Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Senyum-senyum sendiri


__ADS_3

Wanita itu tercengang akan kelakuannya membuat Vino kebablasan.


"Maaf dek saya enggak sengaja" Kata Wanita itu terbata-bata. Dia sedikit takut dengan Vino karena ia tahu Vino berasal keluarga terpandang, tapi ia juga bersyukur dapat melihat langsung wajah tampan tak manusiawi di hadapannya, biasa wanita itu melihat hanya di sosial media pemuda itu.


Vino menelan salivanya sesudah melepaskan bibirnya dari kening Fiza, sementara gadis itu langsung menutupi muka nya yang perlahan menampakkan semburan merah dengan menunduk, jujur dia sangat malu kenapa jadi begini. Kenapa harus ada mbak-mbak ini lalu tak sengaja menyenggol Vino, baru pertama kali dia berada di posisi seperti ini.


"Lain kali hati-hati mbak" ucap Fiza masih dengan posisi menunduk, ia tak berani mengangkat kepala nya.


Gadis itu berdiri tanpa melihat arah Vino berniat pulang, tapi Pemuda bersurai hitam itu menahan tangan nya.


"Aku anter pulang"


Fiza angguk-anggukan kepala tanpa berkata ia meninggalkan halte dengan Vino yang memayungi pakai jaket nya.


Sampai di mobil Vino dan Fiza keadaan terasa mencekam. Vino yang di landa ke kalutan sembari menyetir mobil, sedangkan Fiza, gadis itu memandangi sekitar lewat kaca mobil.

__ADS_1


Hening, keduanya berada di pikiran masing-masing.


Vino berniat mengisi keheningan menoleh, di lihatnya Fiza sedang tertidur membuat pemuda itu mengurungkan niatnya dia melanjutkan menyetir mobil sesekali ia menoleh.


Sesampai di kediaman Wilson Pemuda itu memarkirkan mobilnya di depan teras rumah itu, melihat Fiza tak kunjung bangun dan terlihat gadis itu tertidur pulas mungkin karena kecapek-an. Diapun akhirnya mengendong gadis mungil itu.


Sesampainya diatas kamar Fiza, ia meletakkan gadis itu di atas ranjang. Vino menulis di kertas lembar karena tak tega membangunkan gadis itu makanya ia meminta maaf di kertas saja.


"Aku pergi dulu ya" pamitnya dengan suara pelan. Vino mengecup jari telunjuk nya lalu ditempelkan ke kening gadis yang kini terlelap.


"Apaan nih?" Fiza membuka kertas itu.


Tak lama senyum melekat di sudut bibirnya. Dia kembali mengingat kejadian sore tadi yang membuat rona merah lagi dipipi nya.


Cklek…

__ADS_1


Bunyi pintu terbuka membuat atensi gadis itu teralih ternyata Reza yang membuka pintu.


"Ngapain lo senyam-senyum sendiri, kesambet lu,"


"Ih apaansih, orang masuk tu ketok dulu kali." kesal Fiza.


"Gue udah ketok, lo aja kali yang nggak nyadar" Dia berbicara jujur, dia tadi mengetok pintu kamar Fiza berulan kali namun tak ada sahutan gadis itu dari dalam jadinya dia sedikit melihat adiknya senyum-senyum sendiri hanya karena sebuah kertas.


"Apa sih bang, udah ah lo keluar aja gue mau mandi,"


"Ikh pantesan bau, belum mandi rupanya" ledek Reza


"Ngeledek, lo pergi sana ah" ujar Fiza ketus. Mendorong tubuh Reza memaksa keluar dari kamar nya.


Mau tak mau Reza mengikuti perintah adik kesayanganya itu, padahal ia ingin menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2