Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Melamun


__ADS_3

"Tuh anak kemana sih, kok enggak nongol juga" ujar Dita kesal. Pasalnya sahabat-nya Fiza mengatakan dia cuma sebentar ke tempat yang dimana banyak buku itu tapi sudah sejam lebih gadis itu tidak memperlihatkan batang hidungnya, 'kan kesel.


"Sabar Ta," Sahut Nadia.


"Sabar sabar lu aja kali sabar, gue laper nih ckckck" serkas Dita sambil memegang perutnya yang merasa keroncongan cacing demo minta isi. Ia berdecak sebal. Lantaran sahabatnya belum datang juga.


Sementara Mita sedang asik menonton perselisihan antara kedua sang sahabat dengan menjatuhkan kepalanya di atas meja serta dagu diatas tangan. Ia kadang terlihat cuek gadis itu tidak terlalu memusingkan banyak hal, beda halnya dengan yang berani macam-macam dengannya atau orang tersayang nya dia akan bertindak paling depan untuk membela,


Begitulah prinsip gadis tomboy acuh yang bernama Sasmita Azzahrah.


"Hai guys maaf ya lama" Akhirnya Fiza memperlihatkan batang hidungnya setelah sekian lama menunggu.


Tadi Vino dan Fiza sempat mengobrol di taman karena itu dia telat menemui sahabatnya.


"Ini nih orang yang gak ngerasa di tungguin" Dita kesal pada Fiza, gadis itu selalu saja tidak On time.


"Sorry"

__ADS_1


"Sorry" Dita meniru apa yang dikatakan Fiza, gadis itu memanyunkan bibirnya sambil menatap jengah gadis putih itu. "Lo tau gak, Gegara nunggu lo gue laper. Nih cacing diperut gue pada demo" omelnya. Dita makin menajamkan bibirnya.


"Dia kenapa sih?" Fiza mengabaikan omelan gadis yang kini berdiri berkacak penggang sambil menatap tajam ke arahnya, mengalihkan pandangannya kepada Nadia.


"Biasa pms" Nadia menjawab jengkel pada Fiza. Dia merasa jengkel kepada Dita tadi tidak berhenti-hentinya nyerocos tidak jelas cuma gara-gara nunggu gadis berambut panjang itu.


"Pantas" Sambil menduduki tubuhnya Fiza memanggil ibu kantin untuk memesan makanannya, sementara Mita sudah makan dahulu.


Nadia memang lebih tahu tentang gadis manja itu, karena dia sudah menganggap Dita sebagai saudara. Keluarga mereka juga dekat karena memang sedari kecil ayah mereka saling bersahabatan sampai sekarang begitu pula dengan para ibunya. Sebenarnya mereka para orang tua Nadia dan Dita pernah satu pendidikan maka dari itu mereka dekat dan akhirnya Nadia dan Dita jadi dekat bak kakak beradik.


Benar begini sifat Dita kalau sedang datang bulan bawaannya mengomel mulu, Tak sabaran banget sih nih orang rasanya gemes deh kalau cemberut gitu.


"Gue cuma mau deketin lo sama adik gue, gitu aja kok" ujar Reza.


"Astaga Reza. Tapi cara lo salah Za," sahut Adit Sok bijak.


"Lo mau jodohin mereka?" tanya Gino.

__ADS_1


"Ya emangnya napa"


"Ah, Reza sampai hatimu"


"Gak usah sok drama lo" cibir Reza ketus.


"Sorry Vin, Gue gak ada maksud sumpah" ujar Reza


"Em..."


-


"Kenapa lo,?" Tanya Mita pada Fiza, pasalnya Mita tadi melihat Fiza sedang memikirkan sesuatu dan tidak dapat dia tebak. Gadis itu kalau menyembunyikan sesuatu selalu cerita sama Mita atau kedua sahabatnya Dita dan Nadia tapi kenapa gadis itu tidak menceritakan sesuatu kalau memang ada masalah.


"Gapapa" jawab Fiza dia berbalik memutar tubuhnya mengambil tas punggungnya dan segera pulang, Ketiga sahabat menatap Fiza dengan heran meskipun heran ketiganya mengikuti ke mana langkah gadis itu.


"Lo kenapasih sedari tadi lo ngelamun mulu, cerita sama kita Za" ujar Dita kesal, Dia memutar bola matanya jengah karena dari tadi ia terus di diami oleh Nadia dan Mita dan sekarang Fiza. Oh may god rasanya Dita ingin sekali pergi dari situasi ini.

__ADS_1


Fiza menarik nafas berat terlebih dahulu "Vino nembak gue" ucapnya pelan


"WHAT…Are you serious" teriak Dita, ketiganya langsung menutup telinganya karena suara cempreng milik Dita heboh. Kini keempat sekawan itu menjadi pusat perhatian siswa-siswi Wilson. semua menatap empat gadis itu jengah.


__ADS_2