
Reza sudah diambang pintu kelas IPA 3. Pria itu langsung melenggang masuk kedalam kelas dan menghampiri Mita yang sedang memakai tas ransel nya pulang.
"Hai," sapa Reza menyentuh bahu Mita. Berniat menyapa secara halus tapi alangkah keget nya Mita membalikan tubuh nya yang membelakangi Reza. Jadilah mereka bertatapan.
Deg
Deg
"Reza," sungut Mita sementara Reza tersenyum tampan menatap pipi Mita merah.
Mita mendorong Reza kebelakang, pemuda itu menurut. Karena takut kondisi jantung Mita yang beronta-ronta perempuan itu melenggang pergi cepat-cepat pulang, sedangkan dibelakang Reza melangkah mengikuti sahabat nya.
"Bisa ga sejajar sama langkah gue gitu ck" decak Reza sebal
Yang pasti yang ditanya Mita, siapa lagi kalau bukan gadis itu, sekolah sudah sepi juga. Mita bukan dijawab gadis itu malah mempercepat langkah nya sambil menutupi wajah merah padam.
"Cewek kenapasih suka banget nyuekin," gerutu pemuda itu. "Mita woy tungguin" Reza berlari mengejar gadis itu yang lebih dulu sampai parkiran lebih tepat nya depan motor nya.
Cik, kok gadis itu cepat banget nyampe nya jarak dari koridor ipa ke parkiran 'kan jauh. Nih anak benar-benar ajaib larinya.
Reza menghampiri Mita.
"Lo kenapa sih, cepet banget larinya"
"Buru," satu kata yang membuat Reza mengerti.
__ADS_1
"Sabar, gue ngambil nafas dulu. karena lo nih"
"Hm,"
Gadis itu merogoh, meraba sesuatu pocket nya mengambil dan benar aja, gadis itu mengambil sapu tangan nya. Lalu ia mengelap pelipis Reza yang menghela napas tersengal-sengal karena ulah nya.
Reza yang memejamkan mata sejenak, merasakan tangannya tersingkir dari dahi, pemuda itu membuka sebelah mata nya dan membuka lebar-lebar.
Pandangan Reza dan Mita kembali bertemu dengan jarak dekat. Mita sesekali berjinjit menyeimbangkan tubuh mungil nya pada Reza yang tinggi.
Mita dapat merasa kan harum wangi maskulin Reza, Pemuda itu tersenyum jahil namun masih terlihat tampan dimata kaum hawa.
"Masih bersih 'kan, sapu tangan lo?,"
"Bersihlah," ucapnya ketus. Masih sibuk mengelap keringat itu, menatap Reza dalam.
Sertak Mita langsung memalingkan pandangan nya, mengalihkan ke samping.
"Jatuh cinta?,"
"Iya, sama pesona Reza Dermawansa Wilson" ujar Reza memperpanjang namanya, mengedipkan sebelah mata. Cie.. mulai genit nih Reza ke Mita.
"Hehehehe... jangan sampe, pede lo ke tinggian bang," sanggah Mita tertawa renyah.
Reza hanya tersenyum tipis menanggapi.
__ADS_1
"Yaudah yok balik keburu malam nih!" seru Mita menatap Reza sedangkan pemuda itu langsung naik memakai helm, pria itu memberikan helm kepada Mita.
"Pegangan,"
Mita memegang tas punggung Reza.
"Pegangan Mita"
"Ini pegangan"
"Maksudnya ini, lo kayak ga biasa aja," ucap nya seraya menarik meletakan tangan gadis itu ke pinggang pria tinggi itu.
Mita langsung memeluk Reza, sambil memanyungkan bibir nya. Entah kenapa memeluk Reza, dia merasa nyaman tak seperti biasa.
"Kalau gini 'kan, nyaman," gumam Reza tersenyum menatap Mita lewat kaca spion.
Mita ingin membalas senyuman pemuda itu, tapi dia tahan sampai gadis itu merasa normal lagi pada jantung nya yang berdetak lebih cepat.
Brum.. brum.....
Pertengahan jalan, Mita mengeratkan pelukan nya pada Reza, membuat pria itu mengembangkan senyum nya melihat sisi Manja cewek tomboy itu.
"Mau, ketaman dulu ga,?" tanyanya teriak Reza karena ini 'kan jam pulang kerja. Jadi banyak kendaraan lalu lalang.
"Terserah," jawab Mita meletakan kepalanya di ceruk leher pemuda yang lagi fokus menyetir motor.
__ADS_1
Gitu emang cewek di tanya malah jawab terserah, cewek.. cewek, pikir Reza.
...****************...