
"Good Afternoon Fiza," ujar Dita tariak dan belum menyadari Renata ada di hadapan nya dengan senyum ramah.
"Shustt…" Mita langsung menutup mulut Dita setelah menyadari kehadiran Rena.
"Apaansih Mita, tangan lu bau asem" celetuk Dita kesal dan langsung meghempaskan tangan itu.
"Hm"
Gadis berumur 20 tahun itu hanya cekikikan melihat tingkah teman adik bungsu nya itu.
"Eh… kak Rena, apa kabar kak. kapan pulang?"
"Kemarin" jawab Renata.
"Kok Fiza ga beritahu sih." ujar Dita mengerucut tajam.
"Gue aja baru tau tadi pagi, gimana gue kasih tau kalian." ucap Fiza beruntung.
"Oh iya kata bi Sari orang tua lo, udah datang ya" seru Mita mengedarkan pandangan nya.
"Tente kania mana?"
"Temu temen sosialita nya" ucap Fiza.
__ADS_1
Ketiga gadis itu hanya ber-o ria.
"Hai Ta," sapa Adit tersenyum tampan.
"Kak Adit"
"Sini duduk" Adit menepuk tempat yang dia inginkan Gadis itu duduk di samping nya, yang tak menyadari bahwa Reza di samping nya.
"Iya kak" ucap gadis itu sungkan.
"Reza pindah gih" usir Adit, dia mendorong tubuh sahabat nya itu agar mau beranjak akan tetapi Reza menahan tubuh nya yang hampir terjatuh karena ulah teman Rival nya itu.
"Enak aja. Gue disini duduk, lo yang sana pindah,"
"Apaansih, nggak jelas banget."
"Dih gue gak mau,-."
"Ehem, gue mencium aroma-aroma lagi rebutan Dita nih" sahut Nadia menahan tawa melihat muka Dita yang kesal plus tatapan malas membuat lusung pipi sedari tadi.
Tiba-tiba bi Sari datang.
"Non makannya sudah siap"
__ADS_1
"Oh iya bi, makasih" ucap Rena dan bibi Sari langsung pamit ke dapur.
"Ayo kalian makan dulu,"
Mereka berdelapan meninggalkan Ruang tamu.
Sementara Fiza masih disana bersama Vino.
"Lo nggak makan?" tanya Vino dingin sambil bersedekap tangan depan dada.
"Enggak deh Fiza gak selera, Mau kamar aja lanjutin drakor"
"Tunggu dulu," Vino memegang tangan gadis yang berniat beranjak berdiri dari duduk nya. "Kamu duduk dulu, bentar" Kata Vino langsung beranjak dari ruang tamu ke maja makan. Gadis berkulit putih itu hanya menurut tanpa banyak tanya pada manusia yang biasa di sebut mirip olaf.
Vino membawa makan yang di sajikan di ruang makan, serta gelas bening yang sudah di pastikan air putih.
"Makan" ucap nya dengan muka datar nya dan jangan lupa nada dingin.
"Kan Fiza udah bilang, gue gak laper"
"Kamu harus makan Fiza, nanti penyakit maagmu kambuh" desak Vino sekaligus mengatas nama kan penyakit gadis itu.
Fiza membulatkan mata nya "Kok kak Vino bisa tahu"
__ADS_1
"Ya bisalah, Reza kan sahabat aku" seru Vino meletakkan piring dan gelas di meja.
"Makan," imbuh Vino mengambil sendok dan garpu lalu tanpa sadar dia menyuapi makanan itu kepada Fiza dan gadis itu hanya menerima nya perlakuan manis Vino pada nya.