Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
The most wanted boys


__ADS_3

kelima most wanted boy Wilson sedang berjalan ke ruangan ganti anak basket. Ya mereka adalah anak basket. Ralat, hanya keempatnya saja yang mengikuti, karena dari mereka ada yang menyandang sebagai anggota OSIS. Adit anggota OSIS yang berencana mengganti gelarnya menjadi ketua OSIS setelah naik kelas sebelas.


Banyak mata-mata yang mengarah kelima cowok tampan itu termasuk kaum hawa. Siswi-siswi berteriak histeris melihat makhluk yang tampannya tidak manusiawi di depannya. Apalagi Alvino Bramasta Leonard atau kerap disapa Vino, rambutnya masih setengah basah akibat keringat dan acak-acakan menambah kesan ketampanannya yang membuat lawan jenis tak bisa menolak pesonanya.


Ingin sekali para siswi-siswi berdekatan dengan Vino dan menglap keringatnya. namun apalah daya Vino adalah seorang pria dingin yang susah di depati, karena itu ciwi-ciwi yang melihatnya hanya mengagumi ke tampanan siswa berumur tujuh belas tahun itu.


"Eh lihat tuh ada yang berantem, kesana yuk" ujar David


"Yuklah" jawab Reza langsung berlari apalagi yang melerai adu mulut itu adalah Nafiza adiknya. Terlihat acuh Vino tetap mengikuti sahabatnya, iapun sebenarnya penasaran dengan apa yang diributkan gadis-gadis cantik yang tak jauh dari pandangan.


Vino berjalan cool dengan muka datar khas seorang Alvino, melipat kedua tangan depan dada lebarnya serta tatapan tajam.


"Ehem" Five most wanted boy berpura-pura menetralkan suranya. Reza, Adit, David, dan Gino melerai adu mulut itu kecuali Vino. Pemuda itu fokus menatap gadis mungil bernama Fiza yang beberapa hari di temui dirumah Reza sahabatnya, seketika netra indah Fiza bertemu menatap balik mata iris hitam milik Vino dan tak lama juga Fiza memutuskan kontak mata dengan teman kakaknya itu.


Siswi-siswi yang masih berada didepan mading kagum melihat pesona Vino dan pasti tak terkecuali empat pria most wanted. Apalagi Gino playboy kelas kakap yang saat ini sedang semangatnya tebar pesona.


"Vino," Stella melingkarkan tangannya di lengan kekar pemuda itu. Menanggapinya?? Oh no Vino nampak acuh tak acuh dan agak risih. Bagaimana tidak risih mereka berada di koridor lebih tepatnya depan papan segi panjang itu pastinya ramai di datangi siswa-siswi. "Lihat tuh Vin, mereka dorong gue." tuduh lagi Stella membuat Mita naik pitam.

__ADS_1


"Eh mak lampir lo jan asal tuduh ya, udah jelas-jelas lo yang dorong kita" jelas Mita. Dia sungguh sebal dengan sikap Stella yang sepertinya mencari pembelaan dihadapan cowok yang bernama Vino.


"Dek, lebih baik kamu dan teman-teman kamu pergi gih" Bisik Reza pada Fiza dan dibalas anggukan oleh gadis mungil itu.


"Udah Mit gak usah diladenin, kita balik kekelas aja yuk guys" ajak Fiza pada Nadia dan Dita tak terkecuali Mita yang kini naik darah akibat Stella. Fiza menarik tangan Mita. Dia tidak mau sahabatnya mendapat masalah, mereka beruntung karena guru Bk tidak melihat perkelahian ini. Kalau sampai, habislah riwayat Mita di ceramahi tujuh hari tujuh malam oleh ayahnya lagi.


"Awas lo kalau ketemu" teriak Mita


"Wlee" Stella menyudahi perkelahian itu dengan menjulurkan lidahnya ke arah Fiza and the gang. Untung Fiza cs sudah jauh, bisa-bisa Mita yang kini menurunkan emosinya sekarang naik lagi. Dia lupa masih ada Vino cs lagi, Stella sebenarnya tidak mau Vino melihat sikapnya yang begitu ambigu.


"Eh.. Vin gue mau ngomong bentar" ucap Stella sembari memegang kembali lengan berotot pemuda itu. "Vino, gue suka sama lo" Siswa-siswi pada membulatkan matanya mendengar penuturan Stella. Termasuk sahabat Vino. Bisa-bisanya gadis itu menyukai pemuda seperti Vino yang notabene-nya dingin bak es batu dan hanya memiliki ekspresi datar kalau itupun serius. Tetapi perkataan Stella, Vino anggap tidak penting. Karena itu pemuda itu memasang tanpa ekspresi.


"Ayang Stella" rengek Gino "Disini babang gino menunggumu, kok malah Vino sih"


"Diem lo" ketus Stella


pfffttt.

__ADS_1


Gino malah terlihat kesal karena ledekan temannya yang menahan ketawa Kecuali David dan Vino.


"Sabar gin, sabar" Sahut Adit yang sejak tadi susah payah menahan tawanya.


"Sungguh teganya dirimu... Teganya, teganya ohhh kepada diriku" celetuk Gino. Tuh kan Gino kumat lagi penyakit dramatisnya. Wkwkwk..


"Kok malah nyanyi sih" David pusing mendengarkan drama gino yang terlalu ambigu di gendang telinga.


"Dahlah" ucap Gino sebagai penutup drama dan berlalu meninggalkan lima orang itu.


"Lebay lo" teriak Reza dan Adit yang tertawa terbahak.


"Gimana Vin" Sahut Stella tersenyum.


"Yuk guys" Nampak acuh dan cuek Vino menghempaskan tangan Stella kasar. Agar ia terlepas dari Stella. Tanpa berkata sepatah kata Vino and the gang meninggalkan Stella.


"Hi.. Hii, cuek banget sih" Greget Stella lalu ia meninggalkan mading saking kesalnya, dia berlalu tanpa melihat namanya.

__ADS_1


__ADS_2