata nya, dia tidak ingin terlihat lemah pada Fiza. Harus. Tapi beberapa detik ia terdiam menatap Fiza. Akhirnya Stella berhamburan di pelukan Fiza.


"Kalau ada masalah cerita sama gue." ucap Fiza lembut mengusap punggung Stella.


"Lo... Gak akan kasih tau kan kesiapapun,"


"Cerita sama gue!" sambung Fiza memegang perlahan tangan Stella.


"Sebenarnya daddy Dika itu, bukan ayah kandung gue!" kata Stella memulai cerita. "Se-selama setahun ini mommy gue sakit keras, dan pria itu memanfaatkan keadaan, selama seminggu gu-gue disuruh kerja.." jalas Stella menjeda ucapannya dengan di sertai benih cair disudut mata..

__ADS_1


"Udah-udah nggak usah di lanjutin," Fiza langsung memeluk Stella untuk sekedar memberikan gadis itu kekuatan untuk menghadapi masalah Stella.


Pantas saja selama ini Stella selalu mencari kesenangan untuk menutupi kesedihan nya, sekarang dia tahu apa penyebab gadis itu dulu menjadi trouble maker.


"Tapi lo janji jangan kasih tau siapa pun ya please" mohon nya, tidak ada balasan dari Fiza, gadis itu hanya diam terkejut atas pengakuan Stella.


Terlebih dahulu Fiza menarik nafas nya gusar, mendingan dia iya-in. Tapi sepertinya ia harus cerita ini kepada papa nya. "Iya."


"Makasih" ucap Stella membalas pelukan Fiza.


****


"Tadi kalian ngomongin apa? Baru kali ini gue liat muka sedih Stella, biasanya nyebelin!"

__ADS_1


"Sssttt, apaansih bang orang sedih juga, nanti gue ceritain!"


...----------------...


__ADS_2